Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sekilas Tentang Agama Di Jepang

Sekilas Tentang Agama Di Jepang

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 5,404|Likes:
Published by James
Alkhamdulillah...Ini adalah lanjutan tulisan "MBMA" untuk bab 3.
"Sekilas tentang agama di Jepang",cukup jelas menggambarkan dimensi keagamaan masyarakat Jepang.
Alkhamdulillah...Ini adalah lanjutan tulisan "MBMA" untuk bab 3.
"Sekilas tentang agama di Jepang",cukup jelas menggambarkan dimensi keagamaan masyarakat Jepang.

More info:

Published by: James on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2011

pdf

text

original

 
Sekilas Tentang Agama di Jepang
 
Sekilas pandangan masyarakat Jepang tentang agama
Masyarakat Jepang mempunyai pandangan yang sangat sekuler dan tidak begitu pedulipada agama. menurut Statistik mengenai agama (tahun 1992) yang disusun oleh DepartmenPendidikan Jepang, pengikut agama
Shinto^ 
; 106.643.616 orang, agama Budha 95.765.996orang, Kristen (termasuk Katolik) 1.486.588 orang, yang lainnya 10.833.994 orang.Statistik ini sering dipakai sebagai referensi oleh ilmuwan asing, angka tersebutsama sekali tidak bisa dipercayai. Sejumlahnya angka ini, menjadi kira-kira 2 kalidari penduduk Jepang, sekitar 120.000.000 jiwa. Angka ini berdasarkan laporan kepadaDepartmen Pendidikan dari sekte-sekte tersebut sendiri.
Shinto^ 
menghitung semuapenduduk sekitar
JINJA
; (tempat ibadah
Shinto^ 
) sebagai pengikutnya, agama Budhamenghitung semua anggota keluarga yang diatur upacara oleh pendetanya sebagaipengikutnya. Jadi, satu orang terhitung sebagai pengikut agama Budha dan
Shinto^ 
kedua-duanya.Biasanya, orang Jepang melakukan upacara perkawinan dengan cara
Shinto^ 
atau Kristen,sedankan upacara kematian dengan cara Budha. Bagi kebanyakan orang Jepang, hal itutidak dianggap aneh.
 
Di Indonesia ada KTP. Dalam KTP tertulis agamanya apa. Di Jepang tidak ada KTP.Jarang sekali kesempatan yang menjelaskan dirinya mempercayai agama apa. Merekamenganggap agama sebagai hanya adat atau kebiasaan.Menurut beberapa pendapat, sekitar 70% orang menjawab tidak memeluk agama. Alasannyakarena orang Jepang merasa repot jika masuk salah satu organisasi agama yangdikendalikan oleh ajaran tertentu. engunjungi tempat ibadah pada saat merayakandatangnya tahun baru dilakukan oleh kebanyakan orang Jepang. Pada upacara menjemputroh nenek moyang yang kembali ke rumahnya (seperti upacara Galungan di Bali),kebanyakan orang Jepang mudik untuk ikut upacara itu. Tetapi praktik-praktik inidianggap sebagai adat, bukan agama.Dalam undang-undang dasar Jepang, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusanagama. Ketika berakhir perang dunia kedua, orang Jepang memutuskan bahwa negaranyaharus berdasarkan atas pemisahan agama dari negara. Memang tidak ada sekolah agamanegara ( seperti IAIN di Indonesia). Dilarang keras memakai anggaran negara untukhal-hal agama. Kalau ada kasus pengeluaran anggaran negara untuk upacara keagamaan,kasus ini diadukan ke pengadilan sebagai pelanggaran undang-undang dasar. (Tetapikebanyakannya kasus seperti itu, keputusannya bahwa upacara itu adat, bukan agama,jadi bukan pelanggaran undang-undang dasar.)
 
Di Jepang pernah orang Kristen menjadi Perdana Menteri, namanya O^HIRA Masayoshi,selama dari tahun 1978 sampai 1980. Memang jumlahnya orang Kristen cuma 1% daripenduduk Jepang, walaupun O^HIRA adalah orang Kristen hal ini sama sekali menjadimasalah dan sama sekali tidak mempengaruhi kebijaksanaannya. Kebanyakan orang Jepangtidak begitu peduli, beragama apapun penguasanya.Seperti hal-hal tersebut di atas, masyarakat Jepang sekarang menjadi sangat sekuler.Agama yang dominan, seperti Islam di Indonesia, tidak ada. Pada zaman dulu, agamayang dominan itu agama Buddha. Tetapi, di bawah kontrol selama 250 tahun olehpemerintah
TOKUGAWA BAKUF
(TOKUGAWA adalah nama warga
SHOGUN 
,
BAKUFU 
artinyapemerintah), agama Buddha menghilangkan daya dinamis sebagai agama dalam rakyat.Sebelumnya berdiri
TOKUGAWA BAKUFU 
, dan sering meletus pembrontakan rakyat yangberdasar atas keyakinan agama Buddha, terutama sekte
Jo^do Shin Syu^ 
. Jadi Pemerintah
TOKUGAWA BAKUFU 
perlu waspadai dan mengkontrol agama Buddha.Untuk memenuhi Kebutuhan rakyat dalam bidang spiritual, pada abad 19 (akhir zamanEDO. EDO itu ibu kota
TOKUGAWA BAKUFU 
, nama kuno Tokyo), beberapa agama-agama barumulai muncul. Sejak saat itu sampai sekarang, kedudukan dominan agama Buddha tradisidiganti berangsur-angsur oleh agama-agama baru.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
restu_lestari_1 liked this
Dar Wati liked this
joko8 liked this
Koh Ka Ceng liked this
nindydita liked this
Azky Anz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->