Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Pendidikan Yb Mangunwijaya Dalam Perspektif Gus Dur

Konsep Pendidikan Yb Mangunwijaya Dalam Perspektif Gus Dur

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 5,720|Likes:
Published by akekaly_088543
it's a continue concept of Mangunwijaya's education concept. but here it's in the Gus Dur's perspective
it's a continue concept of Mangunwijaya's education concept. but here it's in the Gus Dur's perspective

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: akekaly_088543 on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
BAB IVKONSEP PENDIDIKAN HUMANISTIK MANGUNWIJAYADALAMPERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID
A.Konsep Pendidikan KH. Abdurrahman Wahid
Konsep dan gagasan KH. Abdurrahman Wahid tentang pendidikan secara jelasterlihat pada gagasannya tentang pembaharuan pesantren. Menurutnya, semua aspek  pendidikan pesantren, mulai dari visi, misi, tujuan, kurikulum, manajemen dankepemimpinannya harus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan zaman eraglobalisasi
1
.Meski demikian, menurut Gus Dur pesantren juga harusmempertahankan identitas dirinya sebagai penjaga tradisi keilmuan klasik, dalam artitidak larut sepenuhnya dengan modernisasi, tapi mengambil sesuatu yang dipandangmanfaat-positif untuk perkembangan. Dalam hal modernisasi ini ia berlandaskan padamaqolah sebagaimana berikut:
حلصا ديدجب ذخ او حا ميدقا ىلع ةظفا
Artinya :
“Memelihara dan melestarikan nilai-nilai lama yang masih relevan danmengambil nilai-nilai baru yang lebih relevan.”
2
Selain itu, menurutnya dalam melakukan modernisasi tersebut pesantren jugaharus mampu melihat gejala sosial yang tumbuh di masyarakat, sehingga keberadaan pesantren dapat berperan sebagai pusat pengembangan masyarakat. Dengan ini,
1
Abuddin Nata.
Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia
. (Jakarta: RajagrafindoPersada, 2004), 360.
2
 
 Ahkamul Fuqoha Solusi Problematika Aktual Hukum Islam Keputusan Muktamar, Munas dan Konbes NU (1926-199)
. (Surabaya: LTNU Jatim dan Diantama Lembaga Studi dan PengembanganPesantren, 2005), 1.
56
 
sebenarnya Gus Dur hendak mengatakan bahwa peran pesantren ialah tidak hanyasebagai lembaga pendidikan keagamaan
an sich
, namun juga mampu memberikansumbangsih yang berarti serta membangun system nilai dan kerangka moral padaindividu dan masyarakat. Dengan cara demikian, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang mendidik manusia untuk bisa menjalani kehidupan dalam arti yangsesungguhnya 
3
.Lebih lanjut, berdasar latar ini menurut Gus Dur pesantren seharusnyamenyelenggarakan pendidikan umum. Hal ini dimaksudkan supaya peserta didik yang belajar di pesantren adalah peserta didik yang memiliki ilmu agama yang kuatsekaligus juga memiliki ilmu yang kuat secara seimbang. Gus Dur menginginkan,agar di samping mencetak ahli ilmu agama Islam, pesantren juga mampu mencetak orang yang memiliki keahlian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang
ending 
 berguna untuk perkembangan masyarakat itu sendiri
4
. Dengan dasar di atas, Gus Dur menginginkan ada perubahan pada kurikulum pesantren. menurutnya, kurikulum pesantren selain harus kontekstual dengankebutuhan zaman juga harus mampu merangsang daya intelektual-kritis anak didik.Terkait yang terakhir ini semisal dengan melebarkan pembahasan fiqih antar madzhab. Namun, sebagaimana ia tuturkan sebelumnya, bentuk kurikulum tersebuttetap harus dalam asas yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga tidak sampaimenghilangkan identitas diri pesantren sebagai lembaga pendidikan agama. Dalam
3
Abuddin Nata,
Tokoh Pembeharuan
., 351-352.
4
Ibid., 353.
57
 
arti jangan sampai pesantren mengajarkan ketrampilan saja ataupun sebaliknya, yaknimengajarkan agama saja, tetapi keduanya harus dalam porsi yang seimbang
5
.Kemudian terkait dengan pembelajaran, Gus Dur menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran di pesantren harus mampu merangsang kemampuan berpikir kritis, sikap kretif dan juga merangsang peserta didik untuk bertanyasepanjang hayat. Ia sangat menolak system pembelajaran yang doktriner dan
banking 
yang akhirnya hanya akan membunuh daya eksplorasi anak didik 
6
.Sedangkan terkait dengan Guru dan pemimpin menurut Gus Dur harusdilakukan perpaduan antara bercorak karismatik dengan corak yang demokratis,terbuka dan menerapkan manajemen modern
7
.Kesemua konsep pendidikan anak pertama dari KH. Wahid Hasyim inisebenarnya sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan paradaigmanya, yakni demokrasi,inklusifme agama, dan pembelaannya terhadap kaum
mustadl’afin
. Keyakinan-keyakinan ini terlihat jelas dari belantara pemikirannya yang terkodifikasi dalamkarya-karyanya, semisal dalam buku
Tuhan tak Pelu Dibela, Islamku Islam Anda, Islam Kita, Islam Kosmopolitan, Mengurai Hubungan Agama dan Negara, TabayunGus Dur 
dan beberapa buku atau artikel karyanya yang lain.Singkatnya, konsep pendidikan Gus Dur ini ialah konsep pendidikan yangdidasarkan pada keyakinan religius dan bertujuan untuk membimbing atau
5
Abdurrahman Wahid.
Tabayun Gus Dur: Pribumisasi Islam
. Ed. M. Saleh Isre. (Yogyakarta: LKiS,1998), 153.
6
Abdurrahman Wahid. “ Pendidikan Kita dan Kebudayaan”.http://www.gusdur.net/indonesia/index. diakses tanggal 22 Juli 2008.
7
Abuddin Nata,
Tokoh Pembeharuan
., 360.
58

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->