Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pencegahan Dan Penatalaksanaan Asfiksia Neonatorum

Pencegahan Dan Penatalaksanaan Asfiksia Neonatorum

Ratings: (0)|Views: 195|Likes:
Published by Putri Phounna

More info:

Published by: Putri Phounna on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/30/2013

pdf

text

original

 
 
PENCEGAHANDANPENATALAKSANAAN ASFIKSIANEONATORUM
2008
 
HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT INDONESIADEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 
 
 
PANEL AHLI
Prof. Dr. Rulina Suradi, SpA (K)Divisi Perinatologi, IKA, FK UI/ RSUPN Cipto MangunkusumoJakartaProf. Dr. Asril Aminullah, SpA (K)Divisi Perinatologi, IKA, FK UI/ RSUPN Cipto MangunkusumoJakartaDr. M. Sholeh Kosim, SpA(K)Sub bagian Perinatologi, FK UNDIP/ RSUP Dr. KariadiSemarangDr. Rinawati Rohsiswatmo,SpA(K)Divisi Perinatologi, IKA, FK UI/ RSUPN Cipto MangunkusumoJakartaDr. Santoso Soeroso, SpA ,MARSJakartaDr. Risma Kaban, SpA(K)Divisi Perinatologi, IKA, FK UI/ RSUPN Cipto MangunkusumoJakartaDr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (K)Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK UI/ RSUPN Cipto MangunkusumoJakarta
UNIT PENGKAJIAN TEKNOLOGI KESEHATAN
Prof.DR. Dr. Eddy Rahardjo, SpAn, KICKetuadr.Santoso Soeroso, SpA (K), MARS Anggotadr. Mulya A. Hasjmy, Sp. B. M. Kes Anggotadr. K. Mohammad Akib, Sp.Rad, MARS Anggotadrg. Anwarul Amin, MARS Anggotadr.Diar Wahyu Indriarti, MARS Anggotadr. Sad Widyanti Anggotadr. Henny Adriani Puspitasari Anggota
 
 
BAB I
 
PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
 Di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal pada tahunpertama kehidupannya dan dua pertiganya meninggal pada bulan pertama. Dua pertigadari yang meninggal pada bulan pertama meninggal pada minggu pertama. Dua pertigadari yang meninggal pada minggu pertama, meninggal pada hari pertama. Penyebabutama kematian pada minggu pertama kehidupan adalah komplikasi kehamilan danpersalinan seperti asfiksia, sepsis dan komplikasi berat lahir rendah. Kurang lebih 99%kematian ini terjadi di negara berkembang dan sebagian besar kematian ini dapatdicegah dengan pengenalan dini dan pengobatan yang tepat.
1
 Diperkirakan bahwa sekitar 23% seluruh angka kematian neonatus di seluruhdunia disebabkan oleh asfiksia neonatorum, dengan proporsi lahir mati yang lebih besar.
2
 Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sejak tahun2000-2003 asfiksia menempati urutan ke-6, yaitu sebanyak 8%, sebagai penyebabkematian anak diseluruh dunia setelah pneumonia, malaria, sepsis neonatorum dankelahiran prematur .
1,3
Diperkirakan 1 juta anak yang bertahan setelah mengalami asfiksiasaat lahir kini hidup dengan morbiditas jangka panjang seperti
cerebral palsy 
, retardasimental dan gangguan belajar.
4
Menurut hasil riset kesehatan dasar tahun 2007, tigapenyebab utama kematian perinatal di Indonesia adalah gangguanpernapasan/
respiratory disorders
(35,9%), prematuritas (32,4%) dan sepsis neonatorum(12.0%).
5
 Penyebab utama kematian neonatus berhubungan secara intrinsik dengankesehatan ibu dan perawatan yang diterima sebelum, selama dan setelah melahirkan. Asfiksia neonatorum dan trauma kelahiran pada umumnya disebabkan oleh manajemenpersalinan yang buruk dan kurangnya akses ke pelayanan obstetri. Asupan kalori danmikronutrien juga menyebabkan keluaran yang buruk. Telah diketahui bahwa hampir tigaper empat dari semua kematian neonatus dapat dicegah apabila wanita mendapatkannutrisi yang cukup dan mendapatkan perawatan yang sesuai pada saat kehamilan,kelahiran dan periode pasca persalinan.
6
  Asfiksia neonatorum adalah kegawatdaruratan bayi baru lahir berupa depresipernapasan yang berlanjut sehingga menimbulkan berbagai komplikasi. Oleh sebab itu,asfiksia memerlukan intervensi dan resusitasi segera untuk meminimalkan mortalitas danmorbiditas. Survei atas 127 institusi pada 16 negara
baik negara maju ataupunberkembang
menunjukkan bahwa sarana resusitasi dasar seringkali tidak tersedia, dantenaga kesehatan kurang terampil dalam resusitasi bayi. Sebuah penelitian di 8 negara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->