Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cephalo Pelvic Disproportion ( Cpd )

Cephalo Pelvic Disproportion ( Cpd )

Ratings: (0)|Views: 286|Likes:
Published by Vino G Albert

More info:

Published by: Vino G Albert on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/06/2013

pdf

text

original

 
CEPHALO PELVIX DISPROPORTION
2 april 2010
CEPHALO PELVIC DISPROPORTION ( CPD )
PENDAHULUAN
Suatu persalinan merupakan suatu proses penyesuaian diri darifetus terhadap luasnya bagian bagian keras jalan lahir,yang terutamaditentukan oleh bentuk panggul dan ukuran.ukuran panggul. Karena itu, panggul merupakan salah satufactor apakah persalinan dapat berjalan baik atau tidak. Salah satumaksud utama pemeriksaan prenatal adalah untuk memastikanapakah panggul seorang ibu cukup untuk melahirkan dengan normal.Salah satu pemeriksaan yang penting untuk mendapat keteranganyang lebih banyak tentang keadaan panggul yaitu denganpengukuran panggul yang dikenal dengan pelvimetri. Pelvimetriadalah pengukuran dimensi tulang jalan lahir untuk meentukanapakah bayi dapat dilahirkan pervaginam.Prognosis untuk suksesnyapersalinan pervaginam tentu tidak dapat dipastikan berdasarkanpelvimetri roentgenologis saja, karena kapasitas panggul merupakansalah satu factor yang menentukan hasil akhir.Terdapat sekurangnyalima factor yang dihadapi :(1) ukuran dan bentuk panggul tulang,(2) Ukuran kepala janin,(3) Kekuatan kontraksi uterus,(4) kekuatan moulagekepala janin,(5) presentasi dan posisi janin.Hanya factor yang pertama yang dapat dipertanggung jawabkan denganpengukuran radiografik yang agak teliti. Dikenal dua macampelvimetriyaitu pelvimetri klinis dan radiologis. Pelvimetri klinis mempunyai arti
 Agusmita 05171012Page 1KKS Ilmu Obstetri dan Genekologi
 
CEPHALO PELVIX DISPROPORTION
2 april 2010
penting untuk menilai secara kasar pintu atas panggul,panggul tengahdan memberikan gambaran yang jelas mengenai pintu bawah panggul.Dengan pelvimetri roentgenologis akan diberikan gambaran yang jelastentang bentuk panggul, ketepatan tambahan dalam pengukuran pelvis ,serta dapat dilakukan pengukuran diameter penting yang sulit diperolehsecara tepat dengan cara pengukuran manual yaitu diameter tranversapintu atas dan tengah panggul . Pelvimetri radiology pertama kalidikembangkan oleh Albert di jerman serta Budin dan Varnier di prancispada tahun 1895. sejak saat itu banyak tulisan yang dibuat mengenaipelvimetri, yang berhubungan dengan macam-macam tehnik pengukuran.Dari yang mudah hingga yang sukar dengan suatu kecenderungan saat iniuntuk kembali lagi pada cara yang mudah. Thoms menerbitkan hasilkaryanya tentang pelvis pada tahun 1922,dan saat ini banyak dijadikansebagai pedoman metode-metode radiology. Johnson, Cliffort dan Hodgesmelakukan penelitian dalam metode posisi untuk mengurangi bayanganpalsu agar didapat ukuran yang sebenarnya. Guthmann, pada tahun 1928adalah orang yang pertama menegaskan pentingnya proyeksi lateralpelvis untuk pengukuran diameter sagital. Ball pada tahun 1932menegaskan pentingnya sifat-sifat kwalitatif terhadap masalahpenyesuaian kepala janin terhadap pelvis dalam mekanisme persalinanyang disebut pelvimetri dan sepalometri.Metode ini sukar dikerjakan karena:1. jarak objek tidak dapat diukur dengan seksama oleh karena objekadalah kepala yang letaknya dalam pelvis yang kebanyakan kasus tidakhorizontal dan tidak terdapat titik anatomi yang tetap untuk dilokalisasi.2. Untuk mendapat diameter-diameter tersebut, diperlukan foto yangdibuat paralaks dan masing masing pengukuran dibuat dua kali ekposisi.3. Saat ini terdapat Ultrasonografi yang dapat mengukur diameterbiparietal dengan cukup memuaskan dan tidak membahayakan janin.Sekarang pelvimetri Roentgenologis tidak lagi dianggap perlu dalampenanganan persalinan dengan presentasi kepala janin pada ibu yang
 Agusmita 05171012Page 2KKS Ilmu Obstetri dan Genekologi
 
CEPHALO PELVIX DISPROPORTION
2 april 2010
diduga mempunyai panggul sempit.Tetapi, kalau persalinan pervaginamdiantisipasi untuk seorang janin dengan presentasi sungsang,pelvimetrirentgenologis masih tetap merupakan standart perawatan yang dapatditerima dibanyak pusat kedokteran.Pelvimetri Roentgenologis mempunyai keuntungan dibandingkanpengukuran secara manual:1. Pemeriksaan ini memberikan ketelitian sampai ke tingkat pengukuranyang tidak dapat dilakukan secara klinis. Arti klinis ketelitian ini menjadi jelas kalau hasil pengukuran konjugata diagonalis dianggap pendek. Kalauconjugate diagonalis lebih dari 11,5 cm, dimensi anteroposterior PAPsangat jarang sempit. Tetapi bila conjugate diagonalis kurang dari 11,5ukuran ini tidak selalu merupakan indek yang dapat diandalkan sebagaikonjugata obstetrk, karena perbedaan antara kedua diameter ini,biasanya sekitar 1,5 cmdapat berkisar dari kurang dari 1 atau lebih dari 2cm.2. pemeriksaan ini dapat memberikan ukuran yang tepat. Dua diameterpenting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitudiameter tranversal PAP dan diameter interspinarum (diameter tranversapanggul tengah)Suksesnya persalinan ditentukan juga oleh kondisi jalan lahir. Ibaratlandasan sebuah bandara, jalan lahir turut berkontribusi terhadap suksestidaknya si bayi "lepas landas". Jika bayinya besar tapi jalan lahirnyasempit, bisa dipastikan akan sulit keluar. Jadi, ukuran bayi jugamenentukan lancar tidaknya persalinan.Guna mengantisipasinya, pada usia kehamilan 36 minggu, dokter akanmelakukan pemeriksaan panggul. Dari situ dokter bisa menentukanmungkinkah bagi ibu untuk melahirkan secara normal. Ini menyangkutdiameter maupun luas masing-masing pintu panggul. Semakin luaspanggul ibu mestinya semakin mudah bayi keluar. Sebaliknya, semakin
 Agusmita 05171012Page 3KKS Ilmu Obstetri dan Genekologi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->