Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
0Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
E11ofo

E11ofo

Ratings: (0)|Views: 332|Likes:
Published by Hartono Prayitno

More info:

Published by: Hartono Prayitno on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/23/2013

pdf

text

original

 
ESTIMASI BIOMASSA DAN KERAPATAN VEGETASI MANGROVEMENGGUNAKAN DATA LANDSAT ETM+
 
Studi di Hutan Lindung dan Hutan Produksi TetapMuara Gembong, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa BaratOKTAMA FORESTIANDEPARTEMENKONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATAFAKULTAS KEHUTANANINSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011
 
RINGKASAN
Estimasi Biomassa dan Kerapatan Vegetasi Mangrove Menggunakan Data LandsatETM+ (Studi di Hutan Lindung dan Hutan Produksi Tetap Muara Gembong,Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat). Oleh Oktama Forestian (NIM E34104070)di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Lilik Budi Prasetyo, M.Sc dan Prof. Dr. Ir. CecepKusmana, MS.
Hutan mangrove di seluruh dunia terus mengalami tekanan akibat kebutuhanakan ruang untuk pembangunan sarana dan prasarana ekonomi. Hutan Mangrove MuaraGembong terletak di wilayah Pantai Utara yang berdekatan dengan pusat-pusat kegiatanekonomi. Tekanan yang dialami Hutan Mangrove Muara Gembong berupa okupasi lahandan konversi menjadi tambak ikan/udang. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan terjadihampir di seluruh kawasan. Pemerintah Kab. Bekasi mengajukan agar kawasan tersebutdilepas dari statusnya sebagai kawasan hutan. Diperlukan data mengenai sebaran, luas,dan potensi biomassa mangrove kawasan tersebut sebagai data penimbang bagiKemenhut RI untuk memutuskan hasil studi dalam rangka alih status kawasan hutantersebut.Penelitian difokuskan pada kawasan hutan mangrove Muara Gembong,Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Kegiatan peninjauan lapang dilaksanakan padaBulan Desember 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan luas, potensi biomassa, dan kerapatan vegetasi mangrove menggunakan data Landsat-7 ETM+ padatahun 2001 dan 2010. Data Landsat diolah dengan beberapa tahap meliputi:
 strip-filling,importing, layer stacking, subsetting,
koreksi geografik, koreksi radiometrik, klasifikasicitra, pendugaan karakter biosistem mangrove, dan
accuracy assessement 
.Jenis tutupan lahan (
landcover 
) yang ditemukan pada citra Landsat kawasantersebut terdiri dari sembilan kelas kategori klasifikasi citra, yaitu: laut 1, laut 2,mangrove, area terbuka/terbangun, padi 1, kebun campuran, padi 2, tambak, dan sungai.Citra Landsat diklasifikasikan dengan teknik klasifikasi terbimbing (
 supervised classification
) metode kemiripan maksimum (
maximum likelihood 
). Setiap setiap kelas jenis tutupan lahan dibuatkan 10 area contoh (
training area
). Nilai tingkat keterpisahanantar kelas (
transformed divergence separability
) citra tahun 2001dan tahun 2010 lebihdari 1.900 sedangkan akurasi keseluruhan (
overall accuracy
) dan akurasi Kappa masing-masing sebesar 99,8% dan 99,63% untuk citra tahun 2001 dan; 99,61% dan 99,39% untuk citra tahun 2010. Berdasarkan uji akurasi klasifikasi, citra tahun 2010 yangdiklasifikasikan memiliki tingkat akurasi klasifikasi overall sebesar 83,33%, sedangkanstatistik kappa overal bernilai 77,29%.Luas mangrove pada tahun 2001 sebesar 540,72 ha kemudian menjadi 822,24ha pada tahun 2010. Potensi biomassa mangrove pada tahun 2001 sebesar 46,7 ton/hakemudian menjadi 53,49 ton/ha. Sedangkan untuk kerapatan mangrove pada tahun 2001sebesar 55,78% dan menjadi 8,43% pada tahun 2010.Kata kunci: Biomassa, Luas, Mangrove, NDVI.
 
SUMMARY
Biomass and Density Estimation of Mangrove Vegetation Using Landsat ETM +Data (Study on Forest Protection and Permanent Production Forest of MuaraGembong, Bekasi, West Java Province). By Oktama Forestian (NIM E34104070)Supervised by of Prof. Dr. Ir. Lilik Budi Prasetyo, M. Sc and Prof. Dr. Ir. CecepKusmana, MS.
Mangrove forests around the world continue to experience pressure due to theneed for space for the construction of economic infrastructure. Muara Gembongmangrove forest is located in the north coast regioan adjacent to the center of economicactivities. Pressures experienced Muara Gembong Mangrove Forest of land occupationand conversion into fish/shrimp ponds. This condition is of long standing and occursalmost throughout the region. Bekasi District Government proposed to be released fromits status as a protection forest. Necessery data about distribution, size area, danmangrove potential biomass as consideration for Forest Ministry of RI to decide theresults of study in order to change status of it region.The study focused on Muara Gembong Mangrove Forest, Bekasi District of West Java Province. Field activity was carried out in December 2009. The purposes of this study is to determined the extent, potential biomass, and density of mangrovevegetation using Landsat ETM+ data in 2001 and 2010. The data is processed by severalstages include: strip-filling, importing, stacking layer, subsetting, geographic correction,radiometric correction, image classification, estimation of mangrove biosistem character,and accuracy assessement.Land cover types found in Landsat scene of the region consists of nine classimage classification categories, named: Sea 1, sea 2, mangroves, open/built area, ricefield 1, mixed farms, rice field 2, ponds, and rivers. Landsat images were classified bysupervised classification techniques with maximum likelihood method. Each class of landcover types created 10 training area. Value of the inter-class separability (transformeddivergence separability) image 2001dan year of 2010 more than 1,900 while the overallaccuracy and Kappa accuracy respectively of 99.8% and 99.63% for image in 2001;99.61 % and 99.39% for the image in 2010. Based on the accuracy assessment, which isclassified image of 2010 has the highest overall classification accuracy of 83.33%, whilethe kappa statistic overalls worth 77.29%.Extent area of mangroves in 2001 is 540,72 hectares increase to 822,24 hectaresin 2010. Mangrove biomass potential in 2001 is 46,6 tons/hectare increase to 53,49tons/hectare in 2010. Density of mangrove vegetation in 2001 is 55,78% decrease to8,43% in 2010.Key words: Biomass, Extent area, Mangrove, NDVI.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->