Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Macam-macam Terapi

Macam-macam Terapi

Ratings: (0)|Views: 136|Likes:

More info:

Published by: Galang Ilham Yaumil Akhir on Mar 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/29/2014

pdf

text

original

 
1
Balai Pengembangan Pendidikan Khusus (BP-DIKSUS) Provinsi Jawa Tengahmerupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, yang mempunyai tugas sebagai wadah untuk memberikan pendidikan,pelatihan dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus agar dapat mandiri, memperolehpendidikan dan ketrampilan yang layak.BP-DIKSUS juga menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi guru-guru SLBse-Jawa Tengah.Selain hal itu BP-DIKSUS mempunyai pusat terapi bagi anakberkebutuhan khusus. Layanan terapi tersebut meliputi Terapi Okupasi, TerapiSensori Integrasi, Terapi Wicara, Terapi ADL (Aktifitas keseharian), Terapi Perilaku,Orthopedagogik
(Remidial Teaching),
Fisioterapi, Terapi Musik dan TerapiAkupresur dan Akupuntur.
1.
 
 Terapi Okupasi
 
 Terapi okupasi umumnya menekan pada kemampuan motorik halus,selain itu terapi okupasi juga bertujuan untuk membantu seseorangagar dapat melakukan kegiatan keseharian, aktifitas produktifitas danpemanfaatan waktu luang.
 
 Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensori atau motorik ataukombinasinya untuk memperbaiki kemampuan anak untuk merasakansentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Terapi juga meliputi permainandan keterampilan sosial, melatih kekuatan tangan, genggaman,kognitif dan mengikuti arah.
 
 Terapi okupasi diperlukan oleh anak/orang dewasa yang mengalamikesulitan belajar, hambatan motorik (cedera, stroke,
traumatic braininjury
), autisme,
sensory processing disorders,
cerebral palsy, downsyndrome,
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), geneticdisorders
, asperger’s syndrome, kesulitan belajar, keterlambatanwicara, gangguan perkembangan (Cerebal Palsy/CP),
PervasiveDevelopmental Disorder (PDD)
dan keterlambatan tumbuh kembanglainnya.
2.
 
 Terapi Sensori Integrasi
 
Sensori integrasi berarti kemampuan untuk mengolah dan mengartikanseluruh rangsang sensoris yang diterima dari tubuh maupunlingkungan, dan kemudian menghasilkan respons yang terarah.Aktivitas fisik yang terarah, bisa menimbulkan respons yang adapti
 
2
yang makin kompleks. Dengan demikian efisiensi otak makinmeningkat.
 
 Terapi sensori integrasi meningkatkan kematangan susunan sarapusat, sehingga ia lebih mampu untuk memperbaiki struktur danfungsinya.
 
Aktivitas sensori integrasi merangsang koneksi sinaptik yang lebihkompleks , dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untukbelajar.
 
Layanan terapi ini dapat diterapkan pada:Anak dengan gangguan perilaku,
Autism Spectrum Disorder(ASD),
Down Syndrome,
Attention Deficit Hyperactivity Disorder(ADD/ADHD),
Asperger’s Syndrome, Kesulitan Belajar,Keterlambatan wicara, Gangguan perkembangan (Cerebal Palsy/CP),
Pervasive Developmental Disorder (PDD)
dan keterlambatanperkembangan lainnya.
3.
 
 Terapi Wicara
 
 Terapi Wicara adalah layanan terapi yang membantu bekerja padaprinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau ganguanpada berbahasa dan berbicara bagi orang dewasa maupun anak.
 
 Terapi wicara bertujuan untuk membantu seseorang yang mengalamigangguan komunikasi, seperti :
 
Anak-anak dengan gangguan berbahasa reseptis (tidakmengerti)
 
Anak-anak dengan gangguan berbahasa ekspresif (sulitmengungkapkan keinginannya dalam berbicara)
 
Anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang khusus(autisme, down syndrome, tuna rungu-wicara)
 
Anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara
(speechdelay).
 
Anak-anak yang mengalami gangguan artikulasi gagap
 (stuttering),
cadel, dst
 
Anak-anak dan orang dewasa yang baru selesai menjalanioperasi celah bibir (
cleft lip
/sumbing) dan celah langit-langit
(cleft palate).
 
Serta gangguan bahasa pada orang dewasa seperti pasca strokeyang mengalami kehilangan berbahasa (Afasia).
 
3
4.
 
 Terapi ADL (Aktifitas Keseharian)
 
Salah satu bentuk layanan terapi yang membantu anak-anak untukdapat melakukan aktifitas keseharian seperti makan, minum,berpakaian, bersepatu, bersisir, mandi, aktifitas toileting, dst secaramandiri.
 
Layanan terapi ADL ini pada umumnya diberikan oleh seorangOkupasi Terapis.
 
Layanan terapi ini dapat diterapkan bagi anak berkebutuhan khusussehingga anak dapat mandiri dalam kesehariannya.
5.
 
 Terapi Perilaku
 
 Terapi perilaku, berupaya untuk melakukan perubahan pada anakautistik dalam arti perilaku yang berlebihan dikurangi dan perilakuyang berkekurangan (belum ada) ditambahkan.
 
 Terapi perilaku yang dikenal di seluruh dunia adalah
AppliedBehavioral Analysis
yang diciptakan oleh O.Ivar Lovaas, PhD dariUniversity of California Los Angeles (UCLA).
 
Dalam terapi perilaku, fokus penanganan terletak pada pemberianreinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai instruksiyang diberikan. Tidak ada hukuman
(punishment)
dalam terapi ini,akan tetapi bila anak berespons negatif (salah/tidak tepat) atau tidakberespons sama sekali maka ia tidak mendapatkan
reinforcement
 positif yang ia sukai tersebut. Perlakuan ini diharapkan meningkatkankemungkinan anak untuk berespons positif dan mengurangikemungkinan ia berespons negatif (atau tidak berespons) terhadapinstruksi yang diberikan.
 
Layanan terapi ini umumnya diperuntukan untuk anak dengangangguan perilaku, pemusatan pemikiran dan hiperaktifitas (ADHD),ADD, maupun autisme.
6.
 
Orthopegagog
(Remedial Teaching)
 
Orthopedagog adalah terapi untuk mengatasi kesulitan belajar khususpada anak. Kesulitan-kesulitan ini umum terjadi pada anak-anak usiasekolah dan bisa dideteksi oleh orang tua atau guru, ketika anakmenunjukkan beberapa gejala tertentu.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->