3
tatanan yang dilakukan dengan reorganisasi diri secara kontinyu agarsenantiasa dapat menjaga interkoneksitas dengan lingkungannya.Kualitas tatanan dapat dilihat berdasarkan 3 (tiga) kriteria;
Pertama,
adalah tatanan yang mampu memberikan keadilan kepadasemua komponen pembentuknya. Keadilan diwujudkan dalam bentukpenyediaan berbagai pilihan kepada masyarakat di bidang sosial,ekonomi dan budaya. Selain itu, masyarakat memiliki kemandirian untukmelakukan pilihan termasuk penyaluran aspirasinya. Dalam tatanankehidupan yang demikian semua kelompok masyarakat berperan sertadalam pembangunan, sehingga dapat menikmati keberadaannya dalamtatanan tersebut.
Kedua,
adalah tatanan yang mampu meningkatkaninterkoneksitas baru yang dapat menciptakan sumber daya baru.
Ketiga,
tatanan memiliki
self-organizing capacity
yang besar sehingga mampumenyesuaikan diri, beradaptasi secara kreatif dengan tuntutan baruakibat adanya perubahan lingkungan. Namun perubahan yang terjadiharus tetap mengacu pada identitas tatanan itu sendiri.Dalam paradigma pembangunan yang demikian, pelakupembangunan adalah tatanan itu sendiri dalam hal ini masyarakatnya.Masyarakatlah yang membangun tatanannya atau membangun dirinyasendiri.Demikian
pula esensi yang terkandung dalam Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, menegaskanperlunya demokratisasi, pemberdayaan masyarakat
(empowering people)
, pelayanan prima dan hubungan eksekutif-legislatif yangdidasarkan sinergisme. Hal ini tentu sangat berpengaruh kepada prosesmanajemen pembangunan di daerah, mulai dari aspek perencanaan,pelaksanaan, sampai kepada pengendalian dan pengawasannya yangkesemuanya bermuara kepada terwujudnya Tata Pemerintahan yangBaik
(good governance)
. Perwujudan tersebut tentunya memerlukan
Leave a Comment