Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pelaksanaan pancasila

pelaksanaan pancasila

Ratings: (0)|Views: 32 |Likes:
Published by irwin andriyanto

More info:

Published by: irwin andriyanto on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

 
MELAKSANAKAN PANCASILA DI ORDE REFORMASIWinarno
A. Pendahuluan
Era reformasi ini ada gejala Pancasila ikut “terdeskreditkan” sebagai bagian dari pengalaman masa lalu yang buruk. Sebagaisuatu konsepsipolitik Pancasila pernah dipakai sebagai legitimasi ideologis dalammembenarkan negara Orde Baru dengan segala sepak terjangnya. Sungguhsuatu ironi sampai muncul kesan di masa lalu bahwa mengkritikpemerintahan Orde Baru dianggap “anti Pancasila“. Jadi sulit untuk dielakkan jika muncul pendeskreditan atas Pancasila dimasakini. Pancasila ikut disalahkan dan menjadi sebab kehancuran. Oranggamang untuk berbicara Pancasila dan merasa tidak perlu untukmembicarakannya. Bahkan bisa jadi orang yang berbicara Pancasiladianggap ingin kembali ke masa lalu. Anak muda menampakkan kealpaan bahkan phobia-nya apabila berhubungan denganPancasila. Salah satunyaditunjukkandari pernyataan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan PemudaIndonesia M Danial Nafis pada penutupan Kongres I GMPI di Asrama HajiPondok Gede, Jakarta, Senin, 3 Maret 2008 bahwa kaum muda yangdiharapkan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ternyata abai denganPancasila. Pernyataan ini didasarkan padahasil survey yang dilakukan olehaktivis gerakan nasionalistersebutpada 2006 bahwa sebanyak 80 persenmahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Sebanyak 15,5 persen responden memilih aliran sosialismedengan berbagai varian sebagai acuan hidupdan hanya 4,5 persenresponden yangmasih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandanganhidup berbangsa dan bernegara(Kompas, 4 Maret 2003)
 
2
Di sisi lain, rezim reformasi sekarang ini juga menampakkan diri untuk“malu-malu” terhadap Pancasila. Jika kita simak kebijakan yang dikeluarkanataupun berbagai pernyataan dari pejabat negara , mereka tidak pernah lagimengikutkan kata-kata Pancasila. Halini jauh berbeda dengan masa OrdeBaru yang hampir setiap pernyataan pejabatnya menyertakan katakataPancasilaMenarik sekali pertanyaan yang dikemukakan Peter Lewuk yaituapakahRezimReformasi ini masih memiliki konsistensi dan komitmenterhadap Pancasila?Dinyatakan bahwa Rezim Reformasi tampaknya ogahdan alergi bicara tentang Pancasila. Mungkin rezim Reformasi mempunyaicara sendiri mempraktikkan Pancasila. Rezim ini tidak ingin dinilaimelakukan indoktrinasi Pancasila dan tidak ingin menjadi seperti duarezim sebelumnya yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi kekuasaanuntuk melegitimasikan kelanggengan otoriterisme Orde Lama danotoriterisme Orde Baru (Media Indonesia, Kamis, 31 Juni 2007)Saat ini orang mulai sedikit- demi sedikit membicarakan kembaliPancasiladan menjadikannya sebagai wacana publik.Beberapa istilah barudiperkenalkan untuk melihat kembali Pancasila.Kuntowijoyo memberikanpemahaman baru yang dinamakan radikalisasi Pancasila (Kompas,20Februari 2001).Azyumardi Azra menggunakan istilah rejuvenasiPancasila(Kompas, 17 Juni 2004). Koento Wibisono mengatakan perlunya reposisi danreorientasi Pancasila (Makalah Pelatihan Nasional Dosen Pancasila . 2004).Simposium Hari Lahir Pancasila di Kampus FISIP UI Depok tanggal 31 Mei2006 menggunakan istilah restorasi Pancasila. Ada pula yang menggunakanistilah “dekontruksi” Pancasila (Santoso. 2003) Jika menyimak istilah-istilah yang dipakai diatas, nampaknyaPancasila ingin diberlakukan “kembali” (re/de)tetapi dengan pemahamanyang boleh dikatakan baru atau tidak lagi seperti masa lalu. Wacana inimenjadi penanda bahwa Pancasila bukanlah yang pantas ikut disalahkan
 
3
tetapi lumrah untuk terus dibicarakan.Sekaliguspula mengimplikasikanadanya kesamaan pandangan bahwa Pancasila dengan pemaknaan baru ituperlu dilaksanakan dalam kehidupan bernegara. Istilah lain yang munculadalah bagaimana selanjutnya Pancasila itu dioperasionalkan, dipraktekkan,difungsikan atau dikebumikan.Sesungguhnya jika dikatakan bahwa rezim sekarang alergi terhadapPancasila tidak sepenuhnya benar. Pernyataan besar dari negara mengenaiPancasila menurut penulis dewasa ini adalah dikeluarkannya ketetapanMPR No XVIII/ MPR /1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI No II /MPR / 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (EkaPrasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagaidasar Negara. Pada pasal 1 Ketetapan tersebut dinyatakan bahwa Pancasilasebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945adalah
dasar negara
dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harusdilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.Dokumenkenegaraan lainnya adalah Peraturan Presiden No 7 tahun 2005 tentangRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009.Salah satu kutipan dari dokumen tersebutmenyatakan bahwa dalam rangkaStrategi Penataan KembaliIndonesia,bangsa Indonesia ke depan perlusecara bersama-sama memastikan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tidak lagi diperdebatkan. Untuk memperkuatpernyataan ini, Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyonopadasalahsatu bagian pidatonya yang bertajuk "Menata Kembali Kerangka KehidupanBernegara Berdasarkan Pancasila" dalam rangka 61 tahun hari lahir Pancasilameminta semua pihak untuk menghentikan perdebatan tentang Pancasilasebagai dasar negara, karena berdasarkan Tap MPR No XVIII /MPR/1998,telah menetapkan secara prinsip Pancasila sebagai dasar negara. (Kompas, 1 Juni 2006)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->