• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
ILMU DAN BAHASA
Parlindungan Pardede
Pendahuluan
Ilmu dan bahasa merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Bahasa berperan pentingdalam upaya pengembangan dan penyebarluasan ilmu. Setiap penelitian ilmiah tidak dapatdilaksanakan tanpa menggunakan bahasa, matematika (sarana berpikir deduktif) danstatistika (sarana berpikir induktif) sebagai sarana berpikir (Sarwono, 2006: 13). Upaya-upaya penyebarluasan ilmu juga tidak mungkin dilaksanakan tanpa bahasa sebagai mediakomunikasi. Setiap forum ilmiah pasti menggunakan bahasa sebagai sarana utama.Aktivitas-aktivitas yang diarahkan untuk memahami, mengeksplorasi, dan mendiskusikankonsep-konsep ilmu tidak dapat diselenggarakan tanpa melibatkan bahasa sebagai sarana.Makalah ini membahas konsep-konsep dan paradigma tentang ilmu dan bahasasebagai landasan untuk memahami peran penting bahasa dalam pengembangan ilmu,karakteristik bahasa yang mendukung pengembangan ilmu, dan upaya-upaya yang dapatdilakukan untuk mengembangkan bahasa sebagai pendukung pengembangan ilmu.Pembahasan diawali dengan memaparkan hakikat ilmu dan bahasa sebagai titik tolak dandilanjutkan dengan pembahasan tentang peran bahasa dalam pengembangan ilmu, yangmenyoroti hubungan bahasa dan pikiran dan bahasa sebagai media komunikasi. Setelah itu, pembahasan dilanjutkan dengan mengupas karakteristik bahasa yang mendukung pengembangan ilmu dan diakhiri dengan gambaran singkat tentang gebrakan Pusat Bahasauntuk mendorong bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mendukung pengembangan ilmu.
Hakikat Ilmu
Ilmu (
 science
) dan pengetahuan (
knowledge
) merupakan dua bidang yang berbeda.Pengetahuan (
knowledge
) merupakan kumpulan upaya dan pemahaman, pikiran, perasaan,dan pengalaman yang diperoleh manusia ketika berinteraksi dengan orang lain dan alamsekitarnya, yang kemudian diabstraksi dalam bentuk pernyataan, ungkapan artistik, teori,dalil, rumus atau hukum. Pengertian ini selaras dengan penjelasan Suriasumantri (1990:293) bahwa “...
knowledge
... merupakan terminologi generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti filsafat, ekonomi, seni, beladiri, cara menyulam, dan biologi...“. Menurut Hornby (1994: 760), Ilmu (
 science
) merupakan pengetahuan yangdisusun secara teratur (sitematis), khususnya pengetahuan yang diperoleh melaluiobservasi, dan pengujian fakta. Selaras dengan itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring(2008) mendefinisikan ilmu sebagai “pengetahuan tentang suatu bidang yg disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejalatertentu di bidang (pengetahuan) itu.” Secara lebih terperinci, Allot (1989) membatasi ilmusebagai: “A branch of study which is concerned with either a connected body of demonstrated truths or with observed facts systematically classified and more or lesscolligated by being brought under general laws and which includes trustworthy methodsfor the discovery of new truth within its own domain...”
 
Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan di atas juga didukung oleh Sandjaja danHeriyanto (2006: 5-6) dengan mengatakan bahwa pengetahuan (
ordinary knowledge
)merupakan sesuatu yang diketahui ‘langsung dari pengalaman, berdasarkan panca indera,dan olahanakalbudi yang spontan. Pengetahuan mencakup segala sesuatu yang dilihat,didengar, dikecap, dicium, diraba, dan hadir dalamkesadaran kita. Pengetahuan seperti ini biasanya bersifat spontan, subjektif atau intuitif. Sedangkan ilmu (pengetahuan ilmiah)merupakan pengetahuan tentang suatu bidang tertentu yang telah disusun secara metodis,sitematis, dan koheren. Ilmu diperoleh dari berbagai upaya yang dilakukan untuk menyelidiki dan mengembangkan pemahaman manusia tentang dunia fisik dan fenomenayang berlangsung di dalamnya. Melalui metode-metode ilmiah yang dirancang secarasistematis, para ilmuwan menggunakan bukti-bukti fisik yang teramati tentang gejala-gejala alam untu mengumpulkan data, dan menganalisis data tersebut untuk menjelaskanfenomena dimaksud. Metode-metode tersebut mencakup observasi, eksperimen, maupun pengamatan berperan serta. Dengan demikian, ilmu adalah pengetahuan yang diperolehmelalui penelitian.Berdasarkan beberapa definisi dan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa ilmumerupakan bagian pengetahuan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan terhadapsatu bidang permasalahan dengan menggunakan metode penelitian yang terpercaya untuk memperoleh kebenaran baru yang berhubungan dengan bidang tersebut yang kemudiandisusun secara sistematis dan koheren. Berdasarkan definisi ini,dapat dikatakan bahwailmu memiliki empat ciri: diperoleh dari penelitian yang dilakukan dengan metode tertentudan langkah-langkah yang sistematis, mencakup satu bidang tertentu dari kenyataan, dandisusun secara koheren.
Hakikat Bahasa
Bahasa adalah media (sarana) yang digunakan untuk berbicara, menulis, dan berpikir. Bahasa merupakan alat yang paling penting dalam hidup manusia. Bahasamembuat manusia mampu mendominasi mahluk lain dimuka bumi, baik yang berada didarat, laut, maupun udara.Berbagai definisi tentang bahasa pada umumnya menyoroti dua aspek terpenting:fungsional dan formal. Aspek fungsional merujuk pada fungsi bahasa yang begitu pentingdalam kehidupan masyarakat manusia, yaitu sebagai media yang dimiliki bersama dandigunakan untuk mengkomunikasikan pendapat, gagasan dan perasaan. Aspek formalmerujuk pada sistem atau kaidah-kaidah (tata bahasa) yang digunakan untuk membentuk  bunyi menjadi kata dan memadu kata-kata menjadi kalimat yang bermakna. Aspek formalmenurut Miller (1974: 8), meliputi tiga unsur: fonologi, sintaksis, dan semantik. Keduaaspek ini terungkap dengan jelas dalam definisi
The Random House Dictionary of the English Language
(dalam Brown, 1987: 4), yang menyatakan bahasa sebagai “… any setor system of linguistic symbols as used in a more or less uniform fashion by a number of  people who are thus enabled to communicate intelligibly with one another.” Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (2008) mendefinisikan bahasa sebagai “sistem lambang bunyiyang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.” Hal yang sama juga mendapat penekanandalam definisi yang diutarakan oleh Wardaugh (1972: 3): “Language is a system of 2
 
arbitrary vocal symbols used for human communication.”, definisi yang diajukan Pusch(1979: 3): “Language is the systematic, structured verbal and, in most cases, written codeused for communication among a group of people.” maupun definisi Nielsen dan Nielsen(1979: 3) yang mengatakan bahwa bahasa adalah: “… a hierarchical system of arbitrarysymbols related to each other by rules and used by humans for communication andsocialization.”Sistem (tata bahasa) setiap bahasa biasanya dibangun secara hirarkis oleh lima unsur yang: fonem, morfem, sintaksis, dan semantik. Fonem merupakan unsur terkecil dari bunyi ucapanyang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. Sebagai contoh, kata
ular 
dan
ulas
memiliki arti yang berbeda karena perbedaan pada fonem /r/ dan /s/. Kata
tadi
dan
tari
memiliki arti yang berbeda karena perbedaan pada fonem /d/ dan /r/. Morfemmerupakanunsur terkecil dari pembentukan kata dan disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata pradugamemiliki dua morfem yaitu /pra/ dan /duga/. Kata
duga
merupakan kata dasar penambahanmorfem /pra/ menyebabkan perubahan arti pada kata
duga
. Sintaksis merupakan proses penggabungankatamenjadikalimatberdasarkan aturan sistematis yang berlaku pada  bahasa tertentu. Dalam bahasa Indonesia terdapat aturan SPO atausubjek - predikat-objek . Aturan ini berbeda pada bahasa yang berbeda, misalnya pada bahasa Belanda dan Jermanaturan pembuatan kalimat adalah kata kerja selalu menjadi kata kedua dalam setiapkalimat. Hal ini berbeda dengan bahasaInggrisyang memperbolehkan kata kerja diletakan bukan pada urutan kedua dalam suatu kalimat.Semantik merupakan bidang yangmempelajari arti dan makna dari suatu bahasa yang dibentuk dalam suatukalimat.Makna atau pesan yang disampaikan dalam komunikasi tidak hanya disalurkanmelalui keempat unsur bahasa di atas, tetapi juga melalui unsur-unsur komunikai non-verbal. Dalam komunikasi, unsur-unsur verbal yang disusun oleh fonem, morfem,sintaksis, dan semantik membentuk ‘the-whatyang diucapkan, sedangkan unsu paralanguage membentuk ‘the-how’. Unsur komunikasi non-verbal terdiri dari
 paralanguage
dan bahasa tubuh (
body language
). Unsur 
 paralanguage
mencakup intonasi,tempo, ritme, dan penekanan (
accentuation
), sedangkan unsur bahasa tubuh, antara lainterdiri dari ekpresi wajah, tatapan mata, gerak-gerik tubuh, cara duduk, berdiri, pakaiandan lain-lain. Pentingnya memahami unsur paralanguage dalam komunikasi dapat dilihat,misalnya, dalam pengucapan kata “Bagus”, dengan intonasi yang berbeda. Dengan intonasiyang tepat, kata itu bisadigunakan untuk mengungkapkan pujian atau, sebaliknya, ejekan.Contoh yang lain dapat dilihat pada perubahan makna hanya karena penggunaan intonasiyang berbeda dalam dua kalimat berikut (Nisen and Nielsen, 1979).Woman, without her man, is nothing.Woman, without her, man is nothing.Bahasa tubuh merupakan unsur komunikasi yang sangat kompleks. Gerak-gerik tubuh yang mungkin dilakukan seseorang saja bisa mencapai 700,000 jenis, sehinggamengklasifikasikannya merupakan tugas yang sulit. Oleh karena itu, untuk tujuan praktisdalamkomunikasi, kita hanya perlu memahami bahasa tubuh yang lazim digunakan saja(National Literacy Trust, 2008). Sebagai contoh, untuk menunjuk, orang Amerika3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...