Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Referat Tata Cara Pengumpulan, Penyimpanan dan Penyerahan Barang Bukti pada tubuh korban

Referat Tata Cara Pengumpulan, Penyimpanan dan Penyerahan Barang Bukti pada tubuh korban

Ratings: (0)|Views: 784|Likes:
Forensik
Forensik

More info:

Published by: Diniy Miftahul Muthmainnah on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar belakang
Menurut Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 tahun2010 dikatakan bahwa, Barang Bukti adalah benda bergerak atau tidak bergerak, berwujudatau tidak berwujud yang telah dilakukan penyitaan oleh penyidik untuk keperluanpemeriksaan dalam tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.Barang bukti dapat berupa benda yang bergerak dan yang tidak bergerak.
1
Dalam hal yang menjadi objek dari suatu tindak pidana itu tubuh manusia , makatubuh manusia itu baik dalam keadaan hidup maupun sudah mati pada hakekatnya adalahbarang bukti.
2
Di masyarakat, kerap terjadi peristiwa pelanggaran hukum yang menyangkuttubuh dan nyawa manusia. Untuk pengusutan dan penyidikan serta penyelesaian masalahhukum di tingkat lebih lanjut sampai akhirnya pemutusan perkara di pengadilan, diperlukanbantuan berbagai ahli di bidang terkait untuk membuat jelas jalannya peristiwa sertaketerkaitan antara tindakan yang satu dengan yang lain dalam rangkaian peristiwa tersebut.Dokter yang berbekal pengetahuan kedokteran forensik yang dimilikinya diharapkanmembantu proses peradilan yang menyangkut tubuh korban dan barang bukti yang adapadanya.
3
Maka dari itu setiap dokter sangat perlu untuk memahami tentang tata carapengumpulan, penyimpanan dan penyerahan barang bukti yang ada di tubuh korban, terutamadalam hal perkara pidana.
 
1.2
 
Batasan masalah
Pembahasan referat ini dibatasi pada definisi, klasifikasi, fungsi, teknik pengumpulan,teknik penyimpanan, serta teknik penyerahan barang bukti di tubuh korban.
1.3
 
Tujuan penulisan
Referat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai Tata CaraPengumpulan, Penyimpanan, dan Penyerahan Barang Bukti di Tubuh Korban.
1.4
 
Metode penulisan
Referat ini merupakan tinjauan kepustakaan yang merujuk kepada berbagai literatur.
 
2
BAB II
 
TINJAUAN PUSTAKA2.1. Barang Bukti
 
2.1.1. Definisi Barang Bukti
 Istilah barang bukti dalam perkara pidana yaitu barang mengenai mana delik dilakukan (obyek delik) dan barang dengan mana delik dilakukan yaitu alat yang dipakaiuntuk melakukan delik misalnya pisau yang dipakai menikam orang. Termasuk juga barangbukti ialah hasil dari delik. Misalnya uang negara yang dipakai (korupsi) untuk membelirumah pribadi, maka rumah pribadi itu merupakan barang bukti, atau hasil delik.
4
Menurut Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 tahun2010 dikatakan bah
wa, “Barang Bukti adalah benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud
atau tidakberwujud yang telah dilakukan penyitaan oleh penyidik untuk keperluan
 pemeriksaan dalam tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.”
 
1
Dalam hal yang menjadi objek dari suatu tindak pidana itu tubuh manusia , makatubuh manusia itu baik dalam keadaan hidup maupun sudah mati pada hakekatnya adalahbarang bukti pula.
2
Akan tetapi berbeda dengan barang bukti lainnya, tubuh manusia tidak dapat disitakemudian disimpan dalam gudang barang bukti, yang selanjutnya diajukan dalampemeriksaan atas perkaranya disidang pengadilan, melainkan sesaat setelah ditemukan,penyidik segera mengajukan permintaan keteranagn kepada ahli kedokteran kehakiman ataudokter dan atau ahli lainnya mengenai sebab luka atau matinya orang tersebut. Kewenanganpenyidik tersebut di atur dalam pasal 133 ayat (1) KUHAP.
2
Memperhatikan Pasal 133 KUHAP beserta penjelasannya, maka dapat disimpulkanbahwa :Keterangan mengenai barang bukti ( tubuh manusia yang masih hidup ataupun mayat ), yangdiberikan oleh Ahli Kedokteran Kehakiman, adalah menjadi alat bukti yang sah sebagai
“Keterangan ahli” sebagai mana dimaksud dalam Pasal 184 KUHAP.
2
Selanjutnya apabila dikaitkan Pasal 120, Pasal 184 serta Pasal 186 KUHAP , terlihat bahwahasil pemeriksaan oleh ahli
 – 
ahli lainnya ( selain dari ahli kedokteran kehakiman ) yang
 
3
lazimnya disebut Expertise, misalnya hasil pemeriksaan terhadap bagian
 – 
bagian tertentudari tubuh manusia ( darah,air mani,rambut dan sebagainya ) atau hasil pemeriksaan benda-benda tertentu (serbuk,senjata api,uang palsu dan sebagainya ) apabila diberikan secara lisandi sidang pengadilan,makan akan menjadi keterangan ahli sebagai mana tersebut dalam Pasal184 KUHAP.
2
2.1.2. Fungsi Barang Bukti Dalam Proses Pidana
Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 Pasal 6 Ayat (2) tentang ketentuan-ketentuan
 – 
ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman menyebutkan bahwa tiada seorang juapun dapat dijatuhi pidana kecuali apabila karena alat pembuktian yang sah menurutUndang-Undang Hakim mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapatbertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya.
2
Pada pasal 183 KUHAP menyatakan bahwa hakim tidak boleh menjatuhkan pidanakepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah iamemperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan terdakwalah yangbersalah melakukannya.
2
2.1.3 Klasifikasi Barang Bukti dalam Proses Pidana
Klasifikasi barang bukti menurut PERKAP No. 10 Tahun 2010 Pasal 4, 5, dan 6yaitu:
1
a.
 
Benda Bergerak Yaitu benda yang dapat dipindahkan dan/atau berpindah dari satu tempat ke tempatlain.Benda bergerak dapat dibagi bedasarkan sifatnya dan berdasarkan wujudnya.Berdasarkan sifatnya diklasifikasikan menjadi :-
 
mudah meledak;-
 
mudah menguap;-
 
mudah rusak; dan-
 
mudah terbakar.Sedangkan benda bergerak berdasarkan wujudnya dibagi menjadi :-
 
padat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->