Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Pendidikan Dalam Pembentukan Karakter Umat

Peran Pendidikan Dalam Pembentukan Karakter Umat

Ratings: (0)|Views: 148|Likes:
Published by Ahsan Elhusna
Salam....Semoga Bermanfaat
Salam....Semoga Bermanfaat

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Ahsan Elhusna on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
Peran Pendidikan Dalam Pembentukan Karakter Umat*
Oleh Ahsnaul Husna, Lc
Muqoddimah
Kerangka intelektual Islam adalah satu dasar yang sangat urgen dan bahkanmenjadi perioritas utama sebagai alat mediasi guna menunjang kesuksesan dankebangkitan umat. Wacana ini muncul ketika kita mengetahui bahwa problem umatIslam saat ini terletak pada kesenjangan yang sangat mencolok antara masa lalu umat danmasa kekinian, antara realitas dan aspirasi, antara potensi dan prestasi.Kesenjangan ini jelas tak akan bisa dipahami dan ditemukan solusi yang tepat jikakita hanya terus menerus berputar pada lingkaran setan. Artinya kebanyakan akademisikita kurang menaruh respek pada pola sejarah. Sehinga mereka buta akan penyebabkemunduran peradaban Islam sepanjang sejarah terlebih setelah masa
 Khilafah Arrasyidin,
 buta akan penyabab terjadinya penyimpangan di dalam tubuh umat ini yang berakhir pada perpecahan antara pemimpin intelektual (ilmuan) dan pemimpin politik dansocial kemasyarakatan (pemimpin negeri). Hingga pada akhirnya terjadilah apa yang kitasebut intelektual lemah dan politikus idiot. Karena itulah kenapa pemikir Islam Indonesiakita kehilangan faktor-faktor penggerak yang mampu menghidupkan umat ini, dankemampuan untuk memahami dimensi ruang dan waktu dalam mengelola warisankeislaman
(turats islami).
Seiring dengan itu, tidak mungkin kesenjangan ini bisa dipahami dan ditemukansolusinya jika usaha perbaikan itu bertumpu pada budaya tiruan dari barat, yang baru sajamasuk dan tumbuh kedalam tubuh umat ini. Sebab, hal itu hanya akan melahirkanmasalah yang sangat berbahya. Jauhnya umat ini dari mengenal betul dimensi waktu danruang di dalam tubuh umat. Dan secara natural akan kehilangan demensi khusus yangdimilki umat ini yang terdiri dari
„aqidah, jiwa
, historis dan peradaban. Yang sangatampuh memporak-porandakan bentuh system kemajuan baik dari segi administratif,ekonomi, sain, peradaban dan terlebih dorongan spiritual
(„aqidah)
. Kesemua aspek inimelemah sepanjang abad terutama sejak periode
kekhilafahan ustmaniah.
Berlanjutsampai melanda dunia Islam mulai dari Mesir yang diduduki oleh Napoleon pada 1798, Negara-negara Arab, sebagian India dan Asia tenggara seperti Malaka, yang segerasetelah konversinya ke Islam pada awal abad kelima belas telah menjadi pusat perdagangan dunia Islam serta pusat penyebaran ajaran Islam di dunia Melayu, telahdikuasi secara bergantian sejak 1511 oleh Portugis, Belanda dan Inggris hingga parokedua abad kedua puluh.
 
Dunia Islam memiliki sejarah panjang dan pertemuan-pertemuannya dengan Barat.Dan kedua peradaban ini telah saling mempengaruhi dalam proses itu. jika kita amatisecara umum awal pengaruh Barat terhadap dunia Islam, sebanarnya hanya pada saattertentu pengaruh itu mulai menggurita. Yaitu ketika dunia Islam tidak lagi memilikikekuatan batin atau spiritual yang kuat untuk menahan tantangan eksternal yangdihembus oleh peradaban Barat. Tidak seperti di masa lalu ketika vitalitas dan pemikirankreatif dunia Islam mampu untuk memadukan semua yang positif dari peradaban lainserta memiliki ketetapan hati. Hal ini disebabkan karena kelemahan batin serta serangandari kekuatan material barat yang begitu dahsyat, umat ini terbukti impoten untuk mengahadapi aliran deras peradaban Barat, meskipun kita sadari bukan tanpa penentangan yang keras. Inilah yang terjadi pada dunia Islam sejak awal abad kesembilan belas dan sampai sekarang.
1
 Akan tetapi kita patut bersyukur dan bergembira melihat komunitas pemuda Islamyang tersebar di seluruh universitas dan pusat-pusat kajian di dunis Islam, bahkan ditengah penduduk non Islam, Yang wujudnya sebagai kelompok pemuda yang beriman
 penuh dengan „akidah Islam. Sadar akan tanggung jawab seba
gai muslim dan sanggup berkorban demi semangat Islam yang terus menggema diperguruan tinggi tersebut.Penomena tersebut sungguh layak mendapatkan penghargaan dan sambutan dariorang-orang yang mempunyai perasaan tulus ikhlas kepada dunia Islam, karena AllahSwt dengan keagungan dan kemurahanNya telah menganugrah kepada umatNya yanglemah ini pemuda-pemuda yang tahu akan tanggungjawab. Mereka melaksanakantanggungjawab itu secara aktif dengan penuh kesadaran di semua bidang pendidikan,meskipun sistem pendidikan di seluruh dunia Islam sekrang ini dikuasai oleh corak  pemikiran dan tradisi barat.
 Kamu adalah bangsa (ummah) yang terbaik dari seluruh manusia; mengajak kepada kebaikan, mencegak kemungkaran dan beriman kepada Allah.
2
 
Kenapa umat Islam mundur dan umat lain maju ?
1.
 
Salah satu sebab yang paling mendasar keterbelakangan umat Islamadalah kebodohan, sehingga banyak diantara umat ini tidak mampu membedakan manatuak dan mana cuka, maka tak ayal tiba-tiba muncul pola pikir yang menyesatkan. Hal inimenjadi salah satu problema yang sangat sulit untuk dilawan.
1
.
Lihat Osman Bakar, Tauhid & Sain, alih bahasa Yuliani liputo dan M.S Nasrullah, (2008),hlm.328
2
.
Alquran, surah III, ayat 110
 
 
2.
 
Kemudian sebab berikutnya yang tidak kalah mengerikan adalah sok tau
(al-ilmu al-naqis).
Sifat ini lebih berbahaya dibandingkan hanya sekedar bodoh. Karenakebodohon apabila ditaqdirkan Allah seorang guru kepadanya dia akan sadar bahwa diaitu tidak tahu dan butuh seorang guru serta tidak banyak berfilosofi. Sedangkan jiwa yangsok tau dia tidak sadar, bahkan kadang tidak mau sadar jika dia itu orang yang tidak tahu.Seperti pepatah pernah mengatakan ;
“kamu diuji dengan orang gila lebih baik dari pada diuji dengan orang separuhgila.”
 Artinya, kita berhadapan dengan orang bodoh lebih baik dari pada berhadapandengan orang yang seolah-olah berilmu alias sok tau.3.
 
Sebab berikutnya adalah, kebobrokan moral. Kehilangan nilai-nilaikebajikan yang tertuang di dalam Al-
Qur‟
an, dan nilai-nilai luhur dan akhlak yang diwariskan oleh pendahulu umat ini. Karena dengan nilai-nilai inilah umat ini akan tahuapa yang mendorong umat terdahulu mencapai kegemilangan. Seperti kata seorang penyair arab Ahmad Syauqi :
“eksisnya sebuah negeri tergantung eksisnya akhlak 
 
Jika akhlaknya hilang maka hilanglah sebuah negeri itu”.
 Apalagi jika akhlak itu hilang dari jiwa para pemimpin umat ini. Merakamenyangka- kecuali hamba Allah yang dirahmati- bahwa masyarakat diciptakan untuk melayani segala bentuk keinginannya. Jika ada orang yang berusaha untuk meluruskankekeliruan mereka, tak ayal meraka dibekuk dan dilenyapkan. Inilah bentuk dari tirani pemimpin yang dictator.Satu hal yang sangat disayangkan adalah, justru situasi yang seperti ini para ulama penjilat (
Ulama Al-su
‟ 
) dan ulama hypocrite mengambil muka para pemimpin ini denganmengeluarkan fatwa murahan yang melegalkan perbuatan tirani pemimpin, sehinggadengan leluasa membantai para penyambung lidah rakyat yang dianggap keluar dari
 jam‟
ah dan tidak loyal pada pemimpin, dengan dalih menjaga persatuan hanya untuk mendapat kesengan sementara.
3
 
3
.
Al-amir Syakib Arsalan
 , “limaza taakharal muslimun wa lamaza taqaddama gairuhum”
, hal.63
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->