Prosiding Seminar Riptek Kelautan Nasional, 30-31 Juli 2003,
ISBN: 979-95802-5-0
OSL 113
τ
11
= komponen tegangan gesek yang bekerja pada bidangyang tegak lurus
x
1
dan searah
x
1
(m
2
/detik),
τ
12
= komponen tegangan gesek yang bekerja pada bidangyang tegak lurus
x
1
dan searah
x
2
(m
2
/detik),
τ
22
= komponen tegangan gesek yang bekerja pada bidangyang tegak lurus
x
2
dan searah
x
2
(m
2
/detik),Persamaan hidrodinamika diatas digunakan untuk mensimulasikan pola sirkulasi aruspada perairan yang dikaji. Persamaan (1.a) dan (1.b) mewakili hukum kekekalan momentum danmenggambarkan keseimbangan gaya pada fluida inkompresibel, dan secara khususmenggambarkan evolusi dari laju kecepatan arus pada lokasi tertentu. Sedangkan persamaan (2)mewakili kekekalan massa air dan menggambarkan evolusi dari permukaan laut.
2.2 Desain Simulasi Model Hidrodinamika
Simulasi model hidrodinamika dijalankan selama 45 hari dari 1 Maret hingga 15 April2001 berdasarkan lama waktu pengamatan fenomena sebaran Nitrogen di Kedung, Jepara.Simulasi model dilakukan dalam 3 tahap yaitu: model besar, model menengah, dan model kecil.Input yang digunakan sebagai nilai batas terbuka pada model besar adalah elevasi pasang surutyang diperoleh dari model pasut global (Global Tide Model) ORITIDE yang dibangun di
Ocean Research Institute, University of Tokyo
. Selanjutnya setiap tahapan model yang dilakukan akanmenghasilkan data keluaran berupa elevasi muka laut yang digunakan sebagai nilai batas padamodel yang lebih kecil, metode ini umumnya dikenal sebagai ’
Nested Model Technique
’.Penggunaan pasang surut sebagai pembangkit arus pada model ini didasarkan padapenelitian Kastoro (1987) di perairan Jepara, yang menyimpulkan bahwa pola arus yangbergerak di perairan pantai Jepara adalah didominasi oleh arus pasut.
a. Model Besar
Batas area model besar meliputi Semarang (110,43
°
BT dan 6,93
°
LS), Kep. Karimunjawa(110,43
°
BT dan 5,88
°
LS), Rembang (111,34
°
BT dan 6,70
°
LS), dan satu stasiun lautsebagai batas area model di sisi timur bagian utara memiliki koordinat (111,34
°
BT dan 5,88
°
LS). Total luas area sekitar 120 km x 108 km atau 12.960 km
2
. Area model besar ini dibagimenjadi grid dengan lebar
∆
x
=
∆
y
= 4000 meter. Simulasi dijalankan dengan langkah waktu
∆
t
= 12 detik.
b. Model Menengah
Batas area model menengah dimulai dari koordinat 110,50
°
BT hingga 110,72
°
BT, dan 6,45
°
LS hingga 6,92
°
LS). Total luas area sekitar 24 km x 52 km atau 1248 km
2
. Area modelmenengah ini dibagi menjadi grid dengan lebar
∆
x
=
∆
y
= 400 meter. Simulasi dijalankandengan langkah waktu
∆
t
= 8 detik.
c. Model Kecil
Total luas area model kecil sekitar 8 km x 11 km atau 88 km
2
, yaitu meliputi perairan pantaiKedung, Jepara. Data kecepatan arus hasil observasi pada bulan Maret 2001 di SungaiSerang, Kanal Kenceng, K. Gawe, dan K. Langgar digunakan sebagai nilai batas terbukasungai (lihat
Tabel 2
). Sedangkan pada batas terbuka laut digunakan elevasi muka laut yangdihasilkan dari simulasi model menengah Area model ini dibagi menjadi grid dengan lebar
∆
x
=
∆
y
= 100 meter. Simulasi dijalankan dengan langkah waktu
∆
t
= 4 detik.Daerah model besar, menengah, dan kecil dapat dilihat pada
Gambar 1
, sedangkandesain model hidrodinamika dapat dilihat pada
Tabel 1
.
Add a Comment