Penanggung Jawab:
Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Redaktur Ahli:
Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani, Al-Ustadz Abdul Haq, Al-Ustadz Abdul Jabbar
Koordinator:
Ristyandani
Sekretaris:
Abu Harits
Bendahara:
Taufk
Distribusi:
SlametWidodo
Alamat Redaksi:
Wisma Kun Salafyyan, Jl. Palagan Tentara Pelajar 99 RT 6 RW 34, SedanSariharjo, Ngaglik, Sleman
Telepon:
(0274) 7170587
E-mail:
pakis_jogja@yahoo.co.id
Diterbitkan di bawah Yayasan Asy Syariah denganAkta Notaris no.16 tanggal 31 Mei 2005
4
oleh sesuatu yang mereka tidak inginkan.Inilah kondisi seorang mukmin, berbuatkebaikan karena takut kepada Allah dankhawatir tidak memperoleh apa yang merekainginkan”.Al-Hasan Al-Bashri
t
menyatakan, “Seorang mu’minmengumpulkan antara perbuatan baik danrasa takut kepada Allah. Sedangkan seorang
munafk mengumpulkan antara perbuatan
jelek dan rasa aman dari siksa Allah.”
Tentang frman Allah,
ﰆﰅﰄﰃﰂ
“Dan orang-orang yang beriman denganayat-ayat Robb mereka”
Perlu diketahui bahwa berimandengan ayat-ayat Allah mencakup dua hal:1. Beriman dengan ayat Allah Al-Kauniyyah. Maksudnya beriman bahwasegala yang terjadi di alam ini dengantaqdir dan ketentuan Allah.2. Beriman dengan ayat Allah Asy-Syar’iyah. Maksudnya beriman kepadasyari’at yang Allah turunkan melalui Nabi. Ayat Allah Asy-Syar’iyahmengandung tida hal:a. Perintah Allah yang disyariatkan.Ini adalah perkara yang dicintaiAllah. b. Larangan Allah yangdisyari’atkan. Ini adalah perkarayang dibenci Allah.c. Kabar yang diberitakan olehAllah dalam syari’at-Nya.Kabar ini adalah benar dan tidak mungkin dusta sebab datangnyadari sisi Allah
l
.
Tentang frman Allah,
ﰌﰋﰊ ﰉ ﰈ
“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka(sesuatu apapun)”
Perlu diketahui bahwa tidak berbuatsyirik yang dimaksud dalam ayat ini adalahmakna yang menyeluruh dan mencakupsemua jenisnya. Artinya tidak berbuat syirik besar maupun kecil, baik yang jelas atautersembunyi. Ini adalah sifat seseorang yangmerealisasikan tauhid secara sempurna.Jika dinyatakan “tidak berbuat syirik” sedikit pun, berarti terlepas pula dari perbuatan bid’ah dan maksiat. Sebab berbuat bid’ahdan maksiat merupakan realisasi menjadikanhawa nafsu sebagai sesembahan selain Allah.Inilah yang disebut dengan syirik.
Coba perhatikan frman Allah
l
,
ُاَ و َ هُ ََ لِإَذ َّ اِن َ م َ ْ يَأَ ر َ فَأ
“Apa pendapatmu tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
ilah-nya
(sesembahannya).”
Wallahu a’lam bishshowaab.
Vol.6/03/1429H/2008
MEREALISASIKAN TAUHID
Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Pembahasan ini merupakan tema yang cukup menarik bagi seseorang yangberiman kepada Allah dan Rosul-Nya. Tentunya orang yang beriman ingin membuktikankeimanannya. Dengan demikian dia dinobatkan sebagai seorang mu’min sejati. Tidak ada jalan untuk mewujudkan harapan yang mulia ini melainkan dengan merealisasikantauhid kepada Pencipta Langit dan Bumi, yaitu Allah
l
.
Merealisasikan tauhid secarasempurna adalah dengan membersihkandan memurnikannya dari campuran syirik besar maupun kecil, baik yang jelas atautersembunyi. Peribadatan yang dilakukanharus bebas pula dari kebid’ahan dan dosa besar yang dilakukan dengan terus menerus.Maka seseorang yang berkemauan untuk merealisasikan tauhid secara sempurnaharus memenuhi kriteria sebagaimana yangdiutarakan lagi.Merealisasikan tauhid artinyamenunaikan dua kalimat syahadat dengansebaik-baiknya. Yang dimaksud yaitumentauhidkan Allah dalam perkararububiyah, uluhiyyah, serta nama dansifat-Nya. Termasuk pula mentauhidkanRosulullah
n
dalam perkara mengikutinya.Pengertiannya yaitu dia tidak mengikutikecuali Rosulullah
n
. Ini yang disebutdengan tauhid mutaba’ah.Seorang yang mengucapkan duakalimat syahadat hendaknya membersihkantauhid dari berbagai jenis kesyirikan dan dosa besar yang tidak disertai dengan bertaubat.Ini merupakan bentuk realisasi ucapantauhid Laa ilaha ilallah. Di samping itu diaharus berlepas diri dari segala kebid’ahan(mengada-adakan urusan agama yang tidak diajarkan oleh Rosulullah
n
). Ini merupakan bentuk realisasi ucapan tauhid MuhammadRosulullah. Inilah makna merealisasikantauhid secara sempurna.Di samping terbebas dari berbagai jenis kesyirikan baik yang besar maupun yangkecil, yang jelas maupun yang tersembunyi,seorang yang bertauhid harus terlepas darisegala kebid’ahan dan dosa besar yangdiperbuat dengan terus menerus tanpa bertaubat. Karena melaksanakan sebuahkebid’ahan berarti mempersekutukan Allahdengan hawa nafsu. Demikian pula maknayang terkandung dalam memperbuat sebuahdosa besar. Penjelasan ini diterangkan olehAsy-Syaikh Sholih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus-Syaikh di kaset pelajaran Kitabut-Tauhid.
Leave a Comment