Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Inovasi Pendidikan Dan Peran Guru

Makalah Inovasi Pendidikan Dan Peran Guru

Ratings: (0)|Views: 198|Likes:
Published by Riduansyah Prakasa

More info:

Published by: Riduansyah Prakasa on Mar 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/20/2013

pdf

text

original

 
MAKALAH INOVASI PENDIDIKAN DAN PERAN GURU
 A. Inovasi PendidikanInovasi pendidikan secara sederhana dapat dimaknai sebagai inovasi dalam bidangpendidikan. Menurut Ibrahim, (1988 : 51) inovasi pendidikan ialah suatu ide, barang,metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atausekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil invensi atau discovery, yang digunakanuntuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan. Dengandemikian inovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan/pembelajaran, iniberarti bahwa inovasi apapun yang tidak dapat meningkatkan kualitaspendidikan/pembelajaran tidak patut untuk diadopsi, dan dalam konteks ini peran guru akansangat menentukan dalam adopsi inovasi pada proses pendidikan/pembelajaran Olehkarena itu dalam menyikapi suatu inovasi, diperlukan suatu pemahaman yang baik tentangsubstansi inovasinya itu sendiri, hal ini dimaksudkan agar inovasi dapat benar-benar memberi nilai tambah bagi kehidupan.Dengan mengingat hal tersebut, maka dunia pendidikan sebagai suatu sub sistemkehidupan masyarakat perlu menyikapi dengan terbuka berbagai inovasi yang ada dalamdunia pendidikan, maupun yang terjadi dalam bidang kehidupan lainnya untuk berupayamengintegrasikannya agar dapat dicapai suatu kondisi pendidikan yang tidak tertinggaldengan perubahan yang terjadi di masyarakat sebagai akibat akumulasi inovasi.Namun demikian situasi di dunia pendidikan seperti sekolah, menurut penelitian Kim E.Dooley (Jurnal Educational Technology & Society 2(4) 1999.www.careo.org) cenderungsulit/lambat berubah seperti terlihat dari pernyataan berikut :
―The past three decades have been characterized by extreme sosial, political, economic,
and technological changes; but schools have not changed their basic organizationalstructure. Recognition that the curriculum and methodology of the past are unsuited for 
today’s world has prompted a call for a restructuring of education. We are currently in the―third wave‖ era (Toffler, 1981), the post
-industrial information age in which change
continuously takes place at all levels of society‖.
 kesulitan atau kelambatan berubah telah menjadikan dunia pendidikan banyak tertinggaldari perkembangan yang terjadi dalam bidang kehidupan lainnya seperti dunia bisnis,dimana inovasi telah menjadi nyawa yang menentukan bagi kehidupan bisnis, kajian-kajiantentang inovasi di bidang pendidikan banyak dilakukan, meskipun kontribusinya padapemahaman teoritis tentang difusi inovasi tidak begitu penting, hal ini tidak lain karena
 
sebagian besar keputusan inovasi bersifat kolektif dan berdasarkan otoritas, dan kurangdilakukan secara individual (optional innovation decision) (Rogers, 1983:62).Menurut House (1974) dalam proses penyebaran inovasi, kontak personal mempunyaikedudukan yang penting dalam difusi atau komunikasi inovasi, Kontak personal is essentialto the propagation of innovation. Lebih jauh House membagi inovasi ke dalam dua jenisdengan masing-masing mempunyai kelompok pemerannya sendiri-sendiri yaitu :1. Household innovation. Inovasi Rumah tangga (household) merupakan inovasi individu,seperti inovasi guru di kelas, dan bisaanya tersebar dari individu ke individu.2. Entrepeneurial innovation. Inovasi entrepreneur adalah inovasi yang mempunyai akibatlangsung bagi orang lain diluar adopter nya.lebih jauh House (1974) menyatakan bahwa praktisi Pendidikan dapat dikelompokan kedalam dua kelompok yaitu 1) Administrator (Principal/kepala sekolah danSuperintendent/pengawas), dan 2) Teacher. Dalam hal penerimaan atau sikap terhadapperubahan dan inovasi dua kelompok ini mempunyai pandangan dan sikap yang tidak selalusama, karena peran yang dimainkan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan berbeda danlingkungan kerja yang sering dijalani masing-masing juga berbeda. Administrator (Kepaladan Pengawas) lebih mudah menerima inovasi dibanding guru, inovasi oleh administrator merupakan inovasi entrepreneur, sedang inovasi oleh Guru adalah inovasi household. Lebihmudahnya inovasi oleh Administrator dibanding oleh Guru dikarenakan hal-hal berikut(House, 1974) :1. Sosial interaction inhibit diffusion across professional boundaries2. Teacher remain isolated in classroom which does not enhance the diffusion of new ideawithin the profession3. Never adopt innovation as a whole, only bits and pieces4. Passive adopter Sulitnya inovasi yang dilakukan oleh guru yang bergerak di tataran teknis, jelas akanmemberi pengaruh pada efektivitas pembaharuan/inovasi pendidikan dalam berbagaitingkatannya, baik tataran institusi maupun tataran manajerial. Oleh karena itu kebijakaninovasi pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan perlu mencermatikondisi ini, artinya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatankualitas profesionalisme Pendidik/guru perlu terintegrasi dengan upaya melakukan reformasipada tataran institusi dan manajerial, sehingga terjadi suatu interaksi yang kondusif bagitumbuhnya kreativitas, kinerja inovatif yang terlembagakan dalam suatu organisasi sekolah,ini berarti diperlukan upaya untuk melakukan restrukturisasi sekolah yang dapat
 
menciptakan organisasi sekolah yang selalu antisipatif dan terbuka pada perubahan,menurut Kim E. Dooley (Jurnal Educational Technology & Society 2(4) 1999,www.careo.org)
―Restructuring our 
schools involves deep and profound changes in the way the schoolsfunction. Restructuring defines what goes on within classrooms
 –
rethinking the way teachersteach, the way students learn, and the way we assess them. Restructuring also involves achange in the way schools are organized. Such reorganization requires redefining the rolesof teachers, administrators, parents, and students in the governance and management of 
schools‖
 esensi dari restrukturisasi pada kelembagaan sekolah adalah kesiapannya untuk berubah,dengan perubahan tersebut fungsi sekolah juga akan berubah yang berakibat padaperubahan dalam pembelajaran serta pengorganisasian sekolah. Kegiatan tersebut padadasarnya merupakan suatu proses dan bukan suatu kejadian, sehingga diperlukan upayayang terus menerus untuk menilai berbagai perubahan yang telah terjadi agar tetap adaptif terhadap tuntutan perubahan yang terjadi di masyarakat, serta berbagai inovasi yang terusberakumulasi yang perlu mendapat perhatian dari Lembaga Pendidikan, Hall dalam Kim EDooley (Jurnal Educational Technology & Society 2(4) 1999, www.careo.org) menyatakan :
―Change is a process rather than an event and should be examined by the various
motivations, perceptions, attitudes, and feelings experienced by individuals in relation tochange. Change entails an unfolding of experience and a gradual development of skill and
sophistication in use of an innovation. An individual’s concerns can move in developmental
progression from those typical of non-users of an innovation to those associated with fairlysophisticated use.Perubahan dalam kontek proses memerlukan motivasi, persepsi, sikap dan perasaaan yangpositif terhadap perubahan, sehingga inovasi yang berkembang dapat menjadikanorganisasi terus tumbuh dan berkembang dengan dukungan sumberdaya manusia yangsensitive dan tanggap terhadap perubahan dengan dukungan manajemen organisasi yangmendorong pada tumbuh dan berkembangnya pembelajaran dalam organisasi (LearningOrganization).Menurut Deal, Meyer&Scott (www.careo.org,1975) banyak hasil peneliti yang menyimpulkanbahwa karakteristik struktur organisasi atau lingkungan sekolah berkaitan dengan adopsiinovasi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->