Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hak Dan Kewajiban Tenaga Kerja Dan Perusahaan

Hak Dan Kewajiban Tenaga Kerja Dan Perusahaan

Ratings: (0)|Views: 102 |Likes:
cdfdf
cdfdf

More info:

Published by: Andi Muhammad Al-Qadri on Mar 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2013

pdf

text

original

 
Pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang hukum Perburuhan sebenarnya kita telah bisamengetahui apa hak dan kewajiban tenaga kerja dan perusahaan secara umum. Jadi, pada tulisanini akan dibahas secara khusus hak dan kewajiban tenaga kerja dan perusahaan.Menurut saya, karena hubungan antara tenaga kerja dan perusahaan merupakan hubungantimbal-balik maka ketika salah satu pihak mengerjakan kewajiban mereka maka hak pihak lainnya akan terpenuhi, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu pada tulisan kali ini hanya akanmemberikan penjabarkan kewajiban kedua belah pihak, yang mana jika kewajiban-kewajiban itudilaksanakan maka hak masing-masingpun akan terpenuhi.
Kewajiban Karyawan terhadap Perusahaan
 Ada tiga kewajiban karyawan yang penting. Yaitu kewajiban ketaatan, kewajibankonfidensialitas, dan kewajiban loyalitas.1.
 
Kewajiban ketaatanSeorang karyawan yang memasuki sebuah perusahaan tertentu memilikikonsekuensi untuk taat dan patuh terhadap perintah dan petunjuk yang diberikan perusahaan karena mereka sudah terikat dengan perusahaan. Namun demikian,karyawan tidak harus mematuhi semua perintah yang diberikan oleh atasanyaapabila perintah tersebut dinilai tidak bermoral dan tidak wajar.Seorang karyawan di dalam perusahaan juga tidak harus menaati perintah perusahaan tersebut apabila penugasan yang diberikan kepadanya tidak sesuaidengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya.2. Kewajiban konfidensialitasKewajiban konfidensialitas adalah kewajiban untuk menyimpan informasi yangsifatnya sangat rahasia. Setiap karyawan di dalam perusahaan, terutama yangmemiliki akses ke rahasia perusahaan seperti akuntan, bagian operasi, manajer,dan lain lain memiliki konsekuensi untuk tidak membuka rahasia perusahaankepada khalayak umum. Kewajiban ini tidak hanya dipegang oleh karyawantersebut selama ia masih bekerja disana, tetapi juga setelah karyawan tersebuttidak bekerja di tempat itu lagi. Sangatlah tidak etis apabila seorang karyawan pindah ke perusahaan baru dengan membawa rahasia perusahaannya yang lamaagar ia mendapat gaji yang lebih besar.3.
 
Kewajiban loyalitasKonsekuensi lain yang dimiliki seorang karyawan apabila dia bekerja di dalamsebuah perusahaan adalah dia harus memiliki loyalitas terhadap perusahaan. Diaharus mendukung tujuan-tujuan dan visi-misi dari perusahaan tersebut. Karyawanyang sering berpindah-pindah pekerjaan dengan harapan memperoleh gaji yang
 
lebih tinggi dipandang kurang etis karena dia hanya berorientasi pada materi belaka. Ia tidak memiliki dedikasi yang sungguh-sungguh kepada perusahaan ditempat dia bekerja. Maka sebagian perusahaan menganggap tindakan ini sebagaitindakan yang kurang etis bahkan lebih ekstrim lagi mereka menganggap tindakanini sebagai tindakan yang tidak bermoral.
Kewajiban Perusahaan terhadap Karyawan
 Selain membebani karyawan dengan berbagai kewajiban terhadap perusahan, suatu perusahaan juga berkewajiban untuk memberikan hak-hak yang sepadan dengan karyawan. Perusahaanhendaknya tidak melakukan praktik-praktik diskriminasi dan eksploitasi terhadap parakaryawannya. Perusahaan juga harus memperhatikan kesehatan para karyawannya, serta perusahaan hendaknya tidak berlaku semena-mena terhadap para karyawannya.Ada beberapa alasan mengapa diskriminasi dianggap tidak pantas di dalam perusahaan. Alasan-alasan tersebut antara lain adalah :1.
 
Diskriminasi bisa merugikan perusahaan itu tersendiri, karena perusahaan tidak  berfokus pada kapasitas dan kapabilitas calon pelamar, melainkan pada faktor-faktor lain diluar itu. Perusahaan telah kehilangan kemampuan bersaingnyakarena perusahaan tersebut tidak diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya.2.
 
Diskriminasi juga melecehkan harkat dan martabat dari orang yangdidiskriminasi.3.
 
Diskriminasi juga tidak sesuai dengan teori keadilan. Terutama keadilandistributif.Lawan kata dari diskriminasi adalah favoritisme. Favoritisme berarti mengistimewakanseseorang dalam menyeleksi karyawan, menyediakan bonus, dan sebagainya. Meskipun berbeda jauh dengan diskriminasi, favoritisme tetap dipandang tidak adil karena memperlakukan oranglain secara tidak merata. Namun di dalam hal-hal tertentu, favoritisme masih dapat ditolerir seperti dalam pengelolaan took kecil dan tempat-tempat peribadatan. Favoritisme tidak dapatditolerir lagi di dalam pemerintahan dan perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkanketrampilan dan kemampuan yang lebih terhadap para pegawainya. Prinsip ini juga bertentangandengan prinsip birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber.Perusahaan hendaknya juga mendistribusikan gaji secara adil terhadap seluruh karyawannya.Hendaknya perusahaan tidak hanya menggunakan evaluasi kinerja saja untuk menentukan gaji para karyawannya, tapi akan lebih etis lagi apabila perusahaan juga ikut memperhitungkan berapa kepala yang bergantung pada sang karyawan tersebut.Terakhir, perusahaan hendaknya juga tidak bertindak semena-mena dalam mengeluarkankaryawan. Menurut Garrett dan Klonoski ada tiga alasan yang lebih konkret untuk memberhentikan karyawan. Yaitu :1.
 
Perusahaan hanya boleh memberhentikan karyawan karena alasan yang tepat.
 
2.
 
Perusahaan harus berpegang teguh pada prosedur yang telah ditetapkansebelumnya.3.
 
Perusahaan harus membatasi akibat negative bagi karyawan sampai seminimalmungkin.
 
 
Selasa, 18 Desember 2012
Kewajiban Negara
 
Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 mengamanatkan agar: “Negara memprioritaskan
anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan
belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.” 
 
Hak dan Kewajiban Pemerintah Daerah
 
Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, danmengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Pasal 10 UURI No. 20 ahun 2003)
 
Di samping mempunyai berbagai hak tersebut, pemerintah juga mempunyaiberbagai kewajiban. Apabila mengkaji kembali Pasal 31 ayat (2) UUD 1945, makadapat dipahami bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk membiayaipendidikan dasar bagi setiap warga negara. Adapun pasal 31 ayat (5) UUD 1945
mengamanatkan agar “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan umat manusia.” Selanjutnya menurut pasal 11 UU
RI No. 20 Tahun 2003 bahwa :
 1.
 
Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dankemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutubagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->