Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PSAK 30 Akuntansi Sewa Guna Usaha

PSAK 30 Akuntansi Sewa Guna Usaha

Ratings: (0)|Views: 110|Likes:
Published by Achmad Fauzan

More info:

Published by: Achmad Fauzan on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/19/2014

pdf

text

original

 
PSAK No. 30 Akuntansi Sewa Guna Usaha
 
1 of 23
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 30AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA
 
Dalam rangka pengembangan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) menjadi StandarAkuntansi Keuangan (SAK), maka Pernyataan Prinsip Akuntansi Indonesia No. 6tentang
Standar Khusus
 
 Akuntansi Sewa Guna Usaha
telah disesuaikan seperlunyamenjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 30 tentang
 Akuntansi Sewa Guna Usaha
, yang telah disetujui dalam Rapat Komite Prinsip AkuntansiIndonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusatlkatan Akuntan Indonesia pada tanggal 7 September 1994.Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (
immaterial items
)Jakarta, 7 September 1994Pengurus Pusatlkatan Akuntan IndonesiaKomite Prinsip Akuntansi IndonesiaHans Kartikahadi KetuaJusuf Halim SekretarisHein G. Surjaatmadja AnggotaKatjep K. Abdoelkadir AnggotaWahjudi Prakarsa AnggotaJan Hoesada AnggotaM. Ashadi AnggotaMirza Mochtar AnggotaIPG. Ary Suta AnggotaSobo Sitorus AnggotaTimoty Marnandus AnggotaMirawati Soedjono Anggota
 
PSAK No. 30 Akuntansi Sewa Guna Usaha
 
2 of 23
KATA PENGANTARPerkembangan perekonomian Indonesia yang sedemikian pesat, khususnya sejakPemerintah menggalakkan program deregulasi dan debirokratisasi pada awaldasawarsa 1980-an, telah mendorong peningkatan kebutuhan yang mendesakterhadap dana investasi yang harus dipenuhi melalui berbagai alternatif sumberpembiayaan. Tidak terkecuali kebutuhan dana investasi yang dapat digali dari salahsatu alternatif sumber pembiayaan barang modal yang relatif baru di Indonesia,yaitu sektor leasing atau sewa guna usaha.Sejalan dengan perkembangan tersebut, timbul kebutuhan yang mendesak pulauntuk menyediakan standar akuntansi keuangan yang dapat digunakan sebagaipedoman untuk mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi sewa guna usahasebagai salah satu cara pembiayaan di samping cara-cara pembiayaan konvensionalyang lazim dilakukan melalui sektor perbankan dan pasar modal.Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang beriaku saat ini belum sepenuhnya dapatmemenuhi kebutuhan akan standar akuntansi keuangan untuk transaksi sewa gunausaha. Menyadari hal tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Asosiasi LeasingIndonesia (ALI), Direktorat Jenderal Moneter (DJM) serta Direktorat Jenderal Pajak(DJP) telah mengadakan kerjasama untuk menyusun Pernyataan ini, yangdituangkan dalam Piagam Kerjasama tertanggal 10 Nopember 1989.Berdasarkan Piagam Kerjasama tersebut, telah dibentuk suatu Tim Perumus untukmenyusun Standar Khusus Akuntansi Sewa Guna Usaha, dengan susunan anggotasebagai berikut:Ketua Drs. Jusuf Halim (IAI)Wakil Ketua Drs. Karnedi Djairan (DJM)Sekretaris Drs. Budi Purwanto (ALI)Anggota Drs. Taufieq Herman M.A (DJP)Anggota Drs. Bambang Heryanto (DJM)Anggota Dr. Wahjudi Prakarsa (IAI)Anggota Drs. Sobo Sitorus (DJP)Anggota Drs. M.V. Adhiprabawa (ALI)Anggota Drs. Muchtar Tumin (DJP)Anggota Drs. Victor Panjaitan (DJM)Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 memuat konsep dasar, prinsip, prosedur, metodedan teknik akuntansi yang merupakan norma umum dalam praktek penyusunanlaporan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar (akuntansikeuangan). Untuk melengkapi dan mengembangkan buku PAI 1984, makaditerbitkan seri "Pernyataan" dan "Interpretasi Prinsip Akuntansi Indonesia (IPAI)".Di samping itu, sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan industri atau jenis usaha tertentu, lkatan Akuntan Indonesia juga memandang perlu untukmenerbitkan standar akuntansi dengan sebutan khusus. Setelah diadakanpengkajian secara mendalam baik dari sudut pengetahuan maupun praktekakuntansi, maka telah diperoleh kesepakatan untuk menggunakan istilah "StandarKhusus Akuntansi" bagi setiap Pernyataan PAI yang khusus berlaku bagi suatuindustri atau jenis usaha tertentu.
 
PSAK No. 30 Akuntansi Sewa Guna Usaha
 
3 of 23
Sehubungan dengan itu Prinsip Akuntansi Indonesia Pernyataan No. 6 ini disebut"Standar Khusus Akuntansi Sewa Guna Usaha".
Standar Khusus Akuntansi SewaGuna Usaha
ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dalam perlakuan danpelaporan transaksi sewa guna usaha.Jakarta, 19 September 1990Pengurus PusatIkatan Akuntan Indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->