Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ruu Kuhp 2012 Buku 1

Ruu Kuhp 2012 Buku 1

Ratings: (0)|Views: 14 |Likes:
Published by Henggar Prasetyo
Indonesia
Indonesia

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Henggar Prasetyo on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya pembaharuan hukum nasional Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945, serta untuk menghormati danmenjunjung tinggi hak asasi manusia antara lain perlu disusunhukum pidana nasional untuk menggantikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (
Wetboek van Strafrecht 
) sebagai produk hukum pemerintahan zaman kolonial Hindia Belanda; b. bahwa materi hukum pidana nasional tersebut harusdisesuaikan dengan politik hukum, keadaan, dan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara bangsaIndonesia;c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu dibentuk Undang-Undangtentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;Mengingat: Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIKINDONESIAMEMUTUSKAN:
MENETAPKAN:
UNDANG-UNDANG TENTANG KITABUNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA.
 BUKU KESATUKETENTUAN UMUM
BAB IRUANG LINGKUP BERLAKUNYA KETENTUANPERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN PIDANABagian KesatuMenurut WaktuPasal 1(1) Tiada seorang pun dapat dipidana atau dikenakan tindakan,kecuali perbuatan yang dilakukan telah ditetapkan sebagaitindak pidana dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat perbuatan itu dilakukan.(2) Dalam menetapkan adanya tindak pidana dilarangmenggunakan analogi.Pasal 2
 
(1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1)tidak mengurangi berlakunya hukum yang hidup dalammasyarakat yang menentukan bahwa seseorang patut dipidanawalaupun perbuatan tersebut tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan.(2) Berlakunya hukum yang hidup dalam masyarakatsebagaimana dimaksud pada ayat (1) sepanjang sesuai dengannilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, hak asasimanusia, dan prinsip-prinsip hukum umum yang diakui olehmasyarakat bangsa-bangsa.Pasal 3(1) Dalam hal terdapat perubahan peraturan perundang-undangan sesudah perbuatan terjadi,diberlakukan peraturan perundang-undangan yang baru denganketentuan peraturan perundang-undangan yang lama berlaku jika menguntungkan bagi pembuat.(2) Dalam hal setelah putusan pemidanaan memperolehkekuatan hukum tetap, perbuatan yang terjadi
 
tidak lagimerupakan tindak pidana menurut peraturan perundang-undangan yang baru, maka pelaksanaan putusan pemidanaan dihapuskan.(3) Dalam hal setelah putusan pemidanaan memperolehkekuatan hukum tetap, perbuatan yang terjadi
 
diancam dengan pidana yang lebih ringan menurut peraturan perundang-undangan yang baru, maka pelaksanaan
 
 putusan pemidanaan tersebut disesuaikan dengan batas-batas pidanamenurut peraturan perundang- undangan yang baru.Bagian KeduaMenurut TempatParagraf 1Asas Wilayah atau TeritorialPasal 4Ketentuan pidana dalam peraturan perundang-undanganIndonesiaberlaku bagi setiap orang yangmelakukan:1.
 
tindak pidana di wilayah Negara Republik Indonesia;2.
 
tindak pidana dalam kapal atau pesawatudara Indonesia; atau3.
 
tindak pidana di bidang teknologi informasi atau tindak  pidana lainnya yang akibatnya dirasakan atau terjadi diwilayah Indonesia atau dalam kapal atau pesawat udaraIndonesia.Paragraf 2Asas Nasional Pasif 
Pasal 5
Ketentuan pidana dalam Undang-Undang Indonesia berlaku bagi setiap orang di luar wilayah Negara Republik Indonesiayang melakukan tindak pidana terhadap:1.
 
warga negara Indonesia; atau
 
2.
 
kepentingan negara Indonesia yang berhubungandengan:1.
 
keamanan negara atau proses kehidupanketatanegaraan;2.
 
martabat Presiden, Wakil Presiden, atau pejabat Indonesia di luar negeri;3.
 
 pemalsuan atau peniruan segel, capnegara, meterai, mata uang, atau kartu kredit;4.
 
 perekonomian, perdagangan, dan perbankanIndonesia;5.
 
keselamatan atau keamanan pelayaran dan penerbangan;6.
 
keselamatan atau keamanan bangunan, peralatan, dan aset nasional atau negaraIndonesia;7.
 
keselamatan atau keamanan peralatankomunikasi elektronik;8.
 
tindak pidana jabatan atau korupsi; atau9.
 
tindak pidana pencucian uang.Paragraf 3Asas Universal
Pasal 6
Ketentuan pidana dalam Undang-Undang Indonesia berlaku bagi setiap orang yang di luar wilayah Negara Republik Indonesia melakukan tindak pidana menurut perjanjian atauhukum internasional yang telah dirumuskan sebagai tindak  pidana dalam Undang-Undang di Indonesia.
Pasal 7
Ketentuan pidana dalam Undang-Undang Indonesia berlaku bagi setiap orang yang melakukan tindak pidana di wilayahnegara asing yang penuntutannya diambil alih oleh Indonesiaatas dasar suatu perjanjian yang memberikan kewenangankepada Indonesia untuk menuntut pidana.Paragraf 4Asas Nasional Aktif Pasal 8(1) Ketentuan pidana dalam Undang-Undang Indonesia berlaku bagi setiap warga negara Indonesia yang melakukantindak pidana di luar wilayah negara Republik Indonesia.(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak  berlaku untuk tindak pidana yang hanya diancam pidana dendaKategori I atau pidana denda Kategori II.(3) Penuntutan terhadap tindak pidana sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dapat juga dilakukan walaupuntersangka menjadi warga negara Indonesia setelah tindak  pidana tersebut dilakukan.(4) Warga negara Indonesia di luar wilayah Negara Republik Indonesia yang melakukan tindak pidana sebagaimanadimaksud pada ayat (1) tidak dapat dijatuhi pidana mati jikatindak pidana tersebut menurut hukum negara tempat tindak  pidana tersebut dilakukan tidak diancam dengan pidana mati.
Bagian Ketiga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->