Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengembangan Modul Ipa Gaya Gravitasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V Di Sdn Tanah Kali Kedinding Viii Surabaya

Pengembangan Modul Ipa Gaya Gravitasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V Di Sdn Tanah Kali Kedinding Viii Surabaya

Ratings: (0)|Views: 142 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : FITRI MEDAWATI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : FITRI MEDAWATI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Mar 28, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
PENGEMBANGAN MODUL IPA “GAYA GRAVITASI” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V DI SDN TANAHKALI KEDINDING VIII SURABAYA
Fitri Medawati
1
, Damajanti K. D
2
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri SurabayaKampus Lidah Wetan
1
2
Abstrak 
: Modul merupakan media pembelajaran yang bersifat
 self-instructional 
yang memuat satu konsep atau unit dari bahan pembelajaran.Kemandirian dan pengalaman siswa terlibat secara aktif lebih diutamakandalam memanfaatkan modul. Salah satu mata pelajaran yang membutuhkankemandirian adalah mata pelajaran IPA.Tujuan pengembangan modul IPA “Gaya Gravitasi” diharapkan siswa dapat belajar mandiri dan menemukan jawaban sendiri atas kegiatan yang ada padamodul, sehingga siswa dapat meningkatkan kemandirian dalam belajar IPAdan dapat meningkatkan prestasi belajar.Teknik pengumpulan data dari ahli materi dan ahli media adalahmenggunakan instrumen berbentuk angket, sedangkan untuk siswamenggunakan instrumen wawancara dan tes. Hasil dari angket dan wawancaratersebut digunakan sebagai acuan dalam merevisi produk, sedangkan tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah menggunakan modul.Berdasarkan hasil tahapan uji coba kelompok besar, yakni uji coba pada kelasVA diperoleh data t hitung lebih besar dari t tabel yakni 17,562 > 2,021.Maka, dapat disimpulkan bahwa modul IPA “Gaya Gravitasitergolongefektif karena dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Kata kunci
: pengembangan, modul, Ilmu Pengetahuan Alam, prestasi belajar 
1.PENDAHULUAN
Kurikulum yang terdapat pada pendidikan IPA berdasarkan pedomanPeraturan Menteri Pendidikan Nasional(Permendiknas) No 22 tahun 2006 tentangStandar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendiknas No 23tahun 2006 tentang Standar KompetensiLulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Permendiknas No 24tentang Pelaksanaan Permendiknas No 22dan 23. Berikut adalah Standar Isi MataPelajaran IPA SD/MI mengandung pesan penting yang harus dipahami oleh setiap praktisi pendidikan dan pembelajaran IPASD/MI.Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan cara mencari tahu tentangalam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan proses penemuan. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung dankemandirian siswa untuk mengembangkankompetensi agar menjelajahi danmemahami alam sekitar secara ilmiah,sehingga siswa memperoleh pemahamanyang lebih mendalam tentang alam sekitar.Pembelajaran IPA sebaiknyadilaksanakan secara inkuiri ilmiah
(scientific inquiry)
untuk menumbuhkankemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah sertamengkomunikasikannya sebagai aspe penting kecakapan hidup. Oleh karena itu
 
 pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada kemandirian siswa dan pemberian pengalaman belajar secara langsungmelalui penggunaan dan pengembanganketerampilan proses dan sikap ilmiah.Gaya gravitasi adalah satu materiyang terdapat pada mata pelajaran IPA.Materi Gaya gravitasi termasuk kedalamruang lingkup energi dan perubahannya.Materi ini memiliki tujuan agar siswadapat mendeskripsikan hubungan antaragaya, gerak,dan energi melalui percobaangaya gravitasi. Berdasarkan Standar IsiMata Pelajaran IPA SD/MI yangmenekankan pada kemandirian siswa dan pemberian pengalaman belajar secaralangsung, maka materi gaya gravitasidiperlukan adanya suatu media yangmendukung aktivitas siswa dalammempelajari gaya gravitasi sehingga siswadapat belajar mandiri danmengembangkan potensi bepikirnya. Namun, hal tersebut tidak tampak disalahsatu SD di Kelurahan Kedinding.Berdasarkan studi pendahuluan yangdilakukan pada semester gasal 2010/2011di SDN Tanah Kali Kedinding VIIISurabaya dalam pemanfaatan media untuk  pelajaran IPA siswa hanya menggunakan buku paket dan LKS. Buku paket danLKS yang digunakan siswa dalam pembelajaran merupakan media byutilization, yaitu media jadi yang siapdigunakan tanpa menganalisis kebutuhansekolah. Meskipun buku paket tersebutdapat digunakan, namun isi yangterkandung belum mewakili seluruh materiyang telah ditetapkan sesuai dengankurikulum sekolah dan standar isi mata pelajaran IPA, sehingga ketercapaiantujuan pembelajaran tidak optimal.Dari hasil dokumentasi diperolehnilai rata-rata ulangan harian pada pelajaran IPA hanya mencapai 6,3 denganketuntasan 56%. Kondisi inimenggambarkan bahwa pemahaman siswadalam proses pembelajaran masih rendahsehingga menyebabkan hasil belajar siswacenderung rendah meskipun telahmenggunakan buku paket.Berdasarkan wawancara terhadapsiswa diperoleh informasi bahwa siswamengalami kesulitan mempelajari materiIPA pada buku paket, selain itu siswa bosan dengan metode yang diajarkan olehguru dalam menerangkan pelajaran IPAyang dilakukan secara klasikal denganmetode ceramah. Pada dasarnya siswakelas V di SDN Tanah Kali KedindingVIII Surabaya rata-rata berusia 10-11tahun. Menurut tahapan perkembangankognitif Piaget (Trianto, 2007:15) padarentang usia ini anak berada pada periodeoperasional konkrit. Untuk itu dalam penyampaian materi seharusnyamemberikan kemandirian dan pengalaman belajar secara langsung sehingga siswadibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya.Salah satu media yang efektif,efisien, dan mengutamakan kemandirianadalah media berbasis cetak modul. Paraahli menyatakan proses belajar denganmenggunakan modul menuntut keaktifansiswa agar dapat belajar mandiri dengan bantuan minimal dari guru.Modul merupakan paket pengajaranyang bersifat self-instructional yangmemuat satu konsep atau unit daripada bahan pembelajaran. Kemandirian dan pengalaman siswa terlibat secara aktif lebih diutamakan dalam memanfaatkanmedia modul. Menurut Winkel(2009:472), bahwa modul merupakansatuan program belajar mengajar yangterkecil, yang dipelajari oleh siswa sendirisecara perseorangan atau diajarkan olehsiswa kepada dirinya sendiri (self-instructional). Anwar (2010) menyatakan bahwa modul adalah bahan ajar yangdisusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode danevaluasi yang dapat digunakan secaramandiri untuk mencapai kompetensi yangdiharapkan.Berdasarkan masalah tersebut, makasangat perlu dikembangkan suatu media pembelajaran by design. Salah satu media pembelajaran by design yang tepat untuk digunakan dalam mata pelajaran IlmuPengetahuan Alam khususnya materi GayaGravitasi adalah dengan menggunakanmedia cetak modul, sehingga siswa dapat belajar secara mandiri menggunakanmodul dengan bantuan minimal dari guru.Tujuan pengembangan modul ini,adalah untuk membantu siswa belajar secara dengan mandiri, karena dengan
 
modul siswa dapat mengerjakan lembar kerja secara individu agar dapatmeningkatkan prestasi belajar.Modul yang akan dikembangkanmemiliki spesifikasi sebagai berikut:
a.
Pendahuluan yang terdiri atasdeskripsi, kemampuan prasyarat,kompetensi dasar, indikator, pokok- pokok pelajaran, prosedur  pembelajaran, dan evaluasi
 b.
Pembahasan yang terdiri atas teks bacaan, lembar kegiatan siswa, lembar kerja siswa
c.
Penutup terdiri atas tes evaluasi dan pedoman Penilaian
2.KAJIAN PUSTAKA
Seels & Richey (Warsita, 2008:13),mengemukakan bahwa Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasitentang proses dan sumber untuk belajar”.Menurut Soeharto, dkk (2008:15), bahwa teknologi pembelajaran adalah proses yang kompleks dan terpadu yangmelibatkan orang prosedur, ide, peralatan,dan organisasi untuk menganalisismasalah, mencari cara pemecahan,melaksanakan, mengevaluasi danmengelola pemecahan masalah-masalahdalam situasi dimana kegiatan belajar itumempunyai tujuan dan terkontrol.Ada lima domain atau bidanggarapan teknologi pembelajaran berlandaskan definisi AECT 1994, yaitudesain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian tentang prosesdan sumber untuk belajar. (Warsita,2008:20). Kawasan desain atau perancangan menurut Seels & Richey(Warsita, 2008:21), mencakup penerapan berbagai teori, prinsip, dan prosedur dalammelakukan perencanaan atau mendesainsuatu program atau kegiatan pembelajaranyang dilakukan secara sistemis dansistematis. Kawasan pengembanganmenurut Seels & Richey (Warsita,2008:26), dapat diorganisasikan dalamempat katagori : teknologi cetak, teknologiaudio visual, teknologi berbasis komputer,dan multimedia. Seels & Richey (Warsita,2008:28), menyatakan bahwa teknologicetak adalah cara untuk memproduksi ataumenyampaikan bahan, seperti buku-buku,modul dan bahan-bahan visual yang statis,terutama melalui proses pencetakanmekanis atau fotografis. Seels & Richey(Warsita, 2008:29), mengemukakan bahwa teknologi audio visual adalah caramemproduksi dan menyampaikan bahandengan menggunakan peralatan danelektronik untuk menyajikan pesan-pesanaudio dan visual. Seels & Richey (Warsita,2008:33), menyatakan bahwa teknologi berbasis komputer merupakan cara-caramemproduksi dan menyampaikan bahan belajar dengan menggunakan perangkatyang bersumber pada mikroprosesor. Seels& Richey (Warsita, 2008:36),mengemukakan bahwa multimedia atauteknologi terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan belajar dengan memadukan beberapa jenismedia yang dikendalikan komputer.Kawasan pemanfaatan merupakantindakan menggunakan metode dan modelinstruksional, bahan dan peralatan mediauntuk meningkatkan suasana pembelajaran(Warsita, 2008:37). Fungsi pemanfaatansangat penting karena keterkaitannyaantara peserta didik dengan bahan belajar atau sistem pembelajaran. Kawasan pengelolaan menurut Seels & Richey(Warsita, 2008:50), meliputi pengendalianteknologi pembelajaran melalui: perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinisasian dan supervisi.Kawasan pengelolaan menurut Seels& Richey (Warsita, 2008:50), terdiri atas pengengelolaan proyek, pengelolaansumber, pengelolaan sistem penyampaian,dan pengelolaan informasi. Kawasan penilaian menurut Seels & Richey(Warsita, 2008:53), merupakan proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar yang mencakup:(1) analisis masalah; (2) pengukuran acuan patokan; (3) penilaian formatif; dan (4) penilaian sumatif.Berdasarkan kawasan teknologi pembelajaran, maka keterkaitan moduldengan teknologi pembelajaran terleta pada kawasan pengembangan yaitu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->