Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Depresi Pada Remaja

Depresi Pada Remaja

Ratings: (0)|Views: 33 |Likes:
Published by Linda Novitayani

More info:

Published by: Linda Novitayani on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

 
DEPRESI SAAT REMAJA DALAM PEMBELAJARANFISIKA
Linda Novitayani*Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sebelas Maret Surakarta*Alamat korespondensi:lindanovitayani@gmail.comABSTRACT
Depression is a state of low mood and aversion to activity that can affect a person's thoughts, behavior, feelings and physical well-being. Depressed people mayfeel sad, anxious, empty, hopeless, worried, helpless, worthless, guilty, irritable, or restless. They may lose interest in activities that once were pleasurable; experience lossof appetite or overeating, have problems concentrating, remembering details, or makingdecisions; and may contemplate or attempt suicide. Insomnia, excessive sleeping,fatigue, loss of energy, or aches, pains or digestive problems that are resistant totreatment may be present. Depressed mood is not necessarily a psychiatric disorder. It isa normal reaction to certain life events, a symptom of some medical conditions, and aside effect of some medical treatments. Depressed mood is also a primary or associatedfeature of certain psychiatric syndromes such as clinical depression.
Kata kunci :
depresi, gejala depresi
PENDAHULUAN
Depresi merupakan penyakit yang cukup mengganggu kehidupan. Saat ini,diperkirakan ratusan juta jiwa dunia menderita depresi. Depresi dapat terjadi padasemua usia, mulai dari anak-anak sampai usia lanjut. Gangguan ini dapat menimbulkan penderitaan yang berat. Depresi menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat. Biaya pengobatan sangat besar dan bila tidak diobati dapat terjadi hal-hal yang sangat buruk misalnya kematian karena bunuh diri.Pengertian depresi sudah ada sejak Hipocrates (460-377 SM). Waktu itu disebut
melancholy,
yang digambarkan sebagai pengurungan atau kesedihan karena kelebihancairan empedu. Pada tahun 1905 istilah
melancholy
diganti dengan depresi oleh Mayer 
 
(1905) dengan alasan etiologi yang lebih luas. Depresi adalah kata Indonesia untuk 
depression,
 
 sadness, low spirit.
Depresi adalah suatu penyakit jiwa dengan gejala utama sedih, yang disertaigejala-gejala psikologik lainnya, gangguan somatik maupun gangguan psikomotor dalam kurun waktu tertentu dan digolongkan ke dalam gangguan afektif.Walaupun depresi sudah dikenal sejak beberapa abad yang lalu, penyebabnya belum diketahui secara pasti. Penelitian untuk mengetahui mekanisme terjadinya sudahcukup banyak dilakukan, baik dalam bidang genetik, pencitraan otak, kimia otak, atau psikodinamika, namun hasilnya belum memberikan kepastian.Sejak dua puluh tahun terakhir ini, banyak penelitian mengenai depresi masaanak dan remaja dikembangkan karena tuntutan masyarakat yang menginginkan supayaorang tua dan dokter umum dapat melakukan deteksi dini dari gangguan akan depresiini. Oleh karena depresi mengurangi potensi dan prestasi anak atau remaja di sekolah.Penatalaksaan pada anak dan remaja sebaiknya harus dilaksanakan oleh orang tuadengan bantuan dokter. Perubahan sikap orangtua akan sangat membantu anak danremaja mengatasi gangguan depresi pada anaknya. Para dokter umum harus dapatmemberikan farmokoterapi untuk membantu mengatasi gejala depresi pada anak danremaja.Mengidenfikasi anak remaja yang mengalami depresi agak sukar dan harusdiamati gejala eksternal depresi yaitu prestasi akademik menurun, penyimpangantingkah laku misalnya gelisah atau agresif, masalah hubungan interpersonal denganteman, membenci dirinya dengan sering topik pembicaraan mengenai bunuh diri.
Marthen Kanginan (2004:1) mengatakan bahwa, “Fisika adalah ilmu
 pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam dan interaksi gejala-
gejala alam itu”.
Fisika merupakan sains murni yang paling dasar (basic science). Penemuan Fisika punmenjalar dan mempengaruhi cabang sains lainnya. Hal ini tidak menjadi hal yangmengherankan karena memang Fisika banyak mengeksplor materi dan energi yang padahakikatnya merupakan penyusun dasar alam.Dalam pemahaman sehari-hari, Fisika termasuk salah satu bidang ilmu yangdianggap penting, tetapi dinilai terlalu sukar. Sehingga orang tidak terlalu
 
memperdulikan bagaimana implikasi filosofis Fisika terhadap kehidupan manusia yangsudah berhasil mengukir bingkai dunia modern. Dalam lingkungan pendidikan selamaini, pelajaran Fisika sering menjadi momok bagi siswa. Bayangan rumitnya rumus, teori,dan perhitungan yang diajarkan bisa dikatakan sangat kompleks, membuat pelajaran ini
tidak menjadi pilihan banyak siswa. Ihsan Hariadi mengemukakan bahwa, “Hanya
siswa dengan tingkat kepandaian tertentu saja yang mampu menyerap berbagai teori
yang diajarkan oleh para guru di kelas“.
 Dengan dasar itulah, Fisika banyak tidak diminati oleh siswa. Siswa seringmengalami depresi jika dihadapkan dengan banyaknya rumus yang harus dihafalkan danrumitnya perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi depresiadalah dengan pembinaan karakter. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter siswamenjadi disiplin, kreatif, percaya diri, bertanggung jawab, dan mandiri.
PENGERTIAN DEPRESI
Depresi dalam pengguanaan istilah sehari-hari biasanya dikaitkan dengan perasaansedih, murung, puctus asa, merana dan tidak bahagia. Depresi dapat juga berupasekumpulan gejala atau sindroma (disertai perubahan kognitif, psikomotor dan vegetatif)atau merupakan kesatuan penyakit (dengan gembaran klinis yang khas, dan dasar riwayatnya dan hubungan dengan keadaan biologisnya).Manifestasi depresi yang lain dalam bentuk sindrom, keluh, kesah dan gejalasaling terikat secara teratur dan dianggap dalam pancaran gangguan pada beberapa segi,tidak hanya pada segi psikis saja, tetapi juga pada segi somatik. Sedangkan pada segi psikis tidak hanya terbatas pada satu bagian saja misalnya afek, melainkan meliputigangguan pada bagian psikis yang lain, misalnya pada konsentrasi, ingatan, peranankosong, terhambat dalam berpikir dan lain-lain. Dari segi somatik penurunan nafsumakan sampai penurunan berat badan, gangguan tidur, gangguan perut obstipasi,gangguan libido, gangguan vegetatif dalam bentuk berdebar-debar, sesak nafas, tremor dan kecemasan.Gangguan depresi yang tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan terapi yangmemadai dapat menimbulkan dampak cukup serius baik dalam fungsi sosial, kualitashidup pasien maupun dalam beban kondisi lainnya, bahkan sampai masalah bunuh diri.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->