Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
44 Thoriqoh Di 12 Negara Di Dunia

44 Thoriqoh Di 12 Negara Di Dunia

Ratings: (0)|Views: 1,116 |Likes:
Published by Aditya ardiansyah.

More info:

Published by: Aditya ardiansyah. on Mar 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

 
44 thoriqoh di 12 Negara di DuniaAssalamu alaikum Wr.Wb.PENGANTAR THORIQOH DAN TASAWUFAda baiknya saya sedikit memberikan informasi tentang bagaimanakita menghadapi kerumitan-kerumitan dan kenjlimetan-kenjlimetan didalam mempelajari sesuatu. Terutama dalam hal ini adalah di dalammemahami hal-hal yang berkaitan dengan tasawuf.1. Tasawuf (saya yakin anda sudah paham), bukan ilmu teoritis yangbisa dipelajari hanya melalui buku-buku, dialog-dialog, diskusi-diskusi,melalui pembicaraan-pembicaraan. Melainkan harus dipelajari secarapraktek. Artinya, sudah waktunya bagi peminat-peminat tasawuf untukmulai (bagi yang belum), memilih thoriqoh-thoriqoh yang cocokdengan dirinya. Karena tidak ada jalan lain di dalam mendalami ajaranIslam, dan tidak ada jalan lain di dalam pendekatan diri padaAlloh(seperti dicontohkan pendahulu kita) kecuali melalui thoriqoh-thoriqoh yang tersebar di seluruh dunia."Wa ala wistaqomu alathoriqoti la as qoinahum ma`an ghodaqoh".` Seandainya engkauistiqomah di thoriqoh, niscaya Alloh akan memberimu siraman airkehidupan` -Insya Alloh tentang Thoriqoh-thoriqoh yang bisa diikuti,akan saya berikan informasinya, di 12 negara ada 44 thoriqoh yang diakui kebenaran dan kebesarannya. Hanya sebagai patokannya:a. Dasarnya Qur`an-Hadits(Prinsip)b. Biasanya, jalur silsilah ajarannya sampai ke Nabi Muhammad.c. Adanya suluk atau tahapan-tahapanSekali lagi mohon maaf, diskusi-diskusi atau pembicaraan-pembicaraanseperti di milist ini, manfaatnya yang pokok, hanya memberikansemangat pada saudara-saudara untuk meningkatkan pendekatan diripada Alloh, meningkatkan semangat terutama sekali agar (yangbelum) segera belajar melalui thoriqoh-thoriqoh yang ada. Dan yangsudah mengikuti thoriqoh, agar lebih meningkat lagi "mujadah-nya".Sedang untuk masalah peningkatan rohani, sama sekali tidak bisa kitaperoleh melalui forum pembicaraan seperti ini. Bahkan banyakbahayanya. Seperti bahaya riya` saat kita menulis, bahaya `ujub`, danbagi yang sudah belajar melalui thoriqoh, lebih bahaya lagi dalam halkita merasa sudah mencapai suatu tingkat tertentu, karena kita bisa
 
memahami suatu pengertian ataukita bisa menyampaikan suatu pemahaman `tingkat tinggi`, padahalitu adalah `kosong` dalam arti kita hanya `tinggi` dalam`pemahaman`, tapi tidak dalam `kenyataan`. Seperti kitamendapatkan peti dari emas, perak, berlian, ratnamutu manikam, tetapi tidak ada isinya. Sekali lagi saya minta maaf. Tasawuf adalah `laku`, atau `praktek`, atau `amal`. Saya hanyamengingatkan diri saya saja, karena tasawuf tidak terletak padatingginya pemahaman, tasawuf tidak terletak pada pakaian `shuf`,tasawuf tidak terletak pada gaya yang `eksentrik`, tapi tasawuf terletak padapraktek `Akhlakul karimah`. atau `Takholaku bi Akhlakillah`. Sekali lagisaya minta maaf.2. Sebagaimana biasanya, apabila kita di dalam memahami ajaranagama, di situ ada kesulitan, pahamilah dari sudut yang kita tahu dankita sanggup untuk mengerjakannya. Karena apabila kita memahamisesuatu yang kita tidak sanggup mengerjakannya, maka di situ akantimbul kemalasan dan celakanya kalau sampai keputus-asa-an.Mungkin ada yang ingat, pembicaraan terdahulu di milist lain, masalah`rasa tanpa rasa`, gara-gara yang kita bahas `cukup` rumit, sampai-sampai ada saudara kita yang berucap.kurang lebih sbb:" Wah , lhakalau harus mewaspadai tipuan dunia, setan, dll, bukankah itu terlalusulit??. Bukankah ujung-ujungnya sesuatu itu diterima Alloh karenarohmatNya, lebih baik ya... seperti sekarang ini saja, ndak usahnjlimet-njlimet. yang penting ibadah. Entah riya` entah ndak ikhlas, dll.Bukannya bersemangat karena pembahasan yang`tinggi`, tapimalahan merasa tidak mampu, merasa tidak bisa melaksanakan,malas, artinya semangatnya tambah kendor. Bukankah ini satu halyang memprihatinkan??. Inilah salah satu alasan, kenapa tiap satupemahaman, mesti disesuaikan dengan pemahaman daripendengarnya. Jadi dalam hal ini, dari satu pembahasan, ada baiknyamemang di ambil yang kita bisa paham, diambil pemahaman yang bisameningkatkan semangat kita untuk meningkatkan rohani kita, yangkita bisa tambah meningkatkan diri kita untuk mendekatkan diri padaAlloh SWT.3. Dalam masalah memahami buku-buku tasawuf, perlu kita ketahuidulu , siapa pengarangnya? Apakah benar-benar orang tasawuf atau
 
bukan?Kemudian kalau benar-benar yang orang tasawuf,"kira-kira",expert atau tidak??. Supaya tidak kita`gebyah uyah` ataudisamaratakan bahwa buku tasawuf semua benar.Pendapat-pendapat yang rumit semua benar, dll. Biar kita tidak kelirudi dalam memahami.Satu contoh, apabila kita membaca bukunya imam ghozali, pada saatImam Ghozali masih menjadi guru besar (belum terjun kedalam duniatasawuf), maka karya-karyanya tidak akan bisa memberikanpemahaman tasawuf terhadap kita. Hal itu berbeda sejak dia sudahmendalami tasawuf, berkholwat di atas menara selama 10 tahun, danriyadhoh-riyadhoh lain, sehingga cahaya kebenaran dari dirinyatampak, pada saat setelah itu-lah karya-karyanya menjadi berbobotbagi dunia Islam khususnya tasawuf.Contoh lain seperti Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah banyak menulis buku-buku yang menghujat tasawuf, menyerang tasawuf, (terutama buku-buku Ibnu Taimiyah yang masuk di Indonesia). Tetapi ini akan berbedasetelah menjelang akhir hidupnya, dipenjara, dia justru mendalamitasawuf dan karya-karya sesudah itu, adalah pembelaannya terhadaptasawuf. Karena dia sudah merasakan kebenaran tasawuf.4. Buku-buku tentang tasawuf-pun, (di sini yang saya maksud yangdikarang oleh ulama tasawuf yang `bener-bener` atau yang memangexpert di bidang tasawuf, inipun bermacam-macam. Ada buku-bukuyang ringan, ada buku-buku yang pemahamannya rumit dan ada buku-buku yang sangat rumit. Buku-buku yang sangat rumit ini menjadi sia-sia apabila rohani pembaca memang belum `mencapai`, atau bahkanberbahaya bagi yang belum `mencapai`. (seperti`Daqo`ikul Akbar`, `Futuhatul Makiyah`, oleh Ibnu Arobi, dll ).Oleh karena hal-hal di atas, tidak ada alasan lain kecuali kita harusberguru melalui thoriqoh-thoriqoh yang ada. Agar kita dapat menarikmanfaat dari ajaran tasawuf atau ajaran Islam itu sendiri, melalui"Ulama (bener-bener) warosatul Anbiya`" Sekali lagi saya mohon maaf,semoga hal ini bermanfaat.Seperti sudah saya janjikan di milist ini, biidzinillah, akan sayainformasikan tentang thoriqoh-thoriqoh di dunia.Saya nukilkan dari "Ensiklopedi Islam", Penerbit PT.Ikhtiar Van Hoven Jakarta, tahun 1994. Buku ini terdiri dari 5 (lima) jilid besar. Jild I

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Syaikhul Alim liked this
Sebastian Farell liked this
imamagussalim liked this
Romy Begundal liked this
Nera Il Kobah liked this
budy_3G liked this
Anik Lestari liked this
Anik Lestari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->