Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tinjauan Mengenai Proses Pengesahan Perseroan Terbatas Secara on-line Melalui Sistem Administrasi Badan Hukum um

Tinjauan Mengenai Proses Pengesahan Perseroan Terbatas Secara on-line Melalui Sistem Administrasi Badan Hukum um

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 2,057 |Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Mar 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

 
TINJAUAN MENGENAI PROSES PENGESAHAN PERSEROANTERBATAS SECARA ON-LINE MELALUI SISTEM ADMINISTRASIBADAN HUKUM (SISMINBAKUM)
ABSTRAK 
 Perkembangan IT (Information Technology) yang menjanjikan proses pelayanan dan pendaftaranonline secara mudah dan cepat telah mendorong Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menerapkan komputerisasidalam proses pengesahan pendirian suatu badan hukum yang disebut dengan Sistem Administrasi Badan Hukum (SISMINBAKUM) dalam rangka peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Perseroan Terbatas merupakan salah satu bentuk badan hukum yang terdapat di Indonesiadimana dalam tahap pengesahan permohonan diajukan secara tertulis kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan melampirkan Akta Pendirian Perseroan. Denganmemperhatikan fakta yang ada maka penting kiranya untuk mengetahui bagaimana proses pengesahan pendirian suatu Perseroan Terbatas melalui Sistem Administrasi Badan Hukum secara secara online.
The development of IT (
information technology
) that gurantee the easy fast on line service andregistration has encouraged the Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum DepartemenKehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia to apply the computerize system in the process of legitimation of legal entity establishment with the system of (SISMINBAKUM) in ordeto improve the service to society. Limited Company is one of the legal entities in Indonesia wherethe step of legitimation is proposed in written form to the Departemen Kehakiman dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia by going the attachment of the certificate of company establishment.By considering the real fact, therefore, it is essential to find out how the process of thelegatimation of limited company establish with of SISMINBAKUM both manually or by on line.
A. PENDAHULUAN
Dalam Pasal 1 ayat (1) UUPTmenegaskan bahwa Perseroan merupakan badanhukum yang terjadi karena undang-undang. Hal ini berbeda dengan KUHD yang tidak tegasmenyebutkan suatu Perseroan merupakan badanhukum. Dimana suatu badan hukum mempunyaiciri-ciri sebagai berikut :
1
(1). Adanya harta kekayaan yang terpisah;
(2).
Mempunyai tujuan tertentu;(3). Mempunyai kepentingan sendiri; dan(4). Ada organisasi yang teratur.Ciri yang pertama dari Perseroan adalahadanya kekayaan yang terpisah, hal inimengandung pengertian bahwa Perseroanmempunyai harta kekayaan yang terpisah dari harta para pemegang sahamnya. Dan didapat dari pemasukan para pemegang saham yang berupamodal dasar, modal yang ditempatkan dan modalyang disetor. Kekayaan yang terpisah itu membawaakibat sebagai berikut:
2
(1).Kreditur pribadi dari para persero dan atau para pengurusnya tidak mempunyai hak untuk menuntut harta kekayaan badan hukum itu;(2).Para persero dan juga para pengurusnya secara pribadi tidak dapat menagih piutang badanhukum dari pihak ketiga;(3).Kompensasi antara hutang pribadi dan hutang badan hukum tidak diperkenankan;(4).Hubungan hukum, baik perikatan maupun proses-proses antara para persero dan atau para pengurusnya dengan badan hukum dapatsaja terjadi seperti halnya antara badan hukumdengan pihak ketiga; dan(5).Pada kepailitan, hanya para kreditur badanhukum itu saja yang dapat menuntut hartakekayaan yang terpisah itu.Ciri yang kedua dari Perseroan adalahmempunyai tujuan tertentu. Tujuan tertentu darisuatu Perseroan dapat diketahui dalm anggarandasarnya sebagaimana dalam Pasal 12 huruf bUUPT menyebutkan bahwa Anggaran Dasamemuat sekurang-kurangnya maksud dan tujuanserta kegiatan usaha Perseroan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Ciri yang ketiga dari Perseroan adalahmempunyai kepentingan tersendiri, adalah hak-hak subyektif sebagai akibat dari peristiwa hukum yang
1
 
dialami yang merupakan kepentingan yangdilindungi hukum dan dapat menuntut sertamempertahankan kepentingannya terhadap pihaketiga.Ciri yang keempat dari Perseroan adalah badan hukum mempunyai organisasi yang teratur,demikian pula dengan Perseroan mempunyaianggaran dasar yang terdapat dalam akta pendiriannya yang menandakan adanya organisasiyang teratur.Terdapat beberapa teori mengenai badanhukum diantaranya yaitu teori
 fictie,
teori hartakekayaan bertujuan, teori organ, teori
 proprietecollective
, teori kenyataan yuridis, teori dari LeonDuguit, teori hukum kodrat tentang hak mili pribadi dan
 Leer van het ambtelijk vermogen
.Menurut teori Teori
 Fictie
dari Von Savigny, badanhukum itu semata-mata buatan negara saja. Badanhukum itu hanyalah fiksi, yakni sesuatu yangsesungguhnya tidak ada, tetapi orangmenghidupkannya dalam bayangan sebagai subyek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukumseperti manusia
3
.Menurut Teori Harta KekayaanBertujuan dari Brinz, yang menyatakan bahwaterdapat kekayaan yang tidak ada pemiliknya tetapiterikat pada tujuan tertentu kemudian diberi nama badan hukum.Menurut Teori Organ dari Otto van Gierke,menyatakan bahwa badan hukum itu adalah suaturealitas sesungguhnya sama seperti sifatkepribadian alam manusia ada di dalam pergaulanhukum
4
. Dimana badan hukum itu mempunyaikehendak dan kemauan sendiri yang dibentuk melalui alat-alat perlengkapannya yaitu pengurusdan anggota-anggotanya. Kemudian TeoriKekayaan Bersama dari Planiol menyatakan bahwahak dan kewajiban badan hukum pada hakikatnyaadalah hak dan kewajiban para anggotanya bersama-sama, dengan demikian badan hukumhanya merupakan kontruksi yuridis saja.Teori Kenyataan Yuridis yang menyatakan bahwa badan hukum merupakan suatu realita yangkongkrit dan riil meskipun tidak bisa diraba tetapimerupakan kenyataan yuridis. Maijers menyebutteori tersebut, teori kenyataan yang sederhana,sederhana karena menekankan bahwa hendaknyadalam mempersamakan badan hukum denganmanusia itu terbatas sampai pada bidang hukumsaja
5
.Teori yang keenam yaitu teori dari LeonDuguit. Menurut Duguit, tidak ada persoon-persoonlainnya daripada manusia-manusia individual. Akantetapi manusiapun sebagaimana perhimpunan danyayasan tidak dapat menjadi pendukung dari hak subjektif.Teori yang ketujuh adalah Teori HukumKodrat tentang hak milik pribadi yang menyatakan bahwa menurut Thomas Aquino
 ,
hak milik pribaditerdiri dari hak atas barang milik, hak atas pendapatan dan hak untuk mengelola, melepaskandan menggunakan barang milik pribadi.John Locke
 
serta Pufendorf 
 
 beranggapan, bahwa hak milik pribadi adalah hak alamiah yangdigariskan oleh hukum kodrat. Hukum kodratmempunyai prinsip moral keadilan yangmenghargai kehidupan manusia dan hak-hak yangmelekat padanya, demikian pendapat Aristoteles.John Locke
 
seorang ahli pikir besar dariInggris menganut ajaran hukum kodrat. JohnLocke
 
mengakui manusia mempunyai hak alami,yaitu hak-hak yang dimiliki secara pribadi (haasasi), hak untuk hidup, hak kebebasan ataukemerdekaan, hak milik dan hak untuk memilikisesuatu.
6
Hukum kodrat mengajarkan kepadamanusia, bahwa semua mahluk yang sederajat danmandiri tidak boleh merugikan yang lain dalam hak hidup, kesehatan, kebebasan atau miliknya
7
.Pufendorf 
 
yang menganut hukum kodratmenyatakan, bahwa hak milik pribadi adalah hak atas sesuatu barang yang telah dimiliki melaluiketentuan khusus dan telah diperolehnya dengancara perolehan sendiri, sehingga barang tersebuttidak dapat dimiliki oleh orang lain
8
. Hak milik  pribadi berupa saham yang merupakan bukti penyertaan modal dalam Perseroan terbatas
9
,biladidasarkan pada teori hak milik pribadi adalah hak asasi manusia yang dapat dipertahankan berdasarkan hak perseorangan maupun hak kebendaan.Hukum perdata Indonesia menerima danmengenal hak milik, dalam KUH Perdata, hak milik dijelaskan sebagai hak untuk menikmati suatu barang secara leluasa dan bebas sepenuhnya untuk  berbuat terhadap barang tersebut, asal tida bertentangan dengan UU atau peraturan umum dantidak mengganggu hak-hak orang lain.Teori yang kedelapan yaitu
 Leer van het ambtelijk vermogen
atau ajaran tentang hartakekayaan yang dimiliki seseorang dalam jabatannyayang dipelopori oleh Holder dan Bilder. Penganutajaran ini menyatakan: tidak mungkin mempunyaihak jika tidak dapat melakukan hak itu. Dengan lain perkataan, tanpa daya berkehendak 
(wilsvermogen)
tidak ada kedudukan sebagai subjek hukum. Untuk  badan hukum yang berkehendak ialah para pengurus, maka pada badan hukum semua hak itudiliputi oleh pengurus. Dalam kapasitasnya sebagai pengurus mereka adalah berhak, maka disebut
ambtelijk vermogen.
2
 
Dengan demikian dari berbagai teori itudapat dibagi menjadi dua kelompok teori yaitusebagai berikut :
10
(1).Mereka yang menganggap bahwa badanhukum itu sebagai wujud yang nyata, dianggapmempunyai “panca inderasendiri sepertimanusia, akibatnya badan hukum itudisamakan dengan orang atau manusia;(2).Mereka yang menganggap badan hukum itutidak sebagai wujud yang nyata. Di belakang badan hukum itu sebenarnya berdiri manusia.Akibatnya, kalau badan hukum itu membuatkesalahan maka kesalahan itu adalah kesalahanmanusia yang berdiri di belakang badan hukumitu secara bersama-sama.Menurut Maijers badan hukum itu sepertiorganisme biasa seperti pada manusia, tetapimekanisme dalam badan hukum tidak ada,misalnya jika manusia merasa susah itu terlihat dandapat dirasakan, tetapi pada badan hukum hal itutidak mungkin, hanya pada orang-orang atau pengurusnya.Perkumpulan manusia yang mempunyaikepentingan bersama dan terbentuk dalamorganisasi merupakan suatu kesatuan yangmempunyai hak-hak tersendiri, terpisah dari hak-hak para anggotanya dan mempunyai kewajibansendiri yang terpisah dari kewajiban paraanggotanya dan dapat melakukan perbuatan hukumsendiri di dalam maupun di luar hukum, subyek hukum yang baru dan berdiri sendiri inilah yangdimaksudkan dengan badan hukum.Berdasarkan UUPT bahwa badan usahayang berbentuk Perseroan merupakan badanhukum. Namun bukan berarti setiap badan hukumadalah Perseroan. Di sini UUPT secara tegasmenyatakan bahwa Perseroan terbatas merupakansuatu badan hukum , yaitu suatu badan yang dapat bertindak dalam lalulintas hukum sebagai subjehukum dan memiliki kekayaan yang dipisahkandari kekayaan pribadi pengurusnya. Karena itu,Perseroan juga merupakan subjek hukum, yaitusubjek hukum mandiri atau
 personastandi in judicio
11
. Dia bisa mempunyai hak dan kewajibandalam hubungan hukum sama seperti manusia biasaatau natural person atau
natuurlijke persoon
, dia bisa menggugat ataupun digugat, bisa membuatkeputusan dan bisa mempunyai hak dan kewajiban,utang-piutang, mempunyai kekayaan sepertilayaknya manusia.
B. Kedudukan Hukum Perseroan
Berdasarkan kepada UUPT bahwa status badan hukum suatu Perseroan baru diperolehsetelah akta pendiriannya disahkan oleh Menhumdan HAM RI. Pengesahan dari Menhum dan HAMini merupakan satu-satunya syarat memperolehstatus badan hukum bagi Perseroan.Selama status Perseroan sebagai badanhukum belum diperoleh, Perseroan yang bersangkutan tidak berbeda dengan firma, persekutuan komanditer atau persekutuan perdata,karena para pemegang saham bertanggung jawabsecara pribadi terhadap segala perikatan yangdilakukan oleh Perseroan tersebut.Dalam Pasal 7 Ayat (6) UUPT ditentukan bahwa Perseroan memperoleh status badan hukumsetelah akta pendirian disahkan oleh Menhum danHAM RI, selanjutnya dalam Pasal 3 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995, sebelumPerseroan memperoleh pengesahan dari Menhumdan HAM RI atau tidak dipenuhinya persyaratanPerseroan sebagai badan hukum, tanggung jawab para pemegang saham, Direksi dan Komisaris berubah menjadi tidak terbatas. Artinya, para pemegang saham, Direksi dan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi bila Perseroanmengalami kerugian sepanjang belum memperolehstatus sebagai badan hukum.Setelah Perseroan memperoleh statussebagai badan hukum atau telah disahkan olehMenhum dan HAM RI sebagai badan hukum,tanggung jawab pemegang saham dan Komisarismenjadi terbatas, sedangkan tanggung jawabDireksi masih tidak terbatas.Selanjutnya dalam Pasal 23 UUPTditentukan bahwa selama pendaftaran dan pengumuman sebagaimana yang tercantum dalamPasal 21 dan Pasal 22 UUPT belum dilakukan,Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawabatas segala perbuatan hukum yang dilakukan.Selanjutnya dalam Penjelasan Pasal 23 UUPTdinyatakan bahwa selain sanksi pidana yang diatur dalam Undang-Undang tentang Wajib Daftar Perusahaan, Pasal ini juga mengatur mengenaisanksi perdata dala hal apabila kewajiban yangdimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 22 tidadipenuhi.Sejak dimulainya persiapan-persiapanuntuk mendirikan suatu Perseroan sampai denganmendapatkan pengesahan sebagai badan hukumkedudukan dan tanggung jawab para pendiri atau para pemegang saham senantiasa berubah. Padatahap persiapan, para pendiri Perseroan belummempunyai kedudukan apapun karena Perseroan belum berdiri, para pendiri bertanggung jawabsecara pribadi atas segala perbuatan hukum yangtelah dilakukan dalam rangka pendirian Perseroantersebut. Tanggung jawab atas akibat perbuatan
3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wisnu Wardhana liked this
Aghata Riszki liked this
Lebon Duran liked this
napindo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->