dialami yang merupakan kepentingan yangdilindungi hukum dan dapat menuntut sertamempertahankan kepentingannya terhadap pihak ketiga.Ciri yang keempat dari Perseroan adalah badan hukum mempunyai organisasi yang teratur,demikian pula dengan Perseroan mempunyaianggaran dasar yang terdapat dalam akta pendiriannya yang menandakan adanya organisasiyang teratur.Terdapat beberapa teori mengenai badanhukum diantaranya yaitu teori
fictie,
teori hartakekayaan bertujuan, teori organ, teori
proprietecollective
, teori kenyataan yuridis, teori dari LeonDuguit, teori hukum kodrat tentang hak milik pribadi dan
Leer van het ambtelijk vermogen
.Menurut teori Teori
Fictie
dari Von Savigny, badanhukum itu semata-mata buatan negara saja. Badanhukum itu hanyalah fiksi, yakni sesuatu yangsesungguhnya tidak ada, tetapi orangmenghidupkannya dalam bayangan sebagai subyek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukumseperti manusia
.Menurut Teori Harta KekayaanBertujuan dari Brinz, yang menyatakan bahwaterdapat kekayaan yang tidak ada pemiliknya tetapiterikat pada tujuan tertentu kemudian diberi nama badan hukum.Menurut Teori Organ dari Otto van Gierke,menyatakan bahwa badan hukum itu adalah suaturealitas sesungguhnya sama seperti sifatkepribadian alam manusia ada di dalam pergaulanhukum
. Dimana badan hukum itu mempunyaikehendak dan kemauan sendiri yang dibentuk melalui alat-alat perlengkapannya yaitu pengurusdan anggota-anggotanya. Kemudian TeoriKekayaan Bersama dari Planiol menyatakan bahwahak dan kewajiban badan hukum pada hakikatnyaadalah hak dan kewajiban para anggotanya bersama-sama, dengan demikian badan hukumhanya merupakan kontruksi yuridis saja.Teori Kenyataan Yuridis yang menyatakan bahwa badan hukum merupakan suatu realita yangkongkrit dan riil meskipun tidak bisa diraba tetapimerupakan kenyataan yuridis. Maijers menyebutteori tersebut, teori kenyataan yang sederhana,sederhana karena menekankan bahwa hendaknyadalam mempersamakan badan hukum denganmanusia itu terbatas sampai pada bidang hukumsaja
.Teori yang keenam yaitu teori dari LeonDuguit. Menurut Duguit, tidak ada persoon-persoonlainnya daripada manusia-manusia individual. Akantetapi manusiapun sebagaimana perhimpunan danyayasan tidak dapat menjadi pendukung dari hak subjektif.Teori yang ketujuh adalah Teori HukumKodrat tentang hak milik pribadi yang menyatakan bahwa menurut Thomas Aquino
,
hak milik pribaditerdiri dari hak atas barang milik, hak atas pendapatan dan hak untuk mengelola, melepaskandan menggunakan barang milik pribadi.John Locke
serta Pufendorf
beranggapan, bahwa hak milik pribadi adalah hak alamiah yangdigariskan oleh hukum kodrat. Hukum kodratmempunyai prinsip moral keadilan yangmenghargai kehidupan manusia dan hak-hak yangmelekat padanya, demikian pendapat Aristoteles.John Locke
seorang ahli pikir besar dariInggris menganut ajaran hukum kodrat. JohnLocke
mengakui manusia mempunyai hak alami,yaitu hak-hak yang dimiliki secara pribadi (hak asasi), hak untuk hidup, hak kebebasan ataukemerdekaan, hak milik dan hak untuk memilikisesuatu.
Hukum kodrat mengajarkan kepadamanusia, bahwa semua mahluk yang sederajat danmandiri tidak boleh merugikan yang lain dalam hak hidup, kesehatan, kebebasan atau miliknya
.Pufendorf
yang menganut hukum kodratmenyatakan, bahwa hak milik pribadi adalah hak atas sesuatu barang yang telah dimiliki melaluiketentuan khusus dan telah diperolehnya dengancara perolehan sendiri, sehingga barang tersebuttidak dapat dimiliki oleh orang lain
. Hak milik pribadi berupa saham yang merupakan bukti penyertaan modal dalam Perseroan terbatas
,biladidasarkan pada teori hak milik pribadi adalah hak asasi manusia yang dapat dipertahankan berdasarkan hak perseorangan maupun hak kebendaan.Hukum perdata Indonesia menerima danmengenal hak milik, dalam KUH Perdata, hak milik dijelaskan sebagai hak untuk menikmati suatu barang secara leluasa dan bebas sepenuhnya untuk berbuat terhadap barang tersebut, asal tidak bertentangan dengan UU atau peraturan umum dantidak mengganggu hak-hak orang lain.Teori yang kedelapan yaitu
Leer van het ambtelijk vermogen
atau ajaran tentang hartakekayaan yang dimiliki seseorang dalam jabatannyayang dipelopori oleh Holder dan Bilder. Penganutajaran ini menyatakan: tidak mungkin mempunyaihak jika tidak dapat melakukan hak itu. Dengan lain perkataan, tanpa daya berkehendak
(wilsvermogen)
tidak ada kedudukan sebagai subjek hukum. Untuk badan hukum yang berkehendak ialah para pengurus, maka pada badan hukum semua hak itudiliputi oleh pengurus. Dalam kapasitasnya sebagai pengurus mereka adalah berhak, maka disebut
ambtelijk vermogen.
2