Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
a..........tafsir

a..........tafsir

Ratings: (0)|Views: 18 |Likes:

More info:

Published by: Dadio Sek Wong Rumongso on Mar 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

 
Pada bab ini akan dibahas secara komprehensif tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan tafsir al-
Qur‟an, yang di dalamnya mencakup tiga periode, yaitu pertama,
 pada masa nabi Muhammad dan sahabat, yang pembahasannya akan dibagi lagi menjadi beberapa sub pokok bahasan diantaranya, pemahaman Nabi SAW dan sahabat terhadap al-
Qur‟an, kondisi pemahaman sahabat atas ayat al
-
Qur‟an, sumber tafsir al
-
Qur‟an pada masa
 Nabi SAW dan sahabat, serta keistimewaan tafsir pada masa sahabat; kedua, pada masa
tabi‟in,
yang pembahasannya akan dibagi lagi menjadi sub pokok bahasan, yaitu sumber 
 penafsiran pada masa tabi‟in, madrasah
-
madrasah tafsir pada masa tabi‟in, serta
keistimewaan tafsir pada masa ini; dan yang ketiga, adalah sejarah dan perkembangan tafsir  pada masa kodifikasi/ pembukuan.Sebelum membahas lebih jauh tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan tafsir, disiniakan dikemukakan tentang pengklasifikasian terhadap sejarah dan perkembangan tafsir itusendiri. Para ulama tafsir dan juga orientalis dalam hal ini telah bersepakat bahwa sejarah dan perkembangan tafsir dapat di klasifikasikan menjadi 3 periode, hanya saja mereka berselisih pendapat di dalam memberikan nama dari masing-masing periode tersebut.Muhammad Husain adz-Dzahabi telah membagi sejarah dan perkembangan tafsir menjaditiga periode : pertama, tafsir pada masa Nabi dan sahabat;[1] kedua, tafsir pada masa
tabi‟in;[2] dan yang ketiga, tafsir pada masa pembukuan.[3] Sedangkan menurut A. D. Su‟ud
Bin Abdullah al-Fanisan membagi perkembangan tafsir menjadi dua periode, pertama, tafsir  pada abad pertama yang meliputi tafsir pada masa Rasulullah dan tafsir pada masa sahabat,
dan kedua, tafsir pada abad kedua dan ketiga yang meliputi masa tabi‟in dan pembukuan.[4]
 
Sementara itu Ignaz Goldziher[5] telah membagi sejarah dan perkembangan tafsir menjaditiga periode pula, yaitu pertama, tafsir pada masa perkembangan madzhab-madzhab yangterbatas pada tempat berpijak tafsir bi al-
ma‟tsur, kedua, tafsir pada masa perkembangannya
menuju madzhab-madzhab ahli r 
a‟y yang meliputi aliran akidah, aliran tasawuf, dan aliran
 politik keagamaan, ketiga, tafsir pada masa perkembangan kebudayaan/ keilmuan Islam yangditandai dengan timbulnya pemikiran baru dalam keislaman oleh Ahmad Khan, Jamalauddinal-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Rasyid Ridha.Ada juga yang membagi perkembangan tafsir menjadi empat periode, yaitu pertama, periodeRasulullah SAW.; kedua, periode mutaqaddimin; ketiga, periode mutaakhirin; dan keempat, periode modern (al-
„Asri).[6]
 Untuk memudahkan di dalam membahas tentang sejarah dan perkembangan tafsir, di siniakan dikemukakan periodesasi yang dibuat oleh Muhammad Husain adz-Dzahabi,sebagaimana yang telah disebutkan di atas.1st.Sejarah dan Perkembangan Tafsir: Masa Nabi SAW. dan Masa Sahabat.Dalam kaitannya dengan pembahasan sejarah dan perkembangan tafsir pada masa nabiMuhammad SAW dan sahabat, di sisni akan dibagi urainya menjadi beberapa sub-bab pokok  bahasan yang meliputi :1. Pemahaman Nabi dan sahabat terhadap al-
Qur‟an.
 Bahwa al-
Qur‟
an diwahyukan kepada seorang Nabi yang ummi dan kepada kaum yang ummi pula. Mereka hanya memiliki bahasa lisan sebagai sarana komunikasi dan hati untuk menyimpan ilmu pengetahuan. Bangsa Arab saat diturunkannya al-
Qur‟an telah mengenal
 beberapa bentuk kesenian yang sudah mapan. Bahasa yang berkembang di masyarakat pada
 
saat itu ada yang berbentuk haqiqah,[7] majaz,[8] kinayah,[9] ithnab dan lain sebagainya.Telah menjadi sunnatullah bahwa Allah telah mengutus setiap rasul dengan menggunakan bahasa kaumnya. Hal ini dimaksudkan agar terjadi komunikasi yang baik dan sempurna diantara mereka. Sebagaimana firman Allah SWT:
 
 
   
 
 
 
 
 
 
   
 
  
 
    
 
  
 
   
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
  
 
   
(

/14: 4)
“Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya, supayadapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka” (Q.S. Ibrahim/14: 4).
 Demikian juga kitab yang diturunkan kepada rasul, juga menggunakan bahasanya dan bahasakaumnya. Oleh karena bahasa Muhammad adalah bahasa Arab, maka kitab yang diturunkankepadanya juga menggunakan bahasa Arab, kecuali hanya sedikit sekali bahasa non-Arab.[10] Hal ini sebagaimana disinyalir dalam beberapa firman Allah SWT sebagai berikut :
 
 
  
 
   
 
   
 
    
 
    
(
 
/12: 2)
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al
-
Qur‟an dengan berbahasa Arab agar kamumemahaminya”. (Q.S. Yusuf/12: 2).
 
 
 
   
 
 
    
,
 
 
 
 
 
 
 
,
  
 
   
 
   
 
 
 
  
,
   
 
  
 
  
(
/26: 192- 195)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->