Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dinamika Populasi udang putih (Penaeus merguiensis) & udang krosok (Penaeus semisulcatus) di JATIM

Dinamika Populasi udang putih (Penaeus merguiensis) & udang krosok (Penaeus semisulcatus) di JATIM

Ratings:

4.75

(8)
|Views: 3,709 |Likes:
Published by Netra Vee

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Netra Vee on Mar 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

 
Kajian dinamika populasi udang putih (
Penaeus merguiensis 
de Man) danudang krosok (
Penaeus semisulcatus 
de Haan) di Perairan UtaraLamongan-Jawa Timur
Oleh :Yusmansyah, Damanhuri & GunturSkripsi Fakultas Perikanan UNIBRAW Malang 2005
 Abstract:
 
The biogical parameter : size frequency distribution results growth constant, mortality, recruitment patternand exploitated rate of the commercially important shrimp species inhabiting North aquatic of Lamongan-East Javawere studied. Two penaeid shrimp species, Penaeus merguiensis and Penaeus semisulcatus, dominated the catches. Lengthinfinitive (L8) was estimated to be 44,1 mm carapache length (CL) with growth constant (K) 0.61 per year for P.merguiensis and 69.3 mm CL with K 1.41 per year for P. semisulcatus. Total mortality (Z) was estimated to be 1.31 for P. merguiensis and 6.82 for P. semisulcatus. Results showed that recruitment pattern’s peak of P. merguiensisapproximately at July-August and P. semisulcatus at August-September. The exploitation rateexplained by Beverton Holt’s Yield per Recruit analysis results higher exploitation rate at P. Semisulcatus (0.042) than P. Merguiensis(0.023). Generally penaeid shrimps in North aquatic of Lamongan-East Java predicted in underexploited condition.Key Words: Penaeid Shrimp, Penaeus merguiensis
 
 , P. semisulcatus, growth, mortality, recruitment pattern, exploitationrate.
 
Abstrak 
: Berdasarkan studi parameter biologis yang meliputi distribusi frekuensi panjang yangmenghasilkan konstanta pertumbuhan, kematian, pola rekruitmen dan laju eksploitasi udang komersialpenting di perairan utara Lamongan-Jawa Timur, menunjukkan bahwa P.merguiensis dan
P.Semisulcatus
merupakan hasil tangkapan dominan. Panjang infinitif (L8) pada
P.merguiensis
sebesar 44,1mm panjang karapas (CL) dengan konstanta pertumbuhan (K) 0,61 pertahun, sementara (L8) pada
P.Semisulcatus
sebesar 69,3 mm CL dengan K sebesar 1,41pertahun. Kematian total (Z) diperkiraansebesar 1,31 pada
P.merguiensis
dan 6,82 pada
P. semisulcatus
. Puncak rekruitmen
P.merguiensis
berkisarantara Juli-Agustus sedangkan
P.Semisulcatus
berkisar antara Agustus-September. Laju eksploitasi yangdijelaskan lewat analisis Yield per Recruit Beverton Holt menghasilkan laju eksploitasi lebih besar pada
P. Semisulcatus
(0,042) dibandingkan
P. Merguiensis
(0.023). Secara umum udang penaeid di perairanutara Lamongan-Jawa Timur diperkirakan masih dalam kondisi tekanan eksploitasi rendah.Kata Kunci: Udang Penaeid,
Penaeus merguiensis
,
P. semisulcatus
, pertumbuhan, kematian, polarekruitmen, laju eksploitasi.
I. PENDAHULUAN
Sebagai negeri tropis Indonesiamempunyai keanekaragaman hayati melimpahterutama di sektor bahari. Salah satukomoditas bahari bernilai jual tinggi adalahudang Penaeid. Menurut Sheridan
et al.
(1984)Indonesia memiliki potensi besar dalamsumberdaya udang, terutama jenis
Penaeusmerguiensis
. Spesies ini dominan di wilayahPasifik tengah bagian barat (
Western CentralPacific
).Sebelum dikeluarkannya Keppres No.39 Tahun 1980 tentang Pelarangan Trawl diSeluruh Perairan Indonesia Kecuali LautArafura dan Sekitar Irian Jaya, perkembanganpenangkapan udang di Indonesia, terutamaspesies penaeid, sangat melimpah. Menurutcatatan FAO pada tahun 1979 total hasiltangkapan udang di dunia sebesar 1.474.176ton. Indonesia menduduki peringkat pertamauntuk produksi
Pennaeus merguensis
sebesar40.098 ton atau 70 % dan
P. monodon
sebesar17.599 ton atau 90% dari total masing-masing jenis di seluruh dunia (Sheridan
et al
, 1984).Komoditas udang Indonesia mencapai puncak pada tahun 1979 pada saat mencapai nilaiekspor sebesar USD 200.483.000.Diperkirakan setelah akhir dekade 70-an
 
Indonesia menduduki peringkat teratas dalamproduksi udang di Asia Tenggara (Unar andNaamin, 1984).Namun dalam perkembanganberikutnya hasil tangkapan udang penaeid,semakin menurun karena degradasisumberdaya. Jumlah Armada meningkatsangat cepat tidak diimbangi dengan kebijakanyang tepat. Sehingga muncul konflik sosialantara nelayan kecil dengan kapal-kapal trawl.Bahkan beberapa kajian sebelum tahun 1980melaporkan adanya indikasi persaingan antaranelayan kecil dengan trawl menurunkanpendapatan nelayan skala kecil, sehinggamereka menarik diri dari kegiatanpenangkapan ikan karena tidak mampubersaing dengan trawl, hasil tangkap semakinsedikit dan usaha mereka tidak mampu lagimendukung kehidupan keluarganya(Kusumastanto, 2003).Meskipun selanjutnya pelarangan Trawldikeluarkan dengan latar belakang sosialekonomi, namun isu sumberdaya laut tetapmembawa peranan penting. Operasi kapalTrawl besar menyapu bersih apa saja yangterdapat didepannya tanpa pandang bulu danseleksi, termasuk ikan dan udang-udang kecilyang seharusnya dibiarkan lolos agar dapatberkembang biak kembali. Nelayan tradisionalmulai merasakan kelangkaan sumberdayadengan semakin menurunnya ukuran dan jumlah hasil tangkap yang berarti menurunnyapendapatan (Kusumastanto, 2003). Nilaiekspor nasional juga mengalami penurunanhingga USD 185.100.000 pada tahun 1980(Unar and Naamin, 1984).Untuk meningkatkan produksi yangdihasilkan oleh nelayan tradisional sertamenghindari ketegangan sosial yang terusberlanjut, pemerintah kemudian mengambiltindakan dengan mengeluarkan Keppres No39/1980 tentang Pelarangan Trawl ataudisebut juga dengan Pukat Harimau yangberdomisili dan beroperasi di wilayah Jawa,Bali dan Sumatera secara bertahap dari 3500unit dan dibatasi sampai 1000 unit (Unar danNaamin, 1984). Selanjutnya larangan itudiperluas secara nasional dengan pengecualianLaut Arafura dan sekitar Irian Jayaberdasarkan Instruksi Presiden No. 11 yangsecara efektif berlaku pada januari 1983(Kusumastanto, 2003).Perairan utara Lamongan - Jawa Timurmerupakan daerah udang potensial yangterletak di sepanjang laut sebelah utara JawaTimur disamping pesisir Kabupaten Tubandan Kabupaten Gresik. Dengan karakteristik perairan pantai tropis, Laut utara Jawa Timurmemiliki potensi kandungan sumberdaya alamyang tinggi. Pada wilayah pesisirnya banyak muara atau estuari dari sungai besar sepertisungai Bengawan Solo dan sungai-sungai kecillainnyaSebelum KEPPRES No. 39 Th. 1981,banyak kapal-kapal trawl dari nelayanbermodal besar beroperasi di perairan ini,konflik nelayan kecil dengan nelayan trawlbesar juga terjadi di daerah ini sebagai imbasdari konflik trawl secara nasional. Setelahdiberlakukan undang-undang itu nelayan lebihdikonsentrasikan pada aktivitas penangkapanikan-ikan pelagis. Beberapa alat tangkap yangdigunakan diantaranya dogol, cantrang, payangdan purse seine.Kegiatan penangkapan udang jugadilakukan oleh nelayan Weru KecamatanPaciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Didaerah ini banyak nelayan menggunakan alat
 
tangkap payang dasar yang dimodifikasisehingga dapat dikategorikan sebagai alattangkap trawl. Permasalahan yang dihadapinelayan weru saat ini adalah banyaknya jumlaharmada dan menurunnya hasil tangkapanudang penaid dari waktu ke waktu. Penurunanhasil tangkapan ini memberikan tanda tanya,sejauh manakah tingkat pemanfaatan udang diLaut Utara Lamongan Jawa Timur pada saatKEPPRES tentang Pelarangan Trawl masihberlaku.Untuk mengetahui sejauh manatingkat pemanfaatan udang penaeid danmembuka kembali akses nelayan terhadapsumberdaya udang, perlu kiranya diteliti sejauhmana tingkat pertumbuhan, kematian,rekruitmen dan laju penangkapan udangpenaeid guna memperoleh informasi ilmiahtentang sumberdaya udang penaeid daerahtersebut.
 
II. TINJAUAN PUSTAKA
Udang Penaeid merupakan makananlaut (
seafood 
) bernilai tinggi, sebagian besardidapatkan dari daerah-daerah pesisir tropisdangkal yang hangat di seluruh dunia.Umumnya mereka hidup diantara 35
0
LU danLS. Tidak kurang dari 97 spesies yangtermasuk dalam famili Penaeidae. Berdasarkanstatistik perikanan global yang diterbitkanBadan Pangan se-Dunia (
Food and AgricultureOrganization of United Nations
/FAO) tahun1979, 21 spesies diantaranya memilikikontribusi penting atas hasil tangkapan duniayaitu sebesar 1.474.176 ton (Sheridan,
et.al
.,1984)Perikanan udang di perairan Indonesiaberkembang cepat sejak digalakkanpengoperasian trawl pada sekitar tahun 1966.Sebelum tahun 1980 Indonesia termasuk dalam negara-negara penghasil udang penaeidterbesar di dunia, terutama pada jenis
Penaeusmerguensis
,
P. monodon
dan
 Metapenaeus spp
.Produksi
P. merguiensis
mencapai 70 % dan
P.monodon
mencapai 90 % dari total produksimasing-masing jenis di seluruh dunia.Penangkapan udang penaeid dila-kukan pada hampir seluruh daerah pesisir diIndonesia, khususnya di perairan dangkaldekat daerah estuaria dan mangrove. Darilebih dari 42 spesies penting ditangkap,beberapa spesies penting diantaranya adalah:banana (
P. merguiensis, P. indicus, P. chinensis
),tiger (
P.monodon
dan
P.semisulcatus
), king (
P.latisulcatus
), endeavour (
 Metapenaeus monoceros, M. ensis, M. elegans
), rainbow atau cat(
Parapenaeopsis sculptilis, P. coromandelica, P.gracillima
) dan udang pink (
Solenocera crassicornis
)(Unar and Naamin, 1984).Udang Penaeid termasuk dalam kelasCrustacea, secara lengkap klasifikasi udangpenaeid menurut Fabricius, 1798
dalam
 Naamin 1984 adalah sebagai berikut:Phylum : ArthropodaClass : CrustaceaSub class : MalacostracaSeries : EumalacostracaSuperorder : EucaridaOrder : DecapodaSub Order : NatantiaSection : PenaeideaFamily : PenaeidaeSub Family : PenaeinaeGenus :
Penaeus
Gambar morfologi udang Penaeid disajikanpada Gambar 1.

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rizky Aulia Dewi liked this
Momok Cii Sr. liked this
Siti Maida liked this
Andra Deztyni liked this
Ranty Ardhitiyas liked this
Putri Benne liked this
Eriel Doank'z liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->