Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
copy7 sebelah (limbah b3).pdf

copy7 sebelah (limbah b3).pdf

Ratings: (0)|Views: 22 |Likes:
Published by Amrizal Arif
limbah b3 yang harusnya kita olah agar tidak menimbulkan pencemaran.
limbah b3 yang harusnya kita olah agar tidak menimbulkan pencemaran.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Amrizal Arif on Mar 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

 
1) Alumnus Prodi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
1
PENGOLAHAN MINYAK PELUMAS BEKAS MENGGUNAKANMETODE
ACID CLAY TREATMENT
 
Yuzana Pratiwi
1)
 
Abstrak
Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang semakin meningkat dikhawatirkan menimbulkandampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Salah satulimbah B3 yang perlu mendapatkan penanganan khusus karena dihasilkan dalam jumlah yangtinggi di masyarakat adalah minyak pelumas bekas. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pengolahan yang dapat mereduksi zat pencemar yang ditimbulkan oleh minyak pelumas bekas,salah satunya adalah metode
 Acid Clay Treatment 
. Pengolahan yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penurunan logam berat timbal (Pb) pada pengolahan minyak  pelumas bekas dengan metode
 Acid Clay Treatment 
dan untuk mengkaji penurunan kadar Pb yangterkandung pada minyak pelumas bekas. Adsorben yang digunakan adalah kaolin yang telahdiaktivasi dengan asam sulfat. Pengolahan minyak pelumas bekas ini menggunakan tiga variasi,yaitu variasi konsentrasi adsorben, variasi waktu kontak, dan variasi tingkat keasaman (pH). Hasil pengujian pengolahan minyak pelumas bekas menunjukan bahwa kondisi terbaik penurunan kadar Pb pada 150 ml minyak pelumas bekas terdapat pada konsentrasi adsorben 10 gram, waktu kontak 60 menit, dan pH 4,4. Efisiensi penurunan kadar Pb yang didapat dengan menggunakan metode
 Acid Clay Treatment 
dari kondisi terbaik adalah sebesar 56,71 %.
Kata-kata kunci:
limbah B3,
acid clay treatment 
, kaolin, timbal
1. PENDAHULUAN
Seiring perkembangan zaman, teknologiyang digunakan oleh manusia akansemakin berkembang pula. Kemajuanteknologi belakangan ini memberikanmasalah yang kompleks terhadaplingkungan, baik terhadap lingkunganhayati maupun lingkungan nonhayati.Setiap proses produksi selalumenghasilkan sisa-sisa produksi ataulimbah.Limbah yang dihasilkan oleh suatukegiatan baik industri maupunnonindustri seringkali kurang mendapat perhatian dalam masalah penanganannya.Limbah pada dasarnya memerlukan perhatian yang khusus, terutama limbahyang mengandung bahan berbahaya dan beracun atau yang lebih dikenal denganlimbah B3. Di Indonesia, masalah limbahB3 mulai diangkat sebagai masalah daridampak kemajuan teknologi dan industriyang berkembang (Azhari, 1998).Limbah B3 yang semakin meningkatdikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatanmasyarakat dan kualitas lingkunganhidup. Limbah B3 merupakan ancaman bagi kesehatan dan lingkungan, sehinggamemerlukan penanganan khusus untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya.
 
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 13 NOMOR 1
 –
JUNI 2013
2
Salah satu limbah B3 yang perlumendapatkan penanganan khusus karenadihasilkan dalam jumlah yang tinggi padamasyarakat adalah minyak pelumas bekas. Minyak pelumas bekas dihasilkandari berbagai aktivitas manusia seperti perindustrian, pertambangan, dan perbengkelan. Minyak pelumas bekastermasuk dalam limbah B3 yang mudahterbakar dan meledak sehingga apabilatidak ditangani pengelolaan dan pembuangannya maka akanmembahayakan manusia dan lingkungan(P3KNLH, 2008a).Minyak pelumas bekas mengandung beberapa logam berat, salah satunya yaituPb (timbal). Kontaminasi logam beratterutama Pb menjadi permasalahan dilingkungan saat ini. Hal ini terjadi karenakeberadaannya di alam, akumulasi dariPb yang sampai pada rantai makanan,serta menyebabkan pencemaran padatanah, air, dan udara (P3KNLH, 2008b).Dengan memperhatikan permasalahan diatas maka diperlukan suatu teknologilingkungan yang dapat mereduksi zat pencemar yang ditimbulkan oleh minyak  pelumas bekas. Salah satu teknologilingkungan yang dapat digunakan untuk mengolah minyak pelumas bekas yaitu
refining. Refining 
memiliki beberapametode pengolahan, salah satunya yaitu
acid clay treatment 
.
 Acid clay treatment 
adalah suatu metode pengolahan yangdigunakan pada minyak pelumas bekasdengan menggunakan penambahan asamdan lempung di dalam prosesnya(Francois, 2006).Penelitian ini dilakukan agar dapatdiaplikasikan untuk mengolah limbahminyak pelumas bekas yang saat ini jumlahnya semakin meningkat, sehinggadiharapkan dapat menurunkan kadar zat-zat pencemar yang terdapat di dalamnyaagar pencemaran lingkungan yangmerugikan dapat dicegah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisiterbaik dalam penurunan Pb pada pengolahan minyak pelumas bekasdengan metode
acid clay treatment 
danuntuk mengkaji penurunan kadar Pb yangterkandung pada minyak pelumas bekas.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 B3 dan Limbah B3
B3 adalah bahan yang karena sifat danatau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan ataumerusak lingkungan hidup, dan ataudapat membahayakan lingkungan hidupmanusia serta makhluk hidup lainnya.Definisi limbah B3 berdasarkan Pasal 1Ayat (2) Peraturan Pemerintah no.18/1999 adalah sisa suatu usaha dan/ataukegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karenasifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupuntidak langsung dapat mencemarkandan/atau merusak lingkungan hidup,dan/atau dapat membahayakan ling-kungan hidup, kesehatan, kelangsunganhidup manusia serta makhluk hidup lain.
 
Pengolahan Minyak Pelumas Bekas Menggunakan Metode
 Acid Clay Treatment
(Yuzana Pratiwi)
3
2.1.1 Jenis dan Sumber Limbah B3
Jenis limbah B3 menurut sumbernyameliputi :a)
 
Limbah B3 dari sumber yang tidak spesifik, yaitu limbah B3 yang bukan berasal dari proses utamanya, tetapi berasal dari kegiatan pemeliharaanalat, pencucian, pencegahan korosi(inhibitor korosi), pelarutan kerak, pengemasan, dan lain-lain. b)
 
Limbah B3 dari sumber spesifik,yaitu sisa proses suatu industri ataukegiatan yang secara spesifik dapatditentukan berdasarkan kajian ilmiah.c)
 
Limbah B3 dari bahan kimiakadaluarsa, tumpahan, bekaskemasan, buangan produk yangtidak memenuhi spesifikasi.
2.1.2 Karakteristik Limbah B3
Karakterisik limbah B3 adalaha)
 
Mudah meledak, yaitu limbah yangapabila pada suhu dan tekananstandar (25°C, 760 mmHg) dapatmeledak atau melalui reaksi kimiadan atau fisika dapat menghasilkangas dengan suhu dan tekanan tinggiyang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya. b)
 
Mudah terbakar, adalah limbah yangmempunyai salah satu sifat yaitu :(1)
 
limbah yang berupa cairan yangmengandung alkohol kurang dari24% volume dan atau pada titik nyala tidak lebih dari 60°C(140°F) akan menyala apabilaterjadi kontak dengan api, percikan api, atau sumber nyalayang lain pada tekanan udara 760mmHg;(2)
 
limbah yang bukan merupakancairan yang pada temperatur dantekanan standar (25°C dan 760mmHg) dapat mudahmenyebabkan kebakaran melaluigesekan, penyerapan uap air atau perubahan kimia secara spontandan apabila terbakar dapatmenyebabkan kebakaran yangterus menerus dalam 10 detik;(3)
 
merupakan limbah yang berte-kanan dan mudah terbakar;(4)
 
merupakan limbah pengoksidasi.c)
 
Bersifat reaktif, adalah limbah yangmempunyai salah satu sifat berikut:(1)
 
limbah yang pada keadaannormal tidak stabil dan dapatmenyebabkan perubahan tanpa peledakan;(2)
 
limbah yang dapat bereaksi hebatdengan air;(3)
 
limbah yang apabila bercampur dengan air berpotensi menimbul-kan ledakan, menghasilkan gas,uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakanuntuk kesehatan manusia danlingkungan.d)
 
Beracun, yaitu limbah yangmengandung pencemar yang bersifatracun untuk manusia maupunlingkungan yang dapat menyebabkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->