Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
2.Hog Cholera

2.Hog Cholera

Ratings: (0)|Views: 63 |Likes:

More info:

Published by: Ahmad Zuhyardi Lubis on Mar 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

 
 
HOG CHOLERA
PENDAHULUAN
Hog Cholera (HC) atau Classical swine fever adalah penyakit viral pada babi yang sangatganas dan sangat menular. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang paling merugikan pada babisehingga sangat ditakuti terutama oleh peternak babi . Sejak pertama ditemukan sekitar 2 abad yanglalu sampai tahun 1960-an penyakit ini epizootik di Eropa dan Amerika, benua yang memiliki populasi babi tertinggi . Sejak tahun 1970-an banyak negara di Eropa Barat dan Amerika Utara telah berhasil memberantas penyakit tersebut .Sebelum tahun 1995, HC tidak ditemukan di Indonesia.Bebasnya Indonesia dari penyakit ini dikukuhkan oleh Surat keputusan Menteri pertanian No 81/Kpts/TN . 560/1/1994 tanggal 31 Januari 1994. Akan tetapi, tidak lama setelah surat keputusantersebut dikeluarkan wabah yang diduga keras HC terjadi di Indonesia. Pada bulan Maret 1995 terjadiwabah penyakit babi di lokasi peternakan Kapuk Jakarta . Gejala klinis dan kelainan patologi pada babi penderita sangat khas untuk penyakit tersebut . Sejak kejadian di Kapuk, wabah penyakit telahmenyebar ke berbagai pulau di Indonesia .Hog Cholera (HC) disebut juga classical swine fever, peste du porc, colera porcina, danVirusschweinepest adalah penyakit viral pada babi yang sangat menular. Infeksi dapat terjadi dalamkeadaan akut, subakut, menahun, dan atipikal atau sub klinis. Hog cholera disebabkan oleh virusvirulen yaitu Virus Hog Cholera (VHC) yang termasuk dalam genus Pestivirus famili Flaviviridae.Virus HC yang menyerang semua golongan umur babi ini, mempunyai hubungan antigenik yangdekat dengan Bovine Viral Diarrhea Virus (BVDV) dan Border Disease Virus (BDV). Virus HCmemiliki ukuran 40-50 nm, dengan nukleokapsid berukuran 29 nm. Virus HC merupakan virus RNArantai tunggal bersifat infeksius dan memiliki dua macam glikoprotein yang terletak pada selubungvirus. Penyakit HC biasanya menyebabkan angka kesakitan dan kematian tinggi, sedangkan infeksidengan virus virulensi rendah dapat tidak teramati.Masa inkubasi penyakit HC biasanya antara 3 sampai 4 hari tapi umumnya antara 2 sampai 14hari. Gejala klinis HC dibagi 3 fase, yaitu: fase 1 atau akut, yang ditandai anoreksia, depresi, lesu,malas bergerak, demam tinggi, radang selaput lendir mata disertai eksudat serous atau mukopurulen,gangguan pencernaan berupa konstipasi kemudian diare kekuningan, gerakan tubuh sempoyongan,timbulnya bercak-bercak merah keunguan pada daun telinga, abdomen dan kaki bagian medial danterjadinya lekopenia. Tingkat kematiannya sangat tinggi dan biasanya terjadi antara 10-20 hari. Gejalaklinis bentuk fase 2 atau sub akut hampir sama dengan gejala bentuk akut, tetapi lebih ringan dan penyakitnya berjalan lebih lambat. Bila hewan dapat bertahan hidup lebih dari 30 hari, penyakitnyaakan berjalan secara kronis. Fase 3 atau kronis, ditandai dengan membaiknya kondisi, nafsu makan,suhu tubuh normal atau sedikit meningkat dan leukopenia. Pada fase 3 ini, hewan juga bisa kembalitampak menderita, anoreksia, depresi, suhu meningkat dan akhirnya mati. Virus HC yang virulensinyarendah dapat menimbulkan gangguan reproduksi, karena virus tersebut dapat mencapai fetus sehinggamengakibatkan abortus, mumifikasi, atau lahir dalam keadaan lemah..
KARAKTERISTIK DAN SIFAT-SIFAT VIRUS HOG CHOLERA
Virus HC termasuk genus Pestivirus, berbentuk bundar dengan diameter berkisar antara 40-50nm, mempunyai nucleocapsid berbentuk hexagonal berukuran sekitar 29 nm, dan mengandungmaterial genetik RNA berbentuk single stranded dan polarity positip (HORZINEK, 1981) .
 
 Nucleocapsid tersebut diselaputi oleh sebuah selubung (envelope) yang mengandung tigaglycoprotein yakni glycoprotein El (gp55), E2 (gp44/48) dan E3 (gp33) .Secara immunologis dan genetis, virus HC mempunyai kesamaan yang sangat dekat denganvirus Bovine viral diarrhoea (BVD), kedua virus ini adalah anggota dari genus Pestivirus . Virus BVDselain patogen pada sapi, kadang kadang dapat pula menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada babi (TERPSTRA dan WENSVOORT, 1988).
EPIDEMIOLOGI
Berdasarkan data OIE dari bulan Januari 1991 sampai September 1994, HC terdapat diseluruhdunia kecuali Amerika Utara . Sebagian besar wabah terjadi di Asia terutama Cina, India dan negaranegara Asia Tenggara . Di Eropah, kasus HC terbanyak tedapat di Jerman (KRAMER et.al.,1995) .Kejadian HC di Indonesia dimulai pada awal tahun 1995 menyerang ternak babi di SumateraUtara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, DKI, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Bali, Sulawesi Utara,Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur danTimor Timur. Sarosa dkk pada tahun 1998 berhasilmengisolasi dan mengidentifikasi virus HC terhadap wabah penyakit di Sumatera, DKI, Kalimantandan Sulawesi
Cara penularan
Babi adalah satu-satunya induk semang alami virus HC, oleh karena itu babi penderitamerupakan sumber penularan yang terpenting . Virus masuk ke dalam tubuh babi biasanya melaluirute oronasal . Cara penularan bisa dengan kontak langsung ataupun tidak langsung . Penularan bisasecara horizontal ataupun vertikal, yakni dari induk kepada fetus yang dikandung .
A.Penularan secara langsung
Penularan dari babi yang sakit atau carrier ke babi yang sehat merupakan cara penularan yang paling sering terjadi . Wabah penyakit sering diawali dengan pemasukan babi baru dari daerah atau peternakan yang tertular HC . Babi yang sakit menyebarkan virus terutama melalui sekresi oronasaldan lakrimal (RESSANG, 1973) . Jumlah atau konsentrasi virus dalam sekresi tersebut dan lamanya babi mengeluarkan virus tergantung kepada virulensi virus.
B.Penularan secara tidak langsung
 Karena virus HC cukup resisten terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan diluar induk semang, penularan dengan cara tidak langsung juga sering terjadi. Virus HC dapat bertahandalam waktu yang lama dalam daging babi dan beberapa produk olahannya, terutama dalam keadaandingin atau beku.
C.Peranan babi liar
Babi liar atau babi hutan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai hospes yang aman bagi virus untuk tetap bertahan dalam suatu lokasi dan merupakan sumber penularan bagi babi piaraan. Hasil analisa antigen menggunakan panel antibodi monoklonal, terhadap sejumlah isolat yang berasal dari wabah HC di Jerman menunjukkan bahwa sumber infeksi kasus primer dari sebagianwabah berasal dari babi liar .
 
PATOGENESISA.Infeksi oleh virus virulensi tinggi
 Virus yang masuk kedalam tubuh babi yang secara alamiah melalui rute oronasal, mengalami proses absorbsi dan multiplikasi awal pada sel epitel tonsil, kemudian menyebar ke bagian jaringanlimforetikuler dari target organ primer ini. Virus dapat diisolasi dari organ ini sekitar 7 jam setelahinokulasi peroral (RESSANG, 1973) . Setelah mengalami replikasi pada tonsil, virus menyebar kelimfoglandula regional (limfoglandula mandibula, retrofaringeal, parotid dan cervical) . Virus dalamlimfoglandula tersebut dapat diisolasi kembali sekitar 16 jam setelah inokulasi peroral .Setelahmengalami replikasi di limfoglandula ini,virus masuk kedalam peredaran darah yang mengakibatkanterjadinya viraemia awal . Virus tertahan dan mengalami multiplikasi yang cepat pada limpa yangmerupakan target organ sekunder. Multiplikasi virus yang cepat ini berakibat viraemia bertambahhebat . Selanjutnya virus tertahan dan menginvasi limfoglandula visceral dan superficial,sumsumtulang dan jaringan-jaringan limfoid lain di mukosa usus. Virus mencapai seluruh tubuh 5-6 harisetelah inokulasi peroral . Pada akhir stadium viramia, virus menetap dan menginvasi seluruh organtubuh yang sering berakibat kematian (WOOD et ai., 1988) . Selain menginvasi sel limfold, virus ini juga menyebabkan degenerasi dan nekrosa pada sel endotel pembuluh darah . Kerusakan pada pembuluh darah, thrombocytopenia dan gangguan sintesa fibrinogen mengakibatkan perdarahan berupa petechiae dan ecchymosa yang meluas, yang merupakan salah satu kelainan patologis yangmenonjol pada penyakit ini .Infeksi oleh virus virulensi sedang dan rendah.
B.Infeksi oleh virus dengan virulensi sedang
Mengikuti pola yang sama seperti virus virulensi tinggi tetapi prosesnya berjalan lebih lambatdan konsentrasi virus dalam darah dan organ-organ tubuh lebih rendah. Infeksi in utero Babi buntingyang terkena HC dapat menulari embrio atau fetus yang dikandungnya . Virus HC dapat menembus barier plasenta pada semua umur kehamilan. Virus menyebar secara hematogenous pada plasentakemudian menyebar kesemua fetus (VAN OIRSCHOT, 1979) . Selanjutnya, perkembangan virus pada fetus ini sama dengan perkembangan virus virulen pada infeksi post natal.
GEJALA KLINIS
Masa inkubasi HC biasanya berkisar antara 2-6 hari . Gejala klinis HC dapat dibedakan atasgejala penyakit akut, subakut atau kronis.
A.HC akut
Gejala klinis diawali dengan anorexia, lesu,malas bergerak dandemam tinggi . Leukopeniadan thromocytopenia hampir selalu terjadi dan muncul sebelum demam dan berlanjut sampai hewanmati, Conjunctivitis yang ditandai dengan exudate mukopurulent pada mata, Gangguan saluran pencernaan ditandai dengan konstipasi diikuti dengan diare. Kadang-kadang babi memuntahkancairan berwarna kuning . Gangguan lokomotor berupa kelemahan pada tungkai belakang sehingga babi berjalan sempoyongan, bagian belakang tubuh terayun ke kiri dan ke kanan saat berjalan(swaying gait) atau babi berdiri sambil bagian belakang tubuh disandarkan pada dinding atau babi lainmerupakan gejala yang khas pada penyakit ini . Kemerahan yang diikuti keunguan pada kulit terutama pada daun telinga, abdomen dan kaki bagian medial juga hampir selalu terjadi (HARKNESS, 1985;WILLIAMS dan MATTHEWS, 1988; WOOD et ai., 1988) . Tingkat kematian pada HC akut sangattinggi dan biasanya terjadi antara 10- 20 hari setelah infeksi .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->