Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII PEMASARAN DI SMKN  1 SURABAYA

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII PEMASARAN DI SMKN  1 SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 678 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : YUNDA S PURI, HARTI ,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : YUNDA S PURI, HARTI ,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Mar 29, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

 
1
HUBUNGAN ANTARA
ADVERSITY QUOTIENT
DENGAN MINATBERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII PEMASARANDI SMKN 1 SURABAYA
Yunda Sanggar PuriFakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang
ABSTRAK 
 
Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi (hubungan) antara
 Adversity Quotient 
dengan minat berwirausaha. Datadiperoleh (dikumpulkan) melalui penyebaran kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIIPemasaran di SMKN 1 SurabayaKorelasi antara
 Adversity Intelligence
dan intensi berwirausaha dianalisa denganmenggunakan korelasi
 Pearson Product Momen
. Hasil penelitian mengidikasikan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara
 Adversity Quotient 
dengan minat berwirausaha. Hasil analisa menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi atau
2
sebesar 55,6 % berarti bahwa besarnyakontribusi pengaruh variabel bebas yaitu
adversity quotient 
memberikan kontribusi terhadap minat berwirausaha siswa sebesar 55,6 % sedangkan sisanya 44,4 % ditentukan oleh variabel lain. diluar penelitian.Kate kunci:
adversity quotient,
minat berwirausaha
ABSTRACT
 
This research aims to test the correlation between Adversity Intelligence and interest in entrepreneurship Data collecting conducted by disseminating questionnaire. Responder in research represent the student of the 3rd grademarketing student of SMKN 1 Surabaya. The correlation between Adversity Intelligence and interest inentrepreneurship analysed to use the Pearson Product Moment correlation. Result indicate that there are positiveand significant correlation between Adversity Intelligence and entrepreneurship intention. Analysis result have knownthat R
2
is 55,6% that influenced percentage of Adversity Intelligence to interest in entrepreneurship is 55,6% and other  factor is 44,4% is determined by other variables outside of the study.
 
Keywords:
adversity quotien, interest in entrepreneurship
Terbatasnya lapangan perkerjaan yangterjadi saat ini telah menimbulkan peningkatan jumlah pengangguran yang ada di Indonesiasalah satunya di kota surabaya. Menurut dataBadan Pusat Statistik (BPS) Provinsi JawaTimur jumlah angkatan kerja yangmengganggur hingga Agustus 2010 mencapai1.336.932 orang. Jumlah ini diprediksi akansemakin meningkat apabila tidak segeradisediakan lapangan kerja baru atau tidak adanya kemampuan untuk membuka lahanusaha baru yang lebih prospektif. Angkatankerja yang menganggur tersebut memiliki latar  belakang pendidikan yang berbeda-beda.Tercatat lulusan SLTA menyumbang angka paling tinggi sekitar 41,2 persen sedangkanlulusan perguruan tinggi menyumbang sekitar 16,12 persen dan sisasnya adalah lulusansekolah dasar.Semakin bertambahnya pengangguranmenjadikan keadaan Indonesia saat ini akansemakin memburuk ditambah lagi dengankrisis ekonomi yang berkepanjangan sejak tahun 1998 (Jawa Pos, 2011) hal ini akan bertambah buruk jika keadaan ini tidak segeradiatasi, disamping itu pula kenaikan hargaBBM yang dilakukan pemerintah sejak tahun2005 mengakibatkan kenaikan harga
 – 
hargakebutuhan pokok tidak bisa ditolak hal ini lahyang akan mendorong siswa SMK untuk segera lulus dan dapat mencari penghasilansendiri dengan ilmu dan ketrampilan yangsudah dimiliki selama menempuh pendidikandi jenjang sekolah menengah kejuruan yangmereka pilih salah satunya kemampuandibidang membuka usaha baru atau berwirausaha. Berwirausaha merupakan salahsatu pilihan yang rasional mengingat sifatnyayang mandiri. Sehingga tidak bergantung pada
 
2
ketersediaan lapangan kerja yang ada. (TonyWijaya, 2010).Salah satu jenis sekolah yangmenyelenggarakan pendidikan khusus adalahSekolah Mengenah Kejuruan (SMK). Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yangmempunyai minat tertentu dan siap untuk  bekerja serta membuka lapangan perkerjaanyang disesuaikan dengan ketarampilan dan bakat yang dimiliki. Siswa SMK diajak untuk  belajar disekolah dan belajar didunia kerjadengan praktek secara nyata sesuai bidangyang dipelajari melalui program PendidikanSistem Ganda (PSG). Melalui PSG diharapkan para siswa bisa mendapatkan pengetahuan,ketrampilan serta perubahan sikap, sehinggadapat membekali dirinya untuk memilih,menetapkan, dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan potensi dirinya (Depdikbud, 1999).Praktek kewirausahaan yang dijalankan diSMK Negeri 1 Surabaya cukup beragamkarena dapat dipilih sesuai dengan jurusansiswa masing-masing , seperti pada jurusanPemasaran, Administrasi Perkantoran,Akuntansi, DKV, MM dan masih banyak lagi.Berjualan membuka warung makanan, menjadi penyalur produk-produk buatan sendiri(
handmade
), membuka jasa mendisain visual ,membuka jasa perbaikan perangkat keras danlunak komputer, merupakan jenis wirausahayang bisa dipilih oleh siswa SMK Negeri 1Surabaya sesuai dengan kemampuan dan jurusan yang dipilih.Pelaksanaan kegiataan praktek kewirausahaan secara tidak langsung akanmemberikan pengetahuan dan pengalamandalam menciptakan lapangan pekerjaan barudan juga pembaca peluang yang dapatdimanfaatkan menjadi lapangan pekerjaan.Pengalaman yang diperoleh pada saatmelaksanakan praktek kewirausahaan, selainmempelajari bagaimana cara menciptakanlapangan pekerjaan baru, juga belajar  bagaimana memiliki usaha yang relevandengan bakat dan minat yang dimiliki olehsiswa tersebut. Menurut Nurwakhid (1995:12)minat bertalian erat dengan perhatian, keadaanlingkungan, perasaan dan kemauan. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatuhubungan antara diri sendiri dengan sesuatudiluar pribadi sehingga kedudukan minattidaklah stabil, karena dalam kondisi tertentuminat bisa berubah-ubah, tergantung faktor-faktor yang mempengaruhinya, yangmempengaruhi minat secara garis besar adatiga faktor, yaitu : Kondisi psikis, kondisi fisik,dan kondisi lingkungan.Pengetahuan dan keterampilan siswa kelasXII Pemasaran di SMK Negeri 1 Surabayayang diperoleh selama praktek kewirausahaanmerupakan modal dasar yang dapat digunakanuntuk berwirausaha. Pengetahuan,keterampilan serta kemampuan berwirausahayang dimiliki oleh siwa kelas XII Pemasarandi SMK Negeri 1 Surabaya dapat mendorongakan tumbuhnya minat untuk berwirausaha halini sejalan dengan hasil penelitian yangdilakukan oleh Maman (2006) bahwa Minat berwirausaha akan menjadikan seseoranguntuk lebih giat mencari dan memanfaatkan peluang usaha dengan mengoptimalkan potensiyang dimiliki. Minat tidak dibawa sejak lahir tetapi tumbuh dan berkembang sesuai denganfaktor-faktor yang mempengaruhinya.
 
Siswaakan mempunyai dorongan yang kuat untuk  berwirausaha apabila menaruh minat yang besar terhadap kegiatan wirausaha. Denganadanya minat akan mendorong siswa untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, karena didalam minat terkandung unsur motivasi ataudorongan yang menyebabkan siswa melakukanaktivitas sesuai dengan tujuan. Kuatnyadorongan bagi diri seseorang dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.
 Adversity quotient 
merupakan bentuk kecerdasan yang melatar belakangi kesuksesanseseorang dalam menghadapi sebuah tantangandisaat terjadi kesulitan atau kegagalan.Penelitian tentang
adversity quotient 
ini,dikembangkan berawal dari keberagamandunia kerja yang cukup kompleks dengan persaingan yang cukup tinggi, sehingga banyak individu merasa stres menghadapinya. Individuyang mengalami hal tersebut di karenakankendali diri, asal usul dan pengakuan diri, jangkauan, serta daya tahan yang kurang kuatdalam menghadapi kesulitan dan permasalahanyang dirasa cukup sulit dalam hidupnya, biasanya berakhir dengan kegagalan sehinggamenjadi individu yang tidak kreatif dan kurang produktif.
adversity quotient 
(AQ), bagian darikemampuan yang dimiliki seseorang dalammengatasi berbagai problema hidup dankesanggupan seseorang bertahan hidup. Untuk 
 
3
mengetahui
adversity quotient 
(AQ) seseorangdapat dilihat sejauh mana orang tersebutmampu mengatasi persoalan hidup bagaimanapun beratnya, dengan tidak putusasa(http://www.indomedia.com). Hal inidiperkuat oleh Rukmana(http://www.pu.go.id), menyatakan jikaseseorang memiliki
adversity quotient 
(AQ)akan mampu menghadapi rintangan atauhalangan yang menghadang.Pada kenyataanya banyak lulusan sekolahmenengah kejuruan yang belum siap bekerjadan menjadi pengangguran, beberapadiantaranya lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha. (Kompas, 2011). Hal inididukung oleh hasil penelitian Hartini (2002)dan Tony Wijaya (2007) yang menyatakan bahwa samapi saat ini di antara siswa lulusanSMK tidak banyak yang berorientasi dan berniat untuk bekerja sendiri atau berwirausahadengan bekal ilmu pengetahuan yang telahdiperoleh.Survey BPS (2010) menemukan hanyasekitar 32,1 persen sekitar 400.248 jiwalulusan SLTA dan perguruan tinggi yangmenekuni bidang kewirausahaan, sisanyasebesar 67.9 persen memilih untuk bekerja pada orang lain atau menjadi karyawan(Hartini, 2002). Temuan ini diperkuat hasil penelitian Dianita (2010) terhadap mahasiswadi Surakarta serta Tony Wijaya terhadap siswaSMK di Yogyakarta yang melaporkan bahwamasih ada kecenderungan kuat dari para siswauntuk menjadi pegawai negeri atau karyawan.Ada beberapa hal mengapa siswa SMK yangtidak tertarik berwirausaha setelah lulus adalahkarena tidak mau mengambil resiko, takutgagal, tidak memiliki modal dan lebihmenyukai bekerja pada orang lain.Alasan tersebut bertentangan dengan tujuanindividu masuk sekolah kejuruan yang ingincepat bekerja dan ingin membuka usahasendiri. Lebih lanjut dijelaskan bahwa siswatidak tertarik berwirausaha karena kurangmemiliki motivasi dan tidak memilikisemangat serta keinginan untuk berusahasendiri. Akibatnya individu berfikir bahwa berwirausaha merupakan sesuatu yang sulituntuk dilakukan dan lebih senang untuk  bekerja pada orang lain. Sekolah kejuruandiharapkan dapat mencetak tenaga terampilyang siap diterima di lapangan kerja dan ditengah krisis ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan, peluang untuk bekerja ternyatamasih terbuka lebar. Bagi sekolah kejuruanyang mampu memberikan ketrampilan dan bersinergi dengan dunia usaha, akanmempermudah lulusannya menembus duniakerja dengan berwirausaha. (Tony, 2007).Hal ini memiliki kesamaan pada kondisisiswa kelas XII Pemasaran di SMK Negeri 1Surabaya dapat membuka lapangan kerjasendiri dengan ketrampilan yang dimiliki untuk menguranggi jumlah pengangguran tetapikenyataan yang ada membuktikan bahwa siswakelas XII Pemasaran di SMK Negeri 1Surabaya lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan bahkan tidak bekerja sama sekali inisesuai dengan hasil wawancara yang dilakukanoleh peneliti dengan beberapa siswa kelas XIIPemasaran SMK Negeri 1 Surabaya .Rendahnya minat berwirausaha pada siswaKelas XII Pemasaran di SMK Negeri 1Surabaya karena ragu-ragu dan takut gagalsehingga mereka tidak siap menghadapirintangan yang ada. Dengan demikian hanyaindividu yang berani mengambil resiko sertamemiliki kecerdasan menghadapi rintangansaja yang memiliki minat berwirausaha yangtinggi.Kecerdasan yang dimaksud bukan hanyakecerdasan akademik saja, tetapi ada yanglebih berperan yaitu yang disebut dengankecerdasan
adversity
. Kecerdasan ini memilikikomponen yang sangat komplek dan terkaitdengan kemampuan seseorang dalammenggunakan kemampuan dan potensinyadalam kehidupan sehari-hari termasuk dalamkualitas menghadapi kesulitan . Hal ini selarasdengan yang dikemukakan oleh Stoltz (2005)yang mengemukakan konsep
 AdversityQuotient 
atau
AQ
(kecerdasan
adversity
)merupakan faktor yang paling penting dalammeraih kesuksesan.Sekolah merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan belajar dan akses sumber ilmu pengetahuanyang luas menjadikan sekolah sebagai tempatmenempa diri, meningkatkan
 skill 
. Peluanguntuk menguasai bidang ilmu untuk mendukung usaha tertentu terbuka lebar.Selama di sekolah mempunyai waktu yangcukup untuk belajar berbagai ilmu yangdiperlukan. Siswa dituntut untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membuka peluang kerja. Peran tersebut menjadi sangat

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->