Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
33Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Warna Pemikat Cahaya (Light Attractor) Berkedip Thd Hasil Tangkapan Bubu Karang Di Perairan P Puhawang, Lampung Selatan oleh Indra Gumay Yudha

Pengaruh Warna Pemikat Cahaya (Light Attractor) Berkedip Thd Hasil Tangkapan Bubu Karang Di Perairan P Puhawang, Lampung Selatan oleh Indra Gumay Yudha

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 7,567|Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Warna cahaya yang berbeda dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi ikan-ikan karang, sehingga warna cahaya dapat dijadikan pemikat untuk meningkatkan hasil tangkapan bubu karang untuk mendapatkan hasil ikan-ikan target yang bernilai ekonomis tinggi
Warna cahaya yang berbeda dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi ikan-ikan karang, sehingga warna cahaya dapat dijadikan pemikat untuk meningkatkan hasil tangkapan bubu karang untuk mendapatkan hasil ikan-ikan target yang bernilai ekonomis tinggi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Indra Gumay Yudha on Mar 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2014

pdf

text

original

 
Pengaruh Warna Pemikat Cahaya (
 Light Attractor
) Berkedip terhadap Jenisdan Jumlah Ikan Hasil Tangkapan Bubu Karang (
Coral Trap
)Di Perairan Pulau Puhawang, Lampung SelatanEffect of Blinking Light Attractor’s Colour to Species and Abundanceof Coral Trap’s Catching at Puhawang Island, South LampungOleh: Indra Gumay Yudha
(Staf pengajar PS Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung)
 ABSTRACT 
This experiment was held in March-April 2005 at Puhawang Island waters in South Lampungregency, to study the effect of different visible light’s colour used as blinking light attractors tospecies and abundance of coral trap’s catching. There were five visible lights used in trapoperation, blue, red, white (daylight), yellow, and green, used as light attractors; and equipped with control trap (without light attractor) as treatments. Each treatment had 3 repetitions. Theresult showed that white, red and yellow light had effectiveness significantly (P<0.05) than theothers to get both kind of fishes and their weight. Fishes were caught dominantly consist of white-spotted spinefoot (Siganus canaliculatus) which interested on yellow light, saw-jawed monocle bream (Scolopsis ciliatus) and twin-lined threadfin bream (Nemipterus isacantus) whichdisposed to like yellow and white light, and groupers (Serranidae) which preferred at red light.
 Keywords: coral trap, blinking light attractor
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2005 di perairan Pulau Puhawang, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan warna pemikat cahaya berkedip pada bubu karang terhadap jumlah dan jenis ikan yang tertangkap.Warna cahaya yang digunakan sebagai perlakuan adalah biru, merah, putih, kuning, dan hijau,serta dilengkapi dengan bubu kontrol (tanpa pemikat cahaya). Masing-masing perlakuanmemiliki 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya putih, merah dan kuningmemiliki efektifivitas yang lebih baik dan secara statistik menunjukkan hasil yang signifikanterhadap perlakuan lainnya (P<0.05), baik jumlah maupun bobot ikan yang tertangkap. Jenis- jenis ikan yang dominan tertangkap adalah baronang
(
Siganus canaliculatus
)
 yang cenderungtertarik 
 
 pada cahaya kuning
,
 jelek mata (Scolopsis ciliatus) dan kuniran (Nemipterus isacantus) yang cenderung menyukai cahaya putih dan kuning, serta jenis-jenis ikan kerapu yang memiliki preferensi terhadap cahaya merah.
 Kata kunci: bubu karang, pemikat cahaya berkedip
1. PENDAHULUAN
Potensi sumberdaya ikan karang di Indonesia cukup besar mengingat luasnya habitat karangdi wilayah pesisir dan laut yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara. Jenis-jenis ikan karang
 
 2yang ekonomis penting dan memiliki harga jual tinggi antara lain adalah ikan kakap, kerapu,baronang, ekor kuning, dan lain-lain. Pada umumnya harga jual komoditas perikanan tersebutakan lebih tinggi jika dipasarkan dalam kondisi hidup.Pemanfaatan sumberdaya ikan karang dilakukan dengan berbagai jenis alat penangkapanikan. Salah satu jenis alat penangkapan ikan yang umumnya digunakan adalah bubu (
trap
).Keuntungan penggunaan bubu dibandingkan dengan alat penangkap ikan lainnya adalah ikan-ikan yang tertangkap masih dalam keadaan hidup, sehingga harga jualnya tetap tinggi.Saat ini disinyalir penggunaan bubu, terutama yang dioperasikan di habitat karang, telahmenimbulkan kerusakan terumbu karang. Hal ini terkait dengan salah satu carapengoperasiannya yang dilakukan dengan menggunakan bongkahan karang untuk menimbunbubu tersebut sebagai upaya penyamaran. Menurut Sukmara
et.al.
(2001), pemasangan bubuyang demikian dapat menyebabkan terumbu karang terbongkar, patah dan mengalami kematian.Penggunaan alat bantu penangkapan, seperti pemikat cahaya berkedip (
blinking
 
light attractor 
), pada bubu dasar atau bubu karang merupakan salah satu alternatif untuk mengatasimasalah tersebut. Telah diketahui bahwa beberapa jenis ikan dan biota perairan lainnya memilikisifat fototaksis positif terhadap cahaya, sehingga
light attractor 
dapat dimanfaatkan sebagaipemikat (umpan). Beberapa ahli perikanan sependapat bahwa umpan merupakan alat bantuperangsang yang mampu memikat sasaran penangkapan dan sangat berpengaruh untuk meningkatkan efektivitas alat tangkap. Menurut Gunarso (1985), ikan akan memberikan responterhadap lingkungan sekelilingnya melalui indera penciuman dan penglihatan. Kebanyakan ikanakan memberikan reaksi jika benda yang dilihat bergerak, mempunyai bentuk, warna dan bau.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas penggunaan warna (merah, hijau,biru, putih dan kuning) pemikat cahaya berkedip pada bubu karang terhadap jenis dan jumlahikan yang tertangkap. Sehubungan dengan isu kerusakan terumbu karang akibat penggunaanbubu, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemecahan masalahtersebut. Selain dapat mencegah kerusakan terumbu karang lebih lanjut, hasil penelitian inidiharapkan dapat meningkatkan efektivitas bubu sehingga perolehan nelayan menjadi lebih baik.
2. METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan di perairan Pulau Puhawang, Kecamatan Punduh Pidada, KabupatenLampung Selatan pada bulan Maret-April 2005. Penempatan bubu dilakukan di 4 (empat) titik 
 
 3lokasi yang berupa gosong karang yang diduga merupakan habitat ikan karang. Adapun koordinatlokasi penelitian adalah sebagai berikut: a) 05°41'31,6" LS - 105°13'22" BT; b) 05°41'51,0" LS-105°13'04,8" BT; c) 05°42'00,9" LS- 105°13'16,9" BT; dan d) 05°41'56,7"LS - 105°13'24,7"BT (Lampiran 1).Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sejumlah komponen elektronikayang terdiri dari transistor, resistor, condensator, LED (
light emitting diode
), yang dirangkaimenjadi suatu wahana pemikat cahaya berkedip dan dioperasikan dengan baterai 6 volt(Lampiran 2). Cahaya yang dihasilkan oleh
light attractor 
tersebut memiliki intensitas rata-ratasekitar 22 lux. Alat-alat dan bahan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini adalah: TabungPVC berdiameter 2 inchi sebagai wadah pembungkus
light attractor 
yang kedap air, GPS, petadasar Pulau Puhawang, wadah (kontainer) plastik sebanyak 15 buah, resin, lem PVC, lem
siliconrubber 
, formalin 40% 10 liter, tali PE berdiameter 4 mm sepanjang 30 m, timbangan, bukuidentifikasi ikan, kamera, borang isian dan alat tulis, kapal motor dan perlengkapan selam(kompresor, masker, dan selang karet).Bubu karang yang digunakan adalah bubu yang terbuat dari bahan kawat (
wire
) berukuran(pxlxt) 75x66x33 cm dan memiliki mulut (
 funnel
) 1 buah. Kontruksi bubu dapat dilihat padaLampiran 2. Jumlah bubu yang digunakan sebanyak 18 unit dengan perincian sebagai berikut:bubu dengan pemikat cahaya berkedip berwarna merah, biru, hijau, kuning, dan putih masing-masing sebanyak 3 unit, serta 3 unit bubu yang tidak dilengkapi dengan pemikat cahaya sebagaikontrol. Pemikat cahaya berkedip dinyalakan selama bubu dioperasikan. Saat dioperasikan,lampu-lampu LED pada pemikat cahaya tersebut berkedip dengan frekuensi 40-50 kedip/menit.Seluruh bubu tersebut dioperasikan dengan menempatkannya di bawah perairan di sekitargosong karang pada kedalaman antara 20-30 m.
Setting
bubu dilakukan dengan bantuan nelayanbubu yang biasa beroperasi di sekitar gugusan Pulau Puhawang. Saat
setting
alat tangkap,biasanya nelayan-nelayan bubu melakukan penyelaman dengan bantuan kompresor dan masker.Di dasar perairan bubu diikat dengan tali PE berdiameter 4 mm dan diberi pemberat agar tidak hanyut terbawa arus.Penempatan bubu di dasar perairan dilakukan secara acak dan diupayakan agar jarak antarabubu tidak berdekatan, sehingga tidak saling mempengaruhi antara satu perlakuan denganperlakuan lainnya. Jarak antara bubu diupayakan lebih dari 10 m. Waktu pengoperasian bubuadalah 3 hari 2 malam. Hal ini terkait dengan masa operasional pemikat cahaya tersebut, yaitu

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
Sigit Yanto added this note
like this
Sigit Yanto liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Fathur Ririn liked this
Jeng Nna Ramdani liked this
Jeng Nna Ramdani liked this
Eky Ramadhani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->