Ervan Abu N | 08562151410 |ervanabu@gmail.com|Seminar Inspiring healthy life With the power positive thinking | Maret 2009|
Inspiring healthy life
With the power positive thinking
Oleh: Ervan Abu N
There are only two ways to look at life;Either everything is a miracle or nothing is a miracle
Albert Einstein
Berpikir positif, suatu istilah yang menarik untuk dibahas. Mengapa? Karena istilahtersebut menimbulkan suatu pemikiran lain, yaitu, apakah ada berpikir negatif? Danbenarkan pikiran seseorang dapat dikategorikan menjadi positif dan negatif?Untuk memulai pembahasan ini saya ingin memberi definisi istilah berpikir positif tersebut. Mari kita sepakati bahwa berpikir positif adalah seperti kata Einstein, yaitumelihat dunia sebagai suatu kejaiban, pada setiap saat.Dengan demikian berpikir positif dapat dikatakan sebagai cara pandang atau persepsiseseorang atas peristiwa yang setiap saat terjadi padanya sebagai sesuatu yangmemiliki dampak baik pada akhirnya.Orang yang memiliki pandangan positif seperti ini biasanya disebut sebagai orangyang optimis, sedangkan orang yang memiliki pandangan sebaliknya, dikatakansebagai orang yang pesimis.
The optimist sees opportunity in every difficulty;The pessimist sees difficulty in every opportunity
Winston Churchill
Lalu apa ciri dari orang optimis dan pesimis ini? Kata Churchill, kita bisa mengetesapakah orang tergolong optimis atau pesimis dengan cara melihat bagaimana merekabereaksi terhadap suatu kesempatan dan kesulitan.Saat ada ide-ide baru yang dimunculkan, bagaimana reaksi orang? Itulah salah satuparameter apakah orang itu optimis atau pesimis. Dalam bahasa yang lebih mudah,kata-kata apa yang diucapkan, apakah ”ini sulit, tapi mungkin” atau ”ini mungkin,tapi sulit.”Manakah yang lebih baik?Optimis atau pesimis?Dengan berat hati saya katakan, dua-duanya sama, tidak ada yang lebih baik.Tergantung pada situasi yang sedang dihadapi. Tidaklah bijak untuk optimis denganmenutup mata dari situasi nyata yang sedang berkembang. Dan sebaliknya, akan jelek dampaknya, apabila belum apa-apa kita sudah takut duluan.Akan saya beri contoh, katakanlah kita orang yang sangat optimis, lalu ingin menjuales krim pada orang eskimo. Menurut Anda, akankah optimisme kita membawa hasilsesuai yang kita harapkan, suatu profit yang luar biasa. Saya rasa akan sulit.Optimisme akan tepat diterapkan, misalnya, saat kita optimis menang lomba karyatulis ilmiah. Karena segalanya jelas, aturannya jelas, kompetsisinya jelas, adadukungan bagi kita, dan lain sebagainya.Begitupun dengan pesimisme, tidak tepat digunakan saat kita sedang memimpin timkita untuk melaksanakan suatu misi, atau apabila sedang mengajar. Bayangkan jikaada guru berkata pada muridnya, ”susah lho pelajaran ini, saya aja dulu ngga bisa,apalagi kamu”
Leave a Comment
benk2_poltek@yahoo.com