Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sakramen Baptis

Sakramen Baptis

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by ricardosibagariang

More info:

Published by: ricardosibagariang on Mar 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

 
1
 
Sakramen Baptis
Baptis merupakan langkah pertama dan utama menjadi seorang Kristen. Baptis merupakansakramen. Baptisan tidak hanya sebagai simbol tetapi adalah sebuah sakramen. Baptisan membuatkita lahir baru. Dasar kitab suci dari ajaran tentang baptis ini cukup banyak antara lain:Yohanes 3:5 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, iatidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah"pada ayat ini Yesus menekankan pentingnya baptis sebagai jalan untuk masuk dalam Kerajaan Allah.dalam Kis 2:38 St. Petrus mengatakan "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberidirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerimakarunia Roh Kudus." St. Petrus menekankan perlunya baptis untuk pengampunan dosa dan syaratuntuk menerima karunia Roh Kudus.St. Paulus dalam Titus 3:5 "pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatanbaik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan olehpembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" lalu dalam Kis 22:16 "Dan sekarang, mengapaengkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambilberseru kepada nama Tuhan!"Dari beberapa ayat diatas jelaslah bahwa Sakramen baptis bukan hanya sebuah lambang atau simbol(jikalau itu simbol untuk apa Para Rasul menekankan perlunya Baptis?) tetapi Baptisan memangmembuat kita lahir baru, karena baptisan itu berhubungan erat sekali dengan Roh Kudus yangmembuat kita lahir baru. Bila kita perhatikan Yohanes 3:5 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" kata "airdan Roh" (Baptisan dan Roh Kudus) memiliki suatu hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan.Hubungan yang erat antara baptisan dan Roh Kudus yang tak terpisahkan inilah yang membuat kitamemperoleh hidup baru pada saat kita dibaptis. karena hubungan yang erat antara Roh Kudus danBaptisan sehingga ketika Paulus berbicara mengenai baptisan ia tidak menyebut Roh Kudus "Atautidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalamkematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisandalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati olehkemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." (Roma 6:3-4).Baptisan bukan perbuatan manusiawi belaka tetapi Baptis adalah tanda dan sarana Rahmat Allah(yaitu kelahiran/hidup baru) dimana Allah berkarya melalui para pelayan yang membaptis. JadiBaptisan adalah karya Allah sendiri yang mencurahkan Roh Kudus-Nya. Baptisan tidak dapatdibedakan/dipisahkan dari Iman kepada Yesus dan dari Pencurahan Roh Kudus. Baptisan merupakanperwujudan iman seseorang kepada Yesus dan Iman itu berhubungan dengan pencurahan RohKudus lihatlah pada1 Kor 12:3 "Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpunyang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun,yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus."Dari uraian diatas jelaslah bahwa Baptis bukan hanya sebuah simbol tetapi benar-benar membuatkita lahir baru karena peranan dari Roh Kudus yang membuat kita lahir baru didalam pembaptisan.oleh karena hal itulah St. Petrus menegaskan perlunya baptisan bagi keselamatan "Juga kamusekarang diselamatkan oleh kiasannya (kiasannya=air bah {lihat ayat sebelumnya untuk lebih jelas}),
 
2
 yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untukmemohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus" (1 Pet 3:21)Semua yang disebutkan, yaitu: percaya, mengaku, iman, harus dimanifestasikan dalam Baptisan,karena Tuhan sendiri mengatakan:
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapatmasuk ke dalam Kerajaan Allah.
” (Yoh 3:5).
Bagaimana kita mengartikan ayat tersebut, yang dengan jelas-jelas mengatakan bahwa tidak adaseorangpun yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kalau dia tidak dilahirkan dari air dan Roh.Gereja mematuhi pesan Kristus mewartakan pentingnya Sakramen Baptisan untuk keselamatan,
seperti yang Yesus sendiri perintahkan “Karena itu pergilah, jadikanl
ah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukansegala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mt 28:19
-20).Begitu pentingnya Baptisan untuk keselamatan manusia, sehingga Yesus memberikan amanat agungkepada para muridnya sebelum Dia diangkat ke Sorga. Sekali lagi, kita perlu merenungkan, mengapa
perintah Yesus yang terakhir tidak menyebutkan untuk “percaya”, “mengaku”, atau “iman”? Karena
semuanya itu terangkum dalam Baptisan. Baptisan mensyaratkan seseorang untuk percaya, karenauntuk percaya seseorang harus mengetahui apa yang terjadi dalam Baptisan, dan percaya akan
Tuhan yang memberikan perintah. “Mengaku” j
uga terjadi di dalam upacara Baptisan (dalambaptisan bayi, pengakuan diwakili oleh orang tua. Iman yang benar juga diwujudkan dalam bentukBaptisan. Iman yang benar tidak hanya berhenti begitu saja, namun diwujudkan dalam tindakan,terutama untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Kristus, yang salah satunya adalahmemberikan diri untuk dibaptis.
 
3
 
Baptisan artinya dicelup?
Sebenarnya kata ‘Baptisan’ artinya tidak hanya dicelup, tetapi dikenakan ke air.
 Oleh karena itu, ketika Yesus memerintahkan kepada para murid untuk membaptis, Dia tidak secaraliteral dan rinci mensyaratkan bahwa membaptis itu harus dicelupkan seluruh badan ke dalam air.Memang baptizein itu dapat berarti mencelup ke dalam air, tetapi juga dapat berarti mengenakankepala ke air dengan cepat; dan dengan pengertian ini maka baptisan dengan cara dituang jugamasih sesuai dengan definisi baptizein/ membaptis itu.
Kita dapat mengasumsikan bahwa Yesus dibaptis dengan cara diselam, karena dikatakan, “Sesudah
dibaptis, Yesus segera kelu
ar dari air” (Mat 3:16; Mrk 1:10) namun demikian, ini tidak mengatakan
secara eksplisit bahwa Yesus dibaptis dengan cara ditenggelamkan/ diselam, dan dengan demikianmembatasi arti baptisan hanya dengan cara diselam. Sebab pembaptisan Yesus dilakukan di sungaiYordan yang memang untuk dicapai dengan cara turun ke air, dan untuk kembali ke darat/tanahyang kering, Ia harus naik/ keluar dari air.Tuhan Yesus sendiri tidak mengajarkan cara Pembaptisan secara mutlak. Jika seorang berpikir bahwaYesus dibaptis dengan cara diselam, maka kita harus dibaptis dengan cara yang persis sama barudapat dikatakan sah, maka, orang itu harus juga dibaptis di sungai Yordan. Tentu ini menimbulkanmasalah juga sebab, dimana persisnya di sungai Yordan Yesus dibaptis, juga tidak dapat diketahuidengan pasti. Tempat pembaptisan yang ada sekarang [dijadikan tempat ziarah] juga hanyamerupakan perkiraan.Jadi Kitab Suci sebenarnya tidak pernah menyebutkan secara eksplisit bahwa pembaptisan harusdilakukan dengan cara diselam, dicelup atau dikenakan ke air. Baptisan 3000 orang dalam sehariyang terjadi sebagai akibat dari khotbah Rasul Petrus tidak dikatakan dengan cara diselam (lih. Kis2:41), demikian juga dengan baptisan Rasul Paulus (lih. Kis 9:18) dan baptisan Kornelius (lih. Kis10:48).Tentang bagaimana Rasul Filipus membaptis memang tidak diceritakan secara detail dalam KitabSuci, namun yang dilakukan pastilah memenuhi kriteria di atas. Dengan demikian, Gereja sudah sejakawal mengikuti perintah Yesus tentang pembaptisan dengan benar, sesuai dengan artikata baptizein itu, yaitu, dicelup, atau dituang. Sedangkan dipercik memang sebenarnya bukan carayang umum, namun jika kondisinya benar- benar tidak ada air, maka hal itu masih dapat dibenarkan.Menurut pengajaran para rasul yang tertulis dalam Didache (80-110), pembaptisan dengan caradicelup/ dituangkan air itu diijinkan. Teksnya berbunyi demikian:
“….
baptize in the name of the Father and of the Son, and of the Holy Spirit in living (running) water.But, if you have not living water, then baptize in other water, if you are not able in cold, then inwarm. But, if you have neither, then pour water on the head thrice in the name of the Father and of 
the Son and of the Holy Spirit.” 
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->