Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Agenda Setting

Teori Agenda Setting

Ratings: (0)|Views: 309 |Likes:
Published by Destya Purnawita
ilmu komuikasi
ilmu komuikasi

More info:

Published by: Destya Purnawita on Mar 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2014

pdf

text

original

 
Teori Agenda Setting
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teori KomunikasiJurusan Ilmu Komunikasi.Dosen Pembimbing Drs. A.M. Moefad, SH., M.Si.
Disusun Oleh :
Anifatul Jannah B06211045
Faizatin Nia B06211053
Hidayati Kusuma Pertiwi B06211058
FAKULTAS DAKWAHIAIN SUNAN AMPEL SURABAYATAHUN AKADEMIK 2011-2012
1
 
BAB IPembahasanTEORI AGENDA SETTINGKonsep Teori
Agenda asli tidak hanya apa yang harus dipikirkan, tapi bagaimana memikirkan tentangsesuatu. Jurnalisme profesor Maxwell McCombs dan Donald Shaw menjadikan Watergate sebagaicontoh sempurna dari fungsi agenda-setting seperti pada media massa. McCombs dan Shaw percaya bahwa Media massa memiliki kemampuan untuk mentransfer arti penting suatu item pada agenda berita mereka dengan agenda publik.”, Mereka tidak menyarankan bahwa usaha membuat siaran dancetak pribadi yang disengaja untuk mempengaruhi pendengar, pemirsa, atau pembaca pendapat atasisu. Wartawan di dunia yang bebas memiliki reputasi untuk kemerdekaan dan keadilan. TapiMcCombs dan Shaw berkata bahwa professional berita untuk isyarat di mana harus fokus perhatiankita.” Kita cenderung menilai sesuatu itu penting sebagaimana media massa menganggap hal tersebut penting ". Sebaliknya, jika isu tersebut tidak dianggap penting oleh media massa, maka isu tersebut juga menjadi tidak penting bagi diri kita, bahkan menjadi tidak terlihat sama sekali.McCombs dan Shaw pertama menyebut fungsi agenda-setting pada tahun 1972, gagasan bahwa orang menginginkan bantuan media dalam menentukan realitas politik yang sudah disuarakanoleh sejumlah analis peristiwa saat ini. Walter Lipmann pernah mengutarakan pernyataan bahwamedia berperan sebagai mediator antara “The world outside and the pictures in our heads”. McCombsdan Shaw juga sependapat dengan Lipmann. Menurut mereka, ada korelasi yang kuat dan signifikanantara apa-apa yang diagendakan oleh media massa dan apa-apa yang menjadi agenda publik.Awalnya teori ini bermula dari penelitian mereka tentang pemilihan presiden di Amerika Serikattahun 1968. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa ada hubungan sebab-akibat antara isi mediadengan persepsi pemilih.McCombo dan Shaw juga ilmuwan politik dari Quot Universitas Wiconsisn Bernard Cohententang fungsi spesifik media yang melayani. “Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhiagenda media kepada agenda publik. Teori Agenda. Setting didasari oleh asumsi demikian. Teori inisendiri dicetuskan oleh Profesor Jurnalisme Maxwell McCombs dan Donald Shaw”. News doesn’tselect itself. Berita tidak bisa memilih dirinya sendiri untuk menjadi berita. Artinya ada pihak-pihak tertentu yang menentukan mana yang menjadi berita dan mana yang bukan berita. Mereka ini yang biasa disebut sebagai Gatekeepers.” Di dalamnya termasuk pemimpin redaksi, redaktur, editor,hingga jurnalis itu sendiri.Agenda-setting diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw dalam
 Public Opinion Quarterly
tahun 1972, berjudul
The Agenda-Setting Function of Mass Media
. Asumsi dasar teori
agenda-setting 
adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan memngaruhi2
 
khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi, apa yang di anggap penting bagi media, maka penting juga bagi masyarakat. Oleh karena itu, apabila media masa memberi perhatian pada isu tertentu danmengabaikan yang lainnya, akan memiliki pengaruhh terhadap pendapat umum. Asumsi ini berasaldari asumsi lain bahwa media massa memiliki efek yang sangat kuat, terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar dan bukan dengan perubahan sikap dan pendapat. Teori
agenda- setting 
menganggap bahwa masyarakat akan belajar mengenai isu-isu apa, dan bagaimanan isu-isutersebut di susun bedasarkan tingkat kepentingannya (Effendy, 2000:287)McCombs dan Donald Shaw mengatakan pula, bahwa
audience
tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal-hal lainnya melalui media massa, tetapi juga mempelajari seberapa besar arti penting diberitakan pada suatu isu atau topik dari cara media massa memberikan penekanan terhadaptopik tersebut. Misalnya, dalam merefleksikan apa yang dikatakan oleh para kandidat dalam suatukampanye pemilu, media massa terlihat menentukan mana topik yang penting. Dengan kata lain,media massa menetapkan agendakampanye tersebut dan kemampuan untuk memengaruhi perubahan kognitif individu ini merupakan aspek terpenting dari kekuatan komunikasi massa(Effendi, 2000:288)Pada tahun 1976, McCombs dan Shaw mengambil kasus
Watergate
sebagai ilustrasi darifungsi
agenda-setting 
. Mereka menunjukkann bahwa sebenarnya bukanlah suatu yang baru dalammengungkap kasus politik yang korup, tetapi pemberitaan surat kabar yang sangat sensitive dan diikuti oleh penayangan dengan pendapat di Dewan Perwakilan melalui televisi, telah membuat kasus
Watergate
menjadi “
topic of the year 
”. (Sendjaja,2002:5.26)Teori utama agenda-setting adalah Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Mereka menuliskan bahwa audience tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal-hal lainnya melalui media massa,tetapi juga mempelajari seberapa besar arti arti penting yang diberikan pada suatu isu atau topik daricara media massa memberikan penekanan terhadap topik tersebut. (Sendjaja, 2002:199)
Teori Agenda Setting
Hipotesis penentuan agenda telah menjadi salah satu konsep yang dominan dalam teorikomunikasi sejak awal 1970-an. Hipotesis tersebut penting karena menunukkan cara yang dapatdimiliki media agar mempunyai dampak pada masyarakat yaitu alternatif untuk perbahan sikap.Selanjutnya, ada indikasi bahwa dampak tersebut mungkin adalah dampak yang signifikan.Karya aktual pada penentuan agenda tidak hanya brfungsi pada tingkat isu tetapi juga padatingkat atribut-atribut isu, atau sub isu. Arah baru dalam penentuan agenda ini menunjukkan pernyataan lama bahwa “media berita mungkin tidak hanya memberi tahu kita apa yag harusdipikirkan. Tetapi media berita juga memberi tahu kita apa yang harus dipertimbangkan (perludirevisi). Versi yang lebih baru mengatakan bahwa “media berita tidak hanya memberi tahu kita apayang harus dipikirkan, juga memberi tahu kita bagaimana kita mempertimbangkan hal itu”(McCombs, p.820).3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->