Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1.Kitin

1.Kitin

Ratings: (0)|Views: 434|Likes:
Published by Achmad Fathony
TEKNIK LIMBAH IKAN
TEKNIK LIMBAH IKAN

More info:

Published by: Achmad Fathony on Mar 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/09/2013

pdf

text

original

 
KITIN
 
2
TEKNIK LIMBAH IKAN
I. PENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Wilayah perairan indonesia yang sangat luas merupakan sumber daya alamyang tidak habis-habisnya. Belum semua potensi kelautan yang ada telahdimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan udang untuk keperluan konsumsimenghasilkan limbah dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secarakomersial. (Rochima, 2007).Limbah kulit udang yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk pakanternak, dapat diolah untuk pembuat kitin yang diproses lebih lanjut menghasilkanchitosan. Memiliki banyak manfaat dalam bidang industri, antara lain adalahsebagai pengawet makanan yang tidak berbahaya (non toksik) pengganti formalinlimbah tersebut merupakan sumber potensial pembuatan kitin yang secarakomersil bila dimanfaatkan dalam berbagai bidang misalnya biokimia,enzimologi, obat-obatan, pertanian, pangan, gizi, mikrobiologi, tekstil, komestik,dan lain-lain. (Herdyastuti,
et al 
., 2009).Kitin adalah biopolimer tersusun oleh unit-unit N-asetil-D-glukosamin
 berikatan β (1
-4) yang paling banyak dijumpai di alam setelah selulosa. Produksialamiah kitin di dunia diperkirakan mencapai 109 metrik ton per tahun. Senyawaini dijumpai sebagai komponen eksoskeleton crustecea, dinding sel insekta,kapang dan khamir. Kitosan merupakan senyawa deasetilasi kitin, terdiri dari unit N-asetil glukosamin dan glukosamin. (Rochima, 2007).Dalam pengawetan bahan pangan (khususnya produk perikanan) sertadapat melakukan uji terhadap rendemen (yield) chitin.
1.2
 
Waktu dan Tempat
Praktikum teknik limbah ikan materi chitin dilaksanakan pada hari selasa,tanggal 27 maret 2012, pukul 08.00-18.00 WIB di laboratorium pengolahan hasil perikanan dan nutrisi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UniversitasBrawijaya, Malang.
 
KITIN
 
3
TEKNIK LIMBAH IKAN
2. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Karakteristik Sampel
Klasifikasi udang vanamei menurut zipcodezoo (2012) adalah sebagai berikut :Kingdom : animaliaPhylum : arthropodaClass : malacostracaOrdo : decapodaFamily : penacidaeGenus : litopenaerusSpesies : litopeaerus vannamelMenurut Sedioetama (2012), komposisi gizi utama udang segar adalah
Komposisi Jumlah
Air 75 %Protein 21,09 %Lemak 0,29 %Karbon 0,19 %Ca 136 mg %P 110 mg %Fe 8,0 mg %Vitamin A 60,5/100 gVitamin bakteri 0,01 mg %Vitamin C 0 mg %Brad 66,9 %Energi 91 kalKulit udang mengandung protein 25-40 %, kalsium karbonat 45-50 % dankitin 15-20 %, tetapi besarnya kandungan komponen tersebut tergantung pada jenis udang dan tempat hidupnya. Cangkang kepiting mengandung protein15,60% - 23,90%, kalsium karbonat 53,70-78,40 % dan kitin 18,70-32,20 % yang
 
KITIN
 
4
TEKNIK LIMBAH IKAN
 juga tergantung pada jenis kepiting dan tempat hidupnya (Puspawati dan Simpen,2010).
2.2 Pengertian Kitin
Kitin merupakan N-asetil glukosamin yang banyak dijumpai di alam,terutama pada cangkang crustacea. Apabila kitin mengalami deasitilasi baik secara kimia maupun enzimatis akan menghasilkan kitosan. Kitin dan kitosan danderivatnya merupakan biopolimer yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Mengingat kegunaannya yang luas mulai dari bidangkedokteran, industri, pangan, farmasi, kosmetik, pertanian dan lainnya. Haltersebut dikarenakan kitosan dan derivatnya memiliki sifat-sifat istimewa dalamhal biokompatibilats, biodegradasi, aktivitas biologis tidak toksik, tidak menimbulkan alergi dan kemampuannya dalam membentuk serat data film(Oktavia,
et al 
., 2005).
Kitin merupakan polimer β
- (I-U)
 – 
N
 – 
asetil
 – 
D
 – 
glukosamin. Kitaadalah sebuah nitrogen yang mengandung polisakarida, secara kimia berhubungandengan selulosa. Kitin merupakan polimer terbesar kedua, setelah selulosa.Seperti selulosa, kitin adalah polisakarida. Senyawa yang terbentuk dari berbagaimolekul gula sederhana yang identik. Kitin pertama kali ditemukan pada jamur  pada tahun 1811 oleh profesor Henri Branconnot, Direktur kebun botani diAkademi Ilmiah di Nancy, Prancis (Thirunavukkasaru
et al 
., 2011).Kitin tidak digunakan dalam bentuk murni tapi dalam bentuk keturunanmisalnya kitosan, kitin berwarna putih dan berbentuk kristal. Kitin tidak beracundan tidak larut dalam air, dalam asam-asam anorganik encer, dalam asam-asamorganik dan dalam larutan alkali. Kitin tidak bersifat taksik dan mempunyai beratmolekul 1,2 x 106 (Alamsyah, 2003).Struktur kimia kitin menurut Uria
et al 
., 2006.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->