Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Uji Validitas Konstruk Big Five Inventory dengan Pendekatan Analisis Faktor Konfirmatori

Uji Validitas Konstruk Big Five Inventory dengan Pendekatan Analisis Faktor Konfirmatori

Ratings: (0)|Views: 234 |Likes:
Published by M Gho Nim
Lisrel 8.8, Big Five Inventory, Analisis Faktor Konfirmatori, Psychology
Lisrel 8.8, Big Five Inventory, Analisis Faktor Konfirmatori, Psychology

More info:

Categories:Types, Research
Published by: M Gho Nim on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
 1
UJI VALIDITAS KONSTRUK 
BIG FIVE INVENTORY
DENGAN PENDEKATANANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI
Danu Dwi AtmokoFakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
ABSTRACT
The aim of this study was to examine the consistency of big five personality theory inIndonesia. The instruments used as a measure of the big five personality is the Big FiveInventory (BFI) (John, Donahue, & Kentle, 1991). The procedure used is to test theconstruct validity of the Big Five Inventory (John, et al, 1991). Confirmatory factor analysis approach is used to test the construct validity of BFI. Subjects who wereincluded in this study amounted to 356 people, with the number of men as many as 111 people and the number of female subjects as many as 245 people. The result of structural equation model analysis showed that the five-factor model of personalitytheory does not fit with the data ((
χ2)
= 3227.34, df = 902, p = 0.00, and RMSEA =0085). The results of this study also proved that the big five theory is not consistent inIndonesia.
Keywords
: Big Five Inventory, Construct Validity, Confirmatory Factor Analysis.
Semenjak model kepribadian lima faktor 
(Five Factor Model Personality)
 dikembangkan oleh John, Donahue, dan Kentle (1991) dengan mengkonstruksi
 Big Five Inventory
 
(BFI)
, penelitian mengenai
 Big Five Personality
mengalami kemajuan pesat. Padakurun waktu 1990-1994 penelitian tentang
 Big Five/Five Factor Model 
kurang lebih hanya300 buah (John, Naumann, & Soto, 2008). Kemudian, setidaknya 750 jurnal ilmiah telahdipublikasikan pada tahun 1999, meningkat drastis pada tahun 2004 sekitar 1250 buah penelitian telah diterbitkan (John, dkk, 2008). John, dkk, (2008) memperkirakan lebih dari1600 jurnal telah terbit pada 2009. Hal tersebut mengindikasikan bahwa
 Big Five Inventory(BFI)
yang dikembangkan John, Donahue, dan Kentle (1991) merupakan salah satu instrumen
 
2 pengukuran kepribadian yang populer saat ini.
 Big Five Inventory
mengungkap 5 dimensikepribadian, yakni :
 Extraversion
(Ekstroversi)
 , Agreeableness
(Keramahan),
 Conscientiousness
(Keuletan)
 , Neuroticism
(Neurotisisme)
 , Openness
(Keterbukaan) (John &Srivastava, 1999). Aplikasi
 Big Five Inventory
yang luas membuat instrumen pengukurankepribadian ini banyak digunakan.Aplikasi
 Big Five Inventory
yang luas membuat instrumen ini diterjemahkan dandiadaptasi dalam berbagai bahasa. Data resmi dari
 Berkeley Personality Lab
melansir 
 Big Five Inventory
telah diterjemahkan dalam 9 bahasa (
 Berkeley Personality Lab
, 2010).
 Big Five Inventory
diterjemahkan dalam bahasa Cina, Belanda, Yahudi, Itali, Swedia, Portugis,Spanyol, Jerman
(BFI-10)
, dan Lithuania.
 Big Five Inventory
juga sedang dikembangkandalam bahasa Turki (Karaman, Dogan, & Coban, 2010). Bahkan dalam penelitian Schmitt,Allik, McCrae, dan Benet-Martínez (2007) tentang deskripsi seksuil internasional dilaporkan bahwa
 Big Five Inventory
telah diterjemahkan dalam 28 bahasa dan diberikan pada 17.837individu dari 56 negara di seluruh dunia. Penerjemahan dan adaptasi terhadap skala-skala yangsudah dikembangakan dan banyak digunakan di negara-negara maju merupakan salah satucara mendapatkan alat ukur yang valid (Purnamaningsih, 1988).Meskipun demikian, banyak ahli mengkritik penggunaan skala-skala yang diimpor dari budaya luar yang dinilai rawan terhadap bias budaya (Bond & Yang, 1982; Paddila & Borsato,2008). Paddila dan Borsato (2008) mengemukakan adanya bias konstruk dalam penelitianlintas budaya. Bias konstruk terjadi ketika konstruk yang akan diukur pada sebuah skala tidak mempunyai arti yang sama antar kelompok budaya. John, dkk, (2008) menyadari bahwaadaptasi
 Big Five
diluar bahasa dan budaya barat cenderung lebih kompleks. Kadang kaladitemukan satu atau dua faktor 
indigenous
berhubungan dengan satu faktor 
 Big Five
(John,
 
3dkk, 2008). Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah skala kepribadian
 Big Five Inventory
hasil adaptasi valid untuk digunakan di Indonesia?Sebuah skala psikologi harus menjalani uji validitas terlebih dahulu sebelum akhirnyadapat digunakan. Uji validitas juga wajib dilakukan pada
 Big Five Inventory
adaptasi BahasaIndonesia. Studi mengenai validitas sangat penting untuk menjaga kredibilitas ilmiah penilaian psikologis dan penilaian pendidikan (Sireci, 2007). Pengujian validitas konstruk untuk menunjukan sejauh mana tes mengungkap suatu trait atau konstruk yang hendak diukurnya(Allen & Yen, dalam Azwar 2007). Azwar (2007) juga mengungkapkan bahwa pengujianvaliditas konstruk merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangankonsep trait yang diukur. Melalui penelitian ini peneliti mencoba mengkonfirmasi validitaskonstruk pada
 Big Five Inventory
adaptasi Bahasa Indonesia. Prosedur validasi konstruk yangdilakukan dengan menggunakan teknik analisis faktor. Jenis analisis faktor yang dipakaidalam penelitian ini adalah analisis faktor konfirmatori.Berangkat dari pentingnya dan uji validitas terhadap
 Big Five Inventory
adaptasiBahasa Indonesia, maka dalam penelitian ini meneliti tentang validitas konstruk 
 Big Five Inventory,
untuk mempertegas rumusan masalah, pertanyaan yang diajukan adalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Skala Kepribadian
 Big Five Inventory
adaptasi Bahasa Indonesiavalid untuk digunakan?
 Big Five Inventory
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan instrumen singkatyang mengukur komponen kepribadian
 Big Five
. John & Srivastava (1999) menyatakan bahwa tujuan pengembangan BFI adalah menciptakan sebuah inventori singkat yangmemungkinkan penilaian secara efisien dan fleksibel dari lima dimensi kepribadian
 Big Five
.Skala yang singkat tidak hanya terbukti menyingkat waktu pengerjaan namun jugamenghindari kebosanan dan kelelahan subjek.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->