Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masa Tugas Berakhir, 32 Kades Masih Menjabat

Masa Tugas Berakhir, 32 Kades Masih Menjabat

Ratings: (0)|Views: 235|Likes:
Published by Reza Lubis
sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 tentang Penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Kepala Desa yang telah di berhentikan tidak dapat diangkat sebagai pejabat Kepala Desa.

Nah, Karena itu sambung dia, berdasarkan itu para Kades itu sepatutnya diberhentikan, karena masa tugasnya telah berakhir (PP No.72 Pasal 17) dan tidak dapat diajukan BPD dari desa setempat serta ditetapkan oleh Bupati Langkat menjadi Pejabat Kades karena (Kades) tidak merupakan bagian dari perangkat desa sebagaimana yang ditentukan oleh Perda No.18 Tahun 2007 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Nomor 13, mengenai Perangkat Desa, dimana di situ telah ditegaskan bahwa perangkat desa itu adalah adalah unsur staf yang melaksanakan tugas teknis pelayanan dan membantu Kepala Desa.

Menguatkan alasan tersebut, Reza menguraikan Perda No.17 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Pasal 3 (2) dan Pasal 14, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 (1) serta UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 202 serta SE Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 telah dijabarkan dengan jelas tentang penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

“Nah, apabila kemudian dianggap Kades sebagai tokoh masyarakat, maka hal ini perlu dipertanyakan. Sebab, pengajuan usulan pejabat Kades dilaksanakan oleh BPD di saat Kades tersebut masih aktif dalam masa tugasnya sebagai pemerintah desa bersama perangkat desa sebagaimana diterangkan dalam Perda No.18 Tahun 2007 Pasal 1 Nomor 9, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 Ayat (1) maupun UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa Pasal 202 (1),
sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 tentang Penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Kepala Desa yang telah di berhentikan tidak dapat diangkat sebagai pejabat Kepala Desa.

Nah, Karena itu sambung dia, berdasarkan itu para Kades itu sepatutnya diberhentikan, karena masa tugasnya telah berakhir (PP No.72 Pasal 17) dan tidak dapat diajukan BPD dari desa setempat serta ditetapkan oleh Bupati Langkat menjadi Pejabat Kades karena (Kades) tidak merupakan bagian dari perangkat desa sebagaimana yang ditentukan oleh Perda No.18 Tahun 2007 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Nomor 13, mengenai Perangkat Desa, dimana di situ telah ditegaskan bahwa perangkat desa itu adalah adalah unsur staf yang melaksanakan tugas teknis pelayanan dan membantu Kepala Desa.

Menguatkan alasan tersebut, Reza menguraikan Perda No.17 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Pasal 3 (2) dan Pasal 14, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 (1) serta UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 202 serta SE Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 telah dijabarkan dengan jelas tentang penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

“Nah, apabila kemudian dianggap Kades sebagai tokoh masyarakat, maka hal ini perlu dipertanyakan. Sebab, pengajuan usulan pejabat Kades dilaksanakan oleh BPD di saat Kades tersebut masih aktif dalam masa tugasnya sebagai pemerintah desa bersama perangkat desa sebagaimana diterangkan dalam Perda No.18 Tahun 2007 Pasal 1 Nomor 9, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 Ayat (1) maupun UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa Pasal 202 (1),

More info:

Published by: Reza Lubis on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/30/2013

pdf

text

original

 
HOMEBERITAUTAMASUMUTMEDAN KITAACEHOLAHRAGAKOMUNITASHUKUM& KRIMINALEKONOMIRAGAMINTERNASIONAL
Masa Tugas Berakhir, 32 Kades Masih Menjabat
Stabat- andalas
Menyusul berakhirnya masa jabatan 33 kepala desa (Kades), 32 orang di antaranya ditetapkan kembalimenjadi pejabat Kades. Hal itu tentu langsung melahirkan pro dan kontra di tengah masyarakat, karena dinilai tidakbijaksana.Hal itu ditengarai akan berdampak hukum serta mempengaruhi integritas pemerintahan, karena diduga telahmelanggar Perda No18 Tahun 2007.Seluruh kades itu diketahui telah mengakhiri masa tugasnya pada Februari 2013. Namun, 32 di antaranya menjabatsebagai pelaksana Kades, sedangkan seorang lagi meninggal dunia.Kondisi itu tentu patut untuk disayangkan, sekaligus dibutuhkan perhatian Pemkab Langkat sebelum segala sesuatunyasemakin rancu.Reza Lubis, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sekretaris LSM LI-TIPIKOR Langkat menegaskan, selain berakibathukum, kredibilitas pemerintahan desa ikut terpengaruh, terutama dalam pelayanan administrasi masyarakat.“Kita patut mempertanyakan hal itu, sebab acuannya kan sudah jelas, di mana ada peraturan dan Undang- Undang yangmengaturnya. Pemkab Langkat apa tidak memikirkan dampak buruknya, sebagai pembuat aturan kok malah melencengdari aturan,” ujarnya di Stabat, Senin (4/3).Mantan Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Langkat tersebut, Pemkab Langkat terkesan kurangbijaksana karena tidak mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat berdampakhukum serta mempengaruhi intergritas pemerintahan. Pasalnya, hal itu bertentangan dengan Perda No18 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan,Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.Lebih lanjut dijabarkannya lagi bahwa sesuai Pasal 53 dari Perda tersebut, yang dapat diajukan dan ditetapkan menjadipejabat Kades adalah perangkat desa, tokoh masyarakat dan PNS di lingkungan Kecamatan.Selain itu, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 tentang PenyelenggaraanPilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Kepala Desa yang telah di berhentikantidak dapat diangkat sebagai pejabat Kepala Desa.Nah, Karena itu sambung dia, berdasarkan itu para Kades itu sepatutnya diberhentikan, karena masa tugasnya telahberakhir (PP No.72 Pasal 17) dan tidak dapat diajukan BPD dari desa setempat serta ditetapkan oleh Bupati Langkatmenjadi Pejabat Kades karena (Kades) tidak merupakan bagian dari perangkat desa sebagaimana yang ditentukanoleh Perda No.18 Tahun 2007 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Nomor 13, mengenai Perangkat Desa, dimana di situtelah ditegaskan bahwa perangkat desa itu adalah adalah unsur staf yang melaksanakan tugas teknis pelayanan danmembantu Kepala Desa.Menguatkan alasan tersebut, Reza menguraikan Perda No.17 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi dan Tata KerjaPemerintah Desa Pasal 3 (2) dan Pasal 14, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 (1) serta UU No.32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah Pasal 202 serta SE Mendagri No.140/232/SJ tanggal 10 Juli 2012 telah dijabarkan dengan jelastentang penyelenggaraan Pilkades yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia.“Nah, apabila kemudian dianggap Kades sebagai tokoh masyarakat, maka hal ini perlu dipertanyakan. Sebab,pengajuan usulan pejabat Kades dilaksanakan oleh BPD di saat Kades tersebut masih aktif dalam masa tugasnyasebagai pemerintah desa bersama perangkat desa sebagaimana diterangkan dalam Perda No.18 Tahun 2007 Pasal 1Nomor 9, PP No.72 Tahun 2005 Pasal 12 Ayat (1) maupun UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa Pasal 202(1),” ujarnya.(BD)
Home Sumatera UtaraMasa Tugas Berakhir, 32 Kades Masih Menjabat RABU, 06 MARET 2013 08:36SUMATERA UTARA
 
Sign Up Now for mail.com:
Unlimited Storage, Mail Collector, Mobile Access and More. It's Free!www.mail.com
Monday Apr 01st
converted by Web2PDFConvert.com

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->