• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 3
    CommentGo Back
Download
 
TINGKAT KERUSAKAN SEL DARAH MERAH IKAN LELE DUMBO(
Clarias gariepinus
) YANG DIPAPARKAN DALAM ENDOSULFAN PADAKONSENTRASI SUBLETALOleh: Indra Gumay Yudha *)
(* staf pengajar PS Budidaya Perairan, Fak. Pertanian, Universitas Lampung)
 ABSTRACT 
The objective of this experiment was to study the effect of endosulfan exposure atchronic or subletal concentration on red blood cells impairment of lele dumbo (
Clariasgariepinus
). These catfishes were 180 and kept in 30 l aquarium which containedchronical concentration of endosulfan for 6 weeks. Exposure of catfish to endosulfanduring 6 weeks caused cerroids and lipofuscin complex occurred in red blood cells; andthey had influence in metabolism. The flawed red blood cells achieved over 90% onfishes test at 6.85-8.57 ppb.
Keywords: endosulfan,
Clarias gariepinus
, red blood cells impairment1.
 
PENGANTAR
Penggunaan pestisida dalam bidang pertanian dapat menimbulkan masalahlingkungan, antara lain terjadinya pencemaran di lingkungan perairan yang dapatmengakibatkan kerusakkan sumberdaya perikanan (Connel & Miller, 1995). MenurutKoesoemadinata (1980), dari pengujian toksisitas akut 79 formula pestisida padi sawahyang terdaftar di Indonesia, sekitar 17.7% bahan aktif pestisida tersebut memilikitoksisitas yang tinggi terhadap ikan.Sehubungan dengan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan pestisida,pemerintah telah membatasi dan melarang penggunaan beberapa jenis pestisida, terutamainsektisida golongan klor-organik. Endosulfan termasuk insektisida klor organik yangdigunakan di Indonesia secara terbatas (
restricted 
) dan sangat dilarang untuk digunakandi lingkungan perairan. Namun demikian, diduga masih banyak disalahgunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan perairan. Rumus molekul endosulfan adalahC
9
H
6
Cl
6
O
3
S, dengan struktur kimia sebagai berikut:
Gambar 1. Struktur kimia endosulfan
Indra Gumay Yudha:
Tingkat kerusakan sel darah merah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dipaparkan endosulfan pada konsentrasisubletal
1
 
 Di Indonesia endosulfan diperdagangkan dengan nama dagang Thiodan 35 EC,Dekasulfan 350 EC, Akodhan 350 EC serta Indodan 350 EC. Endosulfan merupakaninsektisida dengan spektrum luas dan bersifat non sistemik, baik melalui kontak langsungataupun saluran pencernaan. Insektisida tersebut efektif digunakan untuk membunuhbeberapa jenis serangga dan kutu yang menyerang tanaman, sehingga penggunaannyacukup luas seperti pada perkebunan buah dan sayuran, budidaya bunga, tanaman hias,persawahan dan kehutanan (Wudiyanto, 1998). Menurut ADB (1987) penggunaanendosulfan dibatasi dan dilarang di beberapa negara karena sifat toksisitasnya yang tinggiterhadap ikan dan biota air lainnya. Di Indonesia penggunaan endosulfan dibatasi padaareal yang tidak berhubungan dengan perairan dan dilarang digunakan di persawahan.Penyalahgunaan endosulfan yang merusak lingkungan perairan dapat dijumpaiantara lain dalam bentuk peracunan ikan di daerah aliran sungai dan tambak udangtradisional di wilayah Propinsi Lampung. Kegiatan penangkapan ikan dengan membiusataupun meracun ikan di beberapa sungai besar, seperti Way Seputih dan Way TulangBawang, ternyata dalam pelaksanaannya lebih banyak menggunakan insektisida(termasuk endosulfan) dan bukan racun yang berasal dari akar tanaman tuba yang mudahterurai.
D
alam budidaya udang windu tradisional disinyalir banyak menggunakanendosulfan. Berdasarkan wawancara langsung dengan beberapa petambak di Desa KaryaTani, Karya Makmur dan Pasir Sakti (Kabupaten Lampung Timur) serta Desa Mahabangdan Kekatung (Kabupaten Tulang Bawang) pada tahun 2000, diketahui bahwaendosulfan banyak digunakan untuk mendukung keberhasilan budidaya tambak tradisional. Penggunaan endosulfan dilakukan pada tahap persiapan air dengan dosis 1liter untuk luasan tambak sekitar 2 ha dengan ketinggian air kira-kira 50-75 cm(konsentrasi setara ± 35.2 ppb) Menurut petambak, hal ini dilakukan untuk membunuhhama dan biota pengganggu lainnya serta bakteri patogen yang dapat menggagalkanpanen.
 
Penggunaan endosulfan tersebut hingga saat ini masih terus berlangsungPenggunaan endosulfan di perairan menimbulkan dampak negatif terhadapekosistem perairan berkenaan dengan toksisitasnya yang sangat tinggi terhadap biotaperairan. Bencana ekologis dapat terjadi jika endosulfan terus menerus mencemariperairan, seperti kematian pada ikan, krustasea, plankton, bakteri pengurai, dan biota air
Indra Gumay Yudha:
Tingkat kerusakan sel darah merah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dipaparkan endosulfan pada konsentrasisubletal
2
 
lainnya, sehingga dapat menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu dan punahnyabeberapa ikan
indegenous spesies
pada perairan tersebut. Menurut Schoettger (1970)pada konsentrasi 46 ppb endosulfan mampu membunuh semua ikan
minnows, perch,sunfish, bullheads
dan
sucker 
yang berada dalam kolam seluas lebih kurang 12,5 haselama tujuh hari; sedangkan cladocera (
(Daphnia magna
) sudah mengalami kematianpada konsentrasi 52.9 ppb dalam waktu 4 hari. Mc Leese & Metcalfe (1980) menyatakanbahwa endosulfan pada konsentrasi 0,2 ppb dapat menyebabkan kematian pada udang
Crangon
 
septemspinosa
dewasa; sedangkan hasil penelitian Mc Leese
dkk.
. (1982)menunjukkan bahwa cacing polichaeta
(Nereis nereis)
dewasa mengalami kematian padasaat dipaparkan dalam endosulfan pada konsentrasi 100 ppb selama 12 hari.Berkenaan dengan dampak negatif yang ditimbulkan endosulfan terhadap biotaperairanan, maka perlu dilakukan penelitian ini. Menurut Heat (1975), pengaruh bahanpencemar dapat diamati melalui pengukuran beberapa parameter pada ikan, baik secarafisiologis maupun biokimia. Beberapa pengamatan yang dapat dilakukan antara lainmeliputi histopatologi, hematologi (hematokrit, hemoglobin, jumlah eritrosit danleukosit), kimia darah, serta kimia jaringan. Penelitian ini difokuskan pada pengaruhkonsentrasi subletal endosulfan terhadap tingkat kerusakan sel darah merah. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh endosulfan pada berbagai konsentrasisubletal terhadap kerusakan sel darah merah ikan lele dumbo (
Clarias gariepinus
).Penggunaan ikan lele dumbo sebagai ikan uji berdasarkan pada kriteria yangditetapkan oleh APHA, AWWA, & WPCF (1985) tentang pengujian toksisitas suatubahan pencemar melalui pengujian terhadap ikan. Spesies ikan yang digunakan harusmemenuhi kriteria tertentu, yaitu: terdapat pada lingkungan tercemar yang akan ditelitiatau setidak-tidaknya berhubungan dekat dengan spesies yang terdapat dalam perairanyang tercemar tersebuit; tersedia dalam jumlah yang banyak untuk mencukupi kebutuhandalam pelaksanaan pengujian; dapat dipelihara dalam laboratorium dalam kondisi yangsehat minimal selama satu bulan; serta memiliki peranan dalam jaringan makanan ataumerupakan sumberdaya yang bernilai ekonomis dalam suatu ekosistem.
Indra Gumay Yudha:
Tingkat kerusakan sel darah merah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dipaparkan endosulfan pada konsentrasisubletal
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

Endosulfan saat ini masih banyak dipakai utk meracun ikan2 liar di tambak2 udang sistem tradisional di Lampung. Tidak percaya?Datang dan lihatlah di Lampung Timur, Lampung Selatan dan Tulang Bawang. Seringkali digunakan juga utk meracun ikan di sungai-sungai.

Pesticides should not be used for fishing. Contaminated effluent should be treated before discharge. Abuse should not reflect on the inherent merits of Endosulfan.

good journal..studi anda perikanan ya?

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...