• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
STUDI PERTUMBUHAN IKAN KERAPU BEBEK (
Cromileptes altivelis
)DALAM KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI PULAU PUHAWANG,KABUPATEN LAMPUNG SELATANOleh: Indra Gumay Yudha (Fak. Pertanian, Universitas Lampung)ABSTRAK
Studi pertumbuhan ikan kerapu bebek dilakukan di Pulau Puhawang, Lampung Selatan, untuk mengetahui perbedaan jenis pakan yang digunakan terhadap pertumbuhan dan mengetahui laju pertumbuhan ikan kerapu bebek selama masa budidaya 14 bulan. Percobaan dilakukandengan menempatkan 2000 ekor ikan kerapu bebek berukuran 2.6-2.9 gram dalam 2 unit KJAyang masing-masing memiliki 4 petak jaring, sehingga dalam setiap petak jaring terdapat 250ekor ikan Selama 4 bulan masa pemeliharaan awal, ikan kerapu bebek dalam KJA1 diberi pakan buatan (pelet), sedangkan ikan kerapu di KJA2 diberi makan ikan rucah. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari sebanyak 15% dari biomass ikan yang dipelihara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara pemberian pakan buatan (pelet) dengan pakan yang berupa ikan rucah selama masa pemeliharaan 4 bulan.Pakan buatan yang diberikan kepada ikan kerapu bebek menghasilkan pertambahan bobotsebanyak 32.95 gram, sedangkan ikan kerapu bebek yang diberi makan ikan rucah mengalami pertambahan bobot 35.80 gram. Selanjutnya dari studi pertumbuhan selama 14 bulandidapatkan model laju pertumbuhan untuk ikan kerapu bebek adalah W
t
= 6.098.e
0.358t
.Selama masa budidaya diperoleh nilai FCR sebesar 11.1 dan SR pada akhir masa budidayaadalah 49.3%.
1.
 
PENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Ikan kerapu bebek (
Cromileptes altivelis
) saat ini sudah banyak dibudidayakan olehmasyarakat di Indonesia, termasuk di perairan Teluk Lampung. Selain bernilai ekonomistinggi dengan harga sekitar 36 US dollar per kg, ikan kerapu bebek juga sudah berhasildikembangkan teknik pembenihannya oleh balai pemerintah, seperti Balai Budidaya Laut(BBL) Lampung dan Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut di Gondol-Bali, dan beberapa
hatchery
swasta di Indonesia. Dengan demikian terbuka peluang yang cukup luasuntuk mengembangkan usaha pembesaran ikan kerapu bebek.
Indra Gumay Yudha:
Studi pembesaran ikan kerapu bebek (C.altivelis) dalam KJA di Pulau Puhawang, Lampung Selatan
1
 
Dalam pengembangan budidaya laut (
marine culture
), terutama untuk ikan-ikan karang bernilai ekonomis tinggi, Propinsi Lampung memiliki keunggulan dibandingkan dengandaerah lainnya di Indonesia. Faktor yang mempercepat perkembangan tersebut antara lainadanya Balai Budidaya Laut (BBL) yang terletak di Desa Hanura, Lampung Selatan. Selainitu, kondisi lingkungan pesisir di Propinsi Lampung dengan banyaknya pulau-pulau kecil (69 pulau) juga sangat mendukung untuk pengembangan budidaya ikan karang. MenurutSunyoto (1993), wilayah pesisir Lampung memiliki areal terluas dibandingkan daerah lainnyauntuk pengembangan budidaya ikan karang dengan metode karamba jaring apung, yaitusekitar 800 ha. Saat ini di Propinsi Lampung telah banyak pengusaha yang bergerak dalam budidaya ikan kerapu macan dan kerapu bebek. Menurut Sudjiharno (2002), saat ini terdapatlebih kurang 30 usaha budidaya ikan kerapu yang sebagian besar lokasinya berada di sekitar Tanjung Putus, Pulau Puhawang, Perairan Bawang, Piabung, Ringgung, Pulau Tegal, Mutun,Pulau Pasaran, Pulau Kubur, Pulau Balak, serta Pulau Condong.Dalam kegiatan budidaya perikanan, pakan merupakan faktor penting yang perludiperhatikan. Kandungan zat gizi pakan sangat mempengaruhi hasil panen yang merupakantujuan akhir dari proses budidaya. Oleh karena itu, aspek nutrisi dalam pakan ikan mendapat perhatian yang cukup besar oleh para ahli dan juga usahawan. Selain itu, pakan jugamerupakan komponen biaya operasional yang cukup besar dalam kegiatan budidaya, sehingga perlu diperhitungkan efisiensinya.Pada kegiatan pembesaran ikan kerapu bebek dalam karamba jaring apung (KJA) di PropinsiLampung, umumnya pembudidaya memberikan pakan yang berupa ikan rucah (ikan nonekonomis tinggi), seperti ikan pepetek dan kuniran. Di samping harganya murah (Rp 1.000 – Rp 2.000 per kg), ketersediaannya cukup melimpah dan mudah diperoleh di sekitar lokasi budidaya. Selain pakan yang berupa ikan rucah, telah tersedia pula jenis pakan buatan yang berupa pelet khusus untuk pembesaran ikan kerapu. Pakan tersebut mengandung proteinminimum 49%, lemak minimum 9%, serat maksimum 3%, abu maksimum 10%, dan kadar air maksimum 11%. Harga jual pakan ini sekitar Rp 9.000 – Rp 13.000. Dengan adanya pakan buatan, maka terdapat alternatif bagi pembudidaya ikan kerapu untuk memilih jenis pakanyang akan diberikan kepada ikan peliharaannya.
Indra Gumay Yudha:
Studi pembesaran ikan kerapu bebek (C.altivelis) dalam KJA di Pulau Puhawang, Lampung Selatan
2
 
Oleh karena pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi oleh faktor makanan dan biaya untuk pakanmerupakan komponen terbesar dalam operasional budidaya, maka perlu dilakukan penelitianyang bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pakan terhadap pertumbuhan ikankerapu bebek, sehingga dapat diperoleh hasil panen yang optimum dengan biaya yang relatif lebih murah. Selanjutnya, dengan mengetahui laju pertumbuhan ikan yang dibudidayakan dan beberapa faktor budidaya lainnya (FCR dan SR) akan sangat bermanfaat untuk perhitunganinvestasi (biaya operasional) serta perkiraan hasil panen yang lebih optimum.
1.2
 
Perumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:a.
 
Seberapa besar pengaruh jenis pakan yang berbeda (jenis pelet dan jenis ikan rucah)terhadap pertumbuhan ikan kerapu bebek. b.
 
Seberapa besar laju pertumbuhan ikan kerapu bebek yang dipelihara selama 14 bulan.Adapun hipotesis yang digunakan dalam penelitian tentang pengaruh jenis pakan terhadap pertumbuhan ikan kerapu bebek (bagian a) adalah sebagai berikut:H
0
:
μ
1
=
μ
2
, danH
1
:
μ
1
 
 
μ
2
Hipotesis nol (H
0
) menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan pakan jenis 1 (ikan rucah) dengan pakan jenis 2 (pelet) terhadap pertambahan bobotikan kerapu bebek yang dipelihara selama 3 bulan; dan sebaliknya hipotesis altenatif (H
1
)menyatakan terdapat perbedaan antara kedua perlakuan terhadap pertumbuhan.
1.3
 
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:a.
 
Pengaruh jenis pakan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan ikan kerapu bebek  b.
 
Laju pertumbuhan ikan kerapu bebek selama 14 bulan pemeliharaanc.
 
Beberapa faktor lainnya dalam budidaya ikan kerapu bebek, seperti SR, FCR, jenis penyakit, dan sebagainya.
Indra Gumay Yudha:
Studi pembesaran ikan kerapu bebek (C.altivelis) dalam KJA di Pulau Puhawang, Lampung Selatan
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...