Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
30Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Pencemaran Logam Berat Di Wilayah Pesisir Kota Bandar Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Kajian Pencemaran Logam Berat Di Wilayah Pesisir Kota Bandar Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Ratings:

4.0

(5)
|Views: 2,543 |Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Wilayah pesisir Bandar Lampung tercemar logam berat Hg, Pb, Cu dan Cd. Hati-hati, akan terjadi Tragedi Minamata di pesisir Bandar Lampung jika kita tidak mengatasinya segera.
Wilayah pesisir Bandar Lampung tercemar logam berat Hg, Pb, Cu dan Cd. Hati-hati, akan terjadi Tragedi Minamata di pesisir Bandar Lampung jika kita tidak mengatasinya segera.

More info:

Published by: Indra Gumay Yudha on Mar 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
KAJIAN PENCEMARAN LOGAM BERAT DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG
THE STUDY OF HEAVY METALS POLLUTION IN BANDAR LAMPUNG COASTAL
 
AREA
Oleh:
Indra Gumay Yudha
(Staf pengajar PS Budidaya Perairan, FP Unila)email:indra_gumay@yahoo.com 
ABSTRACT 
 
This research was held on July-August 2007 to study some heavy metals, i.e. Pb, Hg, Cu, and Cd, which causedpollution in Bandar Lampung coastal area. The method of this study was measuring concentration of Pb, Hg, Cu,and Cd, by spectrophotometric. Water samples were taken from 7 rivers which streamed down to the LampungBay in Bandar Lampung area, 12 samples from shallow wells, and 9 samples of sea waters from Lampung Bay.The result showed that Bandar Lampung coastal area has been polluted by these heavy metals in variousconcentrations. The concentration of these pollutans in some areas still lower than standar water quality, but theexistence of these heavy metals could be harmed for the aquatic biota and human who lived in that area.
Key words 
: water pollution, Pb, Hg, Cu, Cd, Bandar Lampung coastal area
I. PENDAHULUAN
Wilayah pesisir didefinisikan oleh Bengen (2002) sebagai daerah pertemuan antara daratan dan laut, kearah darat merupakan wilayah daratan yang masih dipengaruhi oleh fenomena lautan, seperti gelombang, pasangsurut, angin laut, dan lain-lain; sedangkan ke arah laut merupakan wilayah laut yang masih dipengaruhi olehaktivitas daratan seperti erosi, sedimentasi, dan lain-lain. Pada umumnya wilayah pesisir merupakan daerah yangrentan terhadap pencemaran akibat kesalahan dalam pengelolaannya yang menjadikan kawasan ini sebagaitempat pembuangan segala macam limbah yang berasal dari daratan.Kota Bandar Lampung yang terletak pada posisi 5º20’LS - 5º30’LS dan 105º28’BT-105º37’BT berada diujung Pulau Sumatera merupakan suatu wilayah pesisir. Dengan luas sekitar 197,22 km
2
Kota Bandar Lampungyang terdiri dari 13 kecamatan dan 98 kelurahan memiliki wilayah pesisir yang terbentang sepanjang garis pantaidengan panjang lebih kurang 27 km. Terdapat 12 kelurahan yang berada di wilayah pesisir yang terletak di tigakecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kecamatan Teluk Betung Barat dan Kecamatan Panjang.Sebagai salah satu kota yang terletak di wilayah pesisir, Bandar Lampung dengan segenap potensi yangdimilikinya telah menjadi magnet yang menarik berbagai pihak untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengankepentingan masing-masing. Salah satu dampak negatif yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian akibatberlangsungnya berbagai aktivitas tersebut adalah ancaman terhadap kelestarian wilayah pesisir. Ancamantersebut dapat berupa pencemaran perairan laut akibat limbah domestik maupun limbah industri, kegiatanreklamasi pantai, kegiatan penangkapan ikan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, serta konflik
Indra Gumay Yudha:
Kajian pencemaran logam berat di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung
1
 
antar masyarakat yang saling berbeda kepentingan dalam pemanfaatan ruang pesisir yang dapat menimbulkanancaman terhadap kelestarian lingkungan.Masalah pencemaran laut akibat limbah industri perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini terkait dengan jenis limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut. Beberapa limbah yang dihasilkan oleh industri adakalanyaberupa limbah B3, seperti jenis-jenis logam berat yang apabila masuk ke ekosistem pesisir dapat menimbulkandampak yang fatal, baik bagi biota perairan maupun manusia yang ada di wilayah tersebut. Polutan yang berupalogam-logam berat diketahui dapat menyebabkan keracunan, kelumpuhan, kelainan genetik, hingga kematian.Dari hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh Wiryawan dkk (2002), diketahui bahwa setidaknyaterdapat 9 sungai yang bermuara ke pesisir Kota Bandar Lampung yang berpotensi mencemarkan wilayah pantaitersebut. Sungai-sungai tersebut adalah: Way Sukamaju, Way Keteguhan, Way Tataan, Way Belau, Way Kunyit,Way Kuala, Way Lunik, Way Pancoran, dan Way Galih. Sumber pencemaran yang berasal dari limbah industridiperkirakan berasal dari berbagai kegiatan industri yang berada di DAS tersebut. Sebagai contoh, setidaknyaterdapat 22 industri di DAS Way Kuala, 13 industri di DAS Way Lunik, 5 industri di DAS Way Pancoran, dan 2industri di DAS Way Kunyit. Kemungkinan pencemaran industri juga terjadi di wilayah pelabuhan Panjang danpelabuhan milik swasta yang berada di sekitar Kecamatan Panjang.Terkait dengan keberadaan berbagai industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran di wilayahpesisir Kota Bandar Lampung, khususnya pencemaran logam-logam berat, maka perlu dilakukan suatu kajian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat timbal (Pb), air raksa (Hg), tembaga(Cu), dan kadmium (Cd) yang terjadi di wilayah pesisir. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadimasukan bagi pemerintah daerah untuk melakukan tindakan yang dapat mencegah ataupun meminimalisir pencemaran yang terjadi.
II. BAHAN DAN METODE
Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2007 dengan menganalisis sejumlah sample air yangberasal dari 7 sungai yang bermuara ke laut di wilayah Kota Bandar Lampung, yaitu Way Sukamaju, WayKeteguhan, Way Belau, Way Kunyit, Way Kuala, Way Lunik, dan Way Galih. Lokasi pengambilan sample aisungai berada di sekitar pinggir jalan raya, antara Jl. Yos Sudarso, Jl. Laks. Malahayati, hingga Jl. Laks.Martadinata. Analisis logam berat juga dilakukan pada 12 sumur penduduk yang terletak di masing-masingkelurahan pesisir di Kota Bandar Lampung. Selain itu juga dilakukan analisis sample air laut yang termasukdalam wilayah pesisir Kota Bandar Lampung pada 9 titik pengukuran. Analisis logam berat, baik Pb, Hg, Cu, danCd dilakukan dengan metode spektrofotometri di Laboratorium Instrumentasi FMIPA Unila.
Indra Gumay Yudha:
Kajian pencemaran logam berat di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung
2
 
III. HASIL DAN PEMBAHASAN3.1 Kandungan logam berat di sungai
Berdasarkan hasil analisis atas sejumlah sample air yang diteliti diketahui bahwa beberapa sungai diwilayah pesisir Kota Bandar Lampung telah tercemar oleh logam berat Pb, Hg, Cu, dan Cd dalam jumlah yangbervariasi. Hasil analisis untuk masing-masing paramater pada masing-masing lokasi pengambilan sampledisajikan pada Tabel 1 berikut.Tabel 1. Kandungan logam berat pada badan sungai di pesisir Kota Bandar Lampung
Hasil pengukuranNo. Parameter Satuan BM *)K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7
1. Pb ppm 0.03 0.017 0.042 0.008 0.024 0.006 0.014 0.0102. Hg ppm 0.002 Ttd 0.001 Ttd Ttd 0.002 0.002 Ttd3. Cu ppm 0.02 0.001 0.004 0.001 0.002 0.002 0.003 0.0024. Cd ppm 0.01 0.001 ttd 0.001 0.001 0.005 0.005 TtdKeterangan: *) Berdasarkan PP No.82 thn 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, untuk Mutu Air Kelas IIIK1 = Way Sukamaju K3 = Way Belau K5 = Way Kuala K7 = Way GalihK2 = Way Keteguhan K4 = Way Kunyit K6 = Way LunikTtd = tidak terdeteksi
Dari hasil pengukuran kadar logam berat yang dilakukan di tujuh sungai yang bermuara ke wilayah lautKota Bandar Lampung diketahui bahwa kandungan Pb, Hg, Cu, dan Cd pada umumnya masih berada padakriteria yang ditetapkan berdasarkan PP No.82 tahun 2001 untuk Mutu Air Kelas III. Di sungai Way Keteguhankandungan Pb telah melebihi kriteria yang ditetapkan, yaitu mencapai 0.042 ppm; sedangkan di sungai-sungailainnya kandungannya masih dibawah kriteria yang ditetapkan. Dibandingkan dengan Pb, kandungan Hg dibeberapa sungai yang diukur tidak terdeteksi keberadaannya, seperti di Way Sukamaju, Way Belau, Way Kunyit,dan Way Galih. Kandungan logam berat Cu dan Cd di semua sungai yang diukur menunjukkan nilai yang sangat jauh di bawah baku mutu air kelas III. Sumber utama pencemaran logam-logam berat ini dapat berasal darilimbah domestik perkotaan maupun limbah industri. Menurut Connell dan Miller (1995) sejumlah logam dapatterkandung dalam limbah rumah tangga melalui sampah-sampah metabolik dan korosi pipa-pipa air (Cu, Pb, Zn,dan Cd). Demikian juga halnya dengan industri yang mengolah limbahnya menggunakan lumpur aktif yangmembuang limbah lumpur tersebut ke perairan ataupun pencucian lumpur industri turut menyumbangkanpengkayaan logam-logam Cu, Pb, Zn, Cd, dan Ag ke dalam air penerima.
3.2
 
Kandungan logam berat di sumur dangkal
Indra Gumay Yudha:
Kajian pencemaran logam berat di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->