Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kondisi Wilayah Pesisir Dan Laut Provinsi Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Kondisi Wilayah Pesisir Dan Laut Provinsi Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 1,641 |Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Bagaimana kondisi ekosistem pesisir dan laut Provinsi Lampung? Mangrove sebagian besar rusak, terumbu karang terancam, lamun juga banyak yang hilang karena reklamasi. So what..?
Bagaimana kondisi ekosistem pesisir dan laut Provinsi Lampung? Mangrove sebagian besar rusak, terumbu karang terancam, lamun juga banyak yang hilang karena reklamasi. So what..?

More info:

Published by: Indra Gumay Yudha on Mar 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
KONDISI PESISIR DAN LAUT PROVINSI LAMPUNG
Oleh: Indra Gumay Yudha
Email: indra_gumay@yahoo.com
1. STATUS
Provinsi Lampung memiliki wilayah pesisir yang luas dengan garis pantai lebih kurang 1.105 kmdan 69 pulau-pulau kecil dengan beragam jenis habitat yang berbeda, termasuk lingkunganyang dibuat manusia, seperti tambak udang dan perkotaan. Luas wilayah pesisir sekitar440.010 ha dan luas perairan laut dalam batas 12 mil adalah 24.820,0 km
2
yang merupakanbagian wilayah Samudera Hindia (pantai barat Lampung), Selat Sunda (Teluk Lampung danTeluk Semangka), dan Laut Jawa (pantai timur Lampung).Pantai Barat hampir seluruhnya didominasi oleh pantai berpasir, hutan pantai tipe barringtonia,dengan sisipan tanaman perkebunan rakyat, dan dataran rendah yang berhutan meranti(Dipterocarpaceae) sebagai kelanjutan dari Taman Nasional Bukit Barisan. Pantai berpasir,pantai berbatu, dan hutan pantai mempunyai susunan tumbuhan yang didominasi oleh formasiBarringtonia, seperti ketapang (
Terminalia catappa 
) , waru laut (
Hibiscus tiliaceus 
), nyamplung(
Calophyllum inophyllum 
), cemara (
Casuarina equisetifolia 
), dan rasau putih (
Pandanus tectorius 
) . Penebangan pohon, pembakaran hutan, dan pembukaan lahan secara regular yangterjadi di masa lampau, mengakibatkan terjadinya dominasi lokal oleh pandanus sepanjangPantai Barat atau casuarina sepanjang pantai Taman Nasional Way Kambas.Pantai sekitar teluk (Teluk Lampung dan Teluk Semangka) pada dasarnya mempunyai tipe yangsama, namun mengalami degradasi dan kohesi lebih besar lagi karena dampak urbanisasi.Kawasan yang semula merupakan hutan mangrove telah berubah menjadi tambak udang,terutama pada beberapa teluk dan muara sungai.Pantai Timur yang merupakan bagian dari Laut Jawa memiliki perairan relatif landai dengantingkat sedimentasi yan tinggi. Wilayah pesisir di daerah ini didominasi tambak udang yang luasdan sedikit sisa hutan mangrove. Industri tampak udang terbesar juga terdapat di wilayah ini,yaitu PT Central Pertiwi Bahari dan PT Aruna Wijaya Sakti (dahulu PT DCD). Kedua industritambak udang ini terletak di wilayah pesisir Kabupaten Tulang Bawang. Ekosistem mangroveyang masih tampak terpelihara di pantai timur Lampung hanyalah di sekitar TN Way Kambasdan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Di Desa Margasari,kawasan mangrove yang dipelihara oleh masyarakat mencapai luasan lebih dari 700 ha.Terumbu karang, padang lamun, dan rumput laut dapat dijumpai di sepanjang daratan sempitsekitar pulau-pulau di bagian selatan dan barat. Sebagian habitat ini tumbuh dengan baik di
 
Teluk Lampung dan di Pantai Barat. Hutan rawa di Pantai Timur sudah banyak dikeringkan,dikonversi menjadi sawah dan tambak, dan pohonnya ditebangi sehingga fungsi rawanya telahberubah. Hutan rawa air tawar merupakan lingkungan yang khas di Pantai Timur, namun tinggalsedikit dan dalam kondisi kritis. Sisa paya-paya, rumput, dan gelagah (
Saccarum spontanium 
)yang masih ada di sepanjang Way Mesuji, Way Tulang Bawang, dan Way Seputih merupakankolam raksasa pengendali banjir.
1.1 Mangrove
Keanekaragaman mangrove di Lampung rendah. Sebagian besar didominasi oleh Api-api(
Avicennia alba dan Avicennia marina 
) pada lahan yang baru terbentuk, ditunjang oleh buta-buta
(Bruguiera parviflora 
dan
Excoecaria agallocha 
) yang lazim dijumpai di daerah muara. Agak kehulu dijumpai nipah (
Nypa fruticans 
) , pedada (S
onneratia caseolaris 
), dan
Xylocarpus granatum 
yang menunjukkan adanya pengaruh air tawar. Bakau (
Rhizophora stylosa 
) terbuktimendominasi mangrove yang berasosiasi dengan terumbu karang. Hal ini terdapat di sepanjangpantai dan pulau-pulau di Teluk Lampung.Ekosistem mangrve di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung terdapat di sekitar Pantai PuriGading, Pantai Duta Wisata, serta di lahan reklamasi PT BBS di Kecamatan Teluk BetungBarat. Jika dilihat dari ukuran vegetasinya, sebagian besar ekosistem mangrove tersebutbukan merupakan habitat primer, bahkan di lahan reklamasi PT BBS didominasi oleh vegetasitingkat semai yang sedang mengalami proses suksesi. Jenis vegetasi yang dominan di PantaiPuri Gading adalah
Sonneratia alba 
untuk tingkat pohon dan pancang; sedangkan untuk tingkatsemaian selain didominasi oleh
Sonneratia alba 
juga jenis
Avicennia officinalis 
. Beberapa jenismangrove lainnya yang ditemukan adalah sebagai berikut:
Rhizophora apiculata, Avicennia marina, Bruguiera silindrica, Excoearia agallocha, Hibiscus tiliaceus,
 jeruju (
Achanthus ilicifolius 
), basang siap (
Finlaysonia maritima 
), dan nipah (
Nypa fruticans 
). Dari analisisvegetasi diketahui bahwa Indeks Nilai Penting (INP) vegetasi mangrove tingkat pohon adalah299,94; INP tingkat pancang adalah 299,96; serta INP tingkat semai adalah 199,96. Saat inikeberadaan ekosistem mangrove tersebut terancam akibat keterbatasan lahan di wilayahpesisir Kota Bandar Lampung yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan habitat mangrove jikalahan tersebut dibangun.Komunitas mangrove di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin (Kabupaten Pesawaran)berupa asosiasi (multi-species), dengan jenis dominan
Rhizophora mucronata 
. INP berkisarantara 236 hingga 249 dan dengan kerapatan berkisar antara 188 ind/ha hingga 530 ind/ha.Tingkat pertumbuhan pohon di kawasan ini adalah sapihan, tihang, dan pohon. Ketebalanmangrove antara 1 dan 1,5 km. Berbeda halnya dengan komunitas mangrove di Desa Durian,tipe vegetasi di Desa Sidodadi (Padang Cermin) bertipe konsosiasi, dengan jenis
Rhizophora mucronata 
sebagai jenis yang dominan dan memiliki INP sebesar 300.
 
Di wilayah pesisir Kabupaten Tulang Bawang terdapat 2 jenis mengarove yang dominan, yaitu jenis
Avicennia marina 
dan
Rhizophora mucronata.
Selain kedua jenis dominan tersebut, dikawasan ini terutama di sepanjang sungai dijumpai vegetasi jenis
Nypa fruticans.
Ketebalanmangrove di sepanjang pantai pesisir Tulang Bawang relatif tipis dan sebagian besar telahdikonversi menjadi tambak udang. Wilayah pesisir di sekitar PT CPB yang dialokasikasikansebagai
green belt 
saat ini pun kondisinya semakin rusak karena dikonversi menjadi tambaktradisional milik masyarakat. Kondisi g
reen belt 
milik PT AWS masih lebih baik biladibandingkan dengan PT CPB.Di wilayah pesisir Labuhan Maringgai (Kabupaten Lampung Timur) ketebalan mangrove relatiftipis, yaitu bervariasi antara 50 hingga 150 meter, kecuali di sekitar Kuala Penet, DesaMargasari. Hamparan mangrove di kawasan ini memiliki luas lebih dari 700 ha yang didominasi jenis api-api
(Avicennia 
spp) yang tumbuh secara alami dan sebagian kecil
Rhizopora 
spp yangditanam oleh masyarakat dan pemerintah. Kondisi mangrove di Desa Margasari ini dalamkondisi baik dengan ketebalan sekitar 1.000 m dari pinggir tambak terluar. Hal ini menunjukkanfungsi ekosistem mangrove sebagai ‘sabuk hijau’ masih tetap terjaga. Kawasan mangrove inidapat terjaga dengan baik karena ada komitmen yang kuat dari masyarakat setempat untuktetap melestarikannya. Hal ini diperkuat dengan adanya peraturan desa yang melarangpenduduk setempat maupun dari luar desa mengkorversi dan merusak kawasan mangrovetersebut. Pada mulanya kawasan mangrove tersebut merupakan tambak-tambak udang milikmasyarakat. Namun akibat abrasi pantai yang semakin hebat hingga menggerus daratansejauh 1 km ke arah pemukiman warga dan melenyapkan beberapa tambak, maka masyarakatmenjadi sadar dan memulai upaya rehabilitasi. Pada saat daratan mulai terbentuk kembalidalam bentuk tanah timbul dan mulai ditumbuhi mangrove jenis api-api, mereka tidakmengubahnya menjadi tambak kembali, tetapi lahan baru tersebut tetap dibiarkan ditumbuhimangrove dan dijaga hingga saat ini.
 
Gambar 1. Mangrove di Desa Margasari yang masih terjaga dengan baik

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->