You are on page 1of 6

34

BAB V ANALISIS PENYEBAB MASALAH


V.1 Analisis Penyebab Masalah

Dalam menganalisis masalah digunakan metode pendekatan sistem untuk mencari kemungkinan penyebab dan menyusun pendekatanpendekatan masalah. Dari pendekatan sistem ini dapat ditelusuri hal-hal yang mungkin menyebabkan munculnya permasalahan di Desa Tugurejo.

INPUT Man Money Method Material Machine LINGKUNGAN Fisik Kependudukan Sosial Budaya Sosial Ekonomi Kebijakan PROSES OUTPUT P1 P2 P3 Cakupan Program

Bagan 4. Analisis Pendekatan Sistem V.2. Siklus Pemecahan Masalah Untuk dapat memecahkan suatu masalah dapat dilakukan dengan menganalisis kemungkinan penyebab masalah tersebut terlebih dahulu.

35

Kemungkinan penyebab masalah dapat berasal dari internal maupun eksternal. Kemungkinan penyebab masalah internal dianalisis dengan menggunakan pendekatan sistem. Dari berbagai kemungkinan penyebab yang menimbulkan masalah dicari penyebab yang paling mungkin dengan cara mengkonfirmasi kemungkinan penyebab yang ditemukan ke bagian program masalah tersebut. Setelah menemukan penyebab yang paling mungkin dilakukan penanggulangan penyebab masalah dengan menyusun alternatif pemecahan masalah tersebut dan dilakukan penentuan prioritas alternatif pemecahan penyebab masalah dengan metode kriteria matriks. Setelah menemukan urutan priotasnya maka langkah selanjutnya menyusun Plan Of Action. Untuk memecahkan masalah menurut Hartoyo (2008) dapat

menggunakan siklus pemecahan masalah seperti gambar berikut13

Bagan 5. Siklus Pemecahan Masalah

36

V.3 Kemungkinan Penyebab Masalah Tabel 8. Pengelompokan Analisis Kemungkinan Penyebab Masalah Tingginya Cakupan balita BGM Ditinjau dari Faktor Input INPUT MAN ( Tenaga Kerja) KELEBIHAN Adanya tenaga kesehatan (bidan desa) Adanya kaderkader kesehatan pada setiap Posyandu KEKURANGAN Kurangnya pengetahuan kader tentang penyebab dan penanganan balita BGM Kurangnya kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan tentang masalah gizi kepada orang tua balita yang datang Posyandu pada umumnya, dan khususnya orang tua balita BGM. Kurangnya pengetahuan kader tentang cara penimbangan balita

MONEY(Pembiayaan)

Tersedianya dana Terbatasnya dana dari swadaya Puskesmas untuk perbaikan masyarakat untuk gizi, pemberian vitamin, obatkegiatan obatan, dan PMT pada balita posyandu BGM Tidak ada dana khusus penyuluhan tentang BGM Tidak terlaksananya pemantauan status gizi secara baik untuk balita SOP balita

METHOD (Metode)

Adanya program penimbangan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) di Posyandu. Ada SOP pemantauan status Gizi balita Ada posyandu

MATERIAL (Perlengkapan)

Belum ada bangunan untuk posyandu

khusus

MACHINE

Tersedia alat untuk kegiatan

Kurangnya media penyuluhan gizi khususnya

37

(peralatan)

Posyandu Adanya KMS dan Kohort balita untuk pencatatan BB balita. Adanya PMT (Pemberian Makanan Tambahan)

BGM seperti poster atau brosur di posyandu. Tidak ada PMT Pemulihan

Tabel 9. Pengelompokan Analisis Kemungkinan Penyebab Masalah Tingginya Cakupan Balita BGM Ditinjau dari Faktor Proses dan Lingkungan PROSES P1 (Perencanaan) P2 (Pelaksanaan) KELEBIHAN Penjadwalan Posyandu setiap bulannya teratur. KEKURANGAN Tidak ada jadwal khusus penyuluhan gizi kepada orang tuabalita

Balita yang datang Setelah penimbangan berat selalu ditimbang badan, kader kurang berat badannya. memberi konseling gizi pada orang tua balita. Hasil penimbangan berat badan selalu Penyuluhan yang dicatat di KMS, di dilakukan tidak rutin Kohort bayi dan balita, serta buku catatan besar di Posyandu.

Adanya laporan bulanan rekapitulasi (Penilaian, Pengawasan hasil Posyandu. Pengendalian) P3

38

Lingkungan

Semua ibu punya Ibu memiliki pengetahuan kesadaran yang yang kurang tentang gizi baik untuk dan balita BGM. mengikuti Ibu kurang memahami cara kegiatan posyandu pemberian makan, waktu, dan porsi makan yang baik

34

You might also like