Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal

jurnal

Ratings: (0)|Views: 133 |Likes:
Published by Andi Riesman
jurnal skripsi
jurnal skripsi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Andi Riesman on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

 
1
ANALISIS PERRBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DENGANMETODE
INCOME STATEMENT APPROACH
DAN
VALUE ADDED APPROACH
 DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BANK (Studi Kasus pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Tasikmalaya)Ana Damayanti083403020Jurusan Akuntansi Fakultas EkonomiUniversitas SiliwangiABSTRAK 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan kinerja keuangan bank syariah dengan menggunakan pendekatan laba rugi dan nilai tambah syariah, (2) Pengaruhkinerja terhadap pertumbuhan asset bank syariah, (3) perbandingan pertumbuhan asset bank syariah berdasarkan pendekatan laba rugi dan nilai tambah. Rasio kinerja keuangan yangdigunakan terdiri dari ROA, ROE, NPM dan REO, sedangkan pertumbuhan bank syariahdiukur dalam pertumbuhan total asset. Dalam penelitian ini penulis melakukan studi kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia Cabang Tasikmalaya.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi sertastudi kepustakaan. Dalam menguji hipotesis penguji menggunakan analisis statistik deskriptif, regresi sederhana, independent sample t-test serta analisis komponen utama(
 Principal Componen Analysis
).Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikanantara kinerja keuangan bank syariah dengan menggunakan pendekatan laba rugi dan nilaitambah syariah, karena dari keempat rasio yang digunakan hanya rasio ROE dan REO yangmemiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan ROA dan NPM tidak memiliki tingkat perbedaan yang signifikan, (2) Rasio ROA, ROE, NPM dan REO tidak mempengaruhi pertumbuhan asset secara signifikan, (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pertumbuhan asset dengan menggunakan pendekatan laba rugi dan nilai tambah syariah.Kata kunci: Kinerja keuangan, Pertumbuhan Asset.
 
PENDAHULUAN
Dalam UU No.10 Tahun 1998tentang perubahan atas UU No.7 Tahun1992 tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana darimasyarakat dalam bentuk simpanan danmenyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam praktik  perbankan di Indonesia saat ini terdapat beberapa jenis perbankan yang diatur dalam UU No. 10 Tahun 1998. Bank umum dibagi menjadi dua, yaitu :1. Bank yang berdasarkan prinsipkonvensional.2. Bank yang berdasarkan prinsipsyariah.Terbitnya UU No.10/1998 tentangPerbankan, yang merupakan penyempurnaan dari UU No. 7/1992,memicu perkembangan perbankan syariah.UU yang memberi peluang diterapkannya
 
2Dual Banking System dalam perbankannasional ini dengan cepat telah mendorongdibukanya divisi syariah di sejumlah bank konvensional Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan ada bunga. Bank syariahadalah lembaga keuangan/perbankan yangoperasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Quran dan Hadist.Atau dengan kata lain, bank syariah adalahlembaga keuangan yang usaha pokoknyamemberikan pembiayaan dan jasa-jasalainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannyadisesuaikan dengan prinsip syariat Islam(Muhammad, 2005).Secara umum yang membedakan bank syariah dengan bank konvensionalada dua hal. Pertama, hubungan antara bank dan nasabah. Hubungan bank syariahdan nasabah tercakup dalam perjanjian(akad) yang menempatkan bank syariahdan nasabah sebagai mitra sejajar denganhak (manfaat), kewajiban dantanggungjawab (risiko) yang berimbang.Kedua, bahwa bank syariah beroperasi berdasarkan konsep muamalah Islam yangmenganjurkan keadilan dan keterbukaanserta melarang tindakan yang tidak sesuaidengan syariah Islam.Prinsip utama yang harusdikembangkan oleh bank syariah dalammeningkatkan kinerja keuangan adalahkemampuan bank syariah dalammelakukan pengelolaan dana. Yaitukemampuan bank syariah memberikan bagi hasil yang optimal kepada nasabah.Penilaian kinerja keuangan bank syariahdapat dilakukan dengan menganalisalaporan keuangan yang diterbitkan. Yaitudengan menganalisa tingkat profitabilitas bank syariah yang bersangkutan, denganmenggunakan empat rasio yaitu
 ReturnOn Asset 
(ROA),
 Return On Equity
 (ROE),
 Net Profit Margin
(NPM), dan
 Rasio Efisiensi Operasional 
(REO) .Kualitas kinerja kuangan bank syariah,dapat dilihat seberapa besar rasio kinerjakeuangan yang diperoleh. Semakin besar rasio yang diperoleh berarti kemampuan bank syariah dalam memberikankeuntungan bagi hasil kepada nasabahsemakin baik, dan sebaliknya jika perolehan rasio kinerja keuangan kecil berarti kemampuan bank syariahmemberikan keuntungan berupa bagi hasilkepada nasabah rendah. Namun saat ini para pengguna laporan keuangan(nasabah, karyawan, pemerintah,masyarakat, manajemen) dihadapkan satukondisi dimana laporan keuangan bank syariah belum dapat melakukan analisaterhadap kinerja keuangan bank syariahsecara tepat, mengingat laporan keuangan bank syariah sebagaimana termuat dalamPedoman Standar Akuntansi Keuangan(PSAK) No.59, hanya memuat sejumlahelemen laporan keuangan sebagaimanaelemen dalam laporan keuangan bank konvensional, ditambah dengan beberapalaporan seperti Laporan Perubahan DanaInvestasi Terikat, Laporan Dana Zakat,Infaq dan Shodaqoh serta Laporan QardulHasan. Selain itu di dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian LaporanKeuangan Bank Syariah disebutkan bahwatujuan akuntansi keuangan bank syariahadalah penyediaan informasi keuanganditambah dengan seputar informasi yang berkaitan terhadap prinsip syariah, yangmerupakan karakteristik dari bank syariah.Jika dikaji secara lebih mendalam, makadapat disimpulkan bahwa tujuan laporankeuangan bank syariah masih berorientasi pada kepentingan
direct stakeholders
.Sementara itu jika mengingat bank syariah adalah unit usaha bisnis yang berdasarkan syariah Islam, makaseyogyanya akuntansi keuangan yangdigunakan adalah akuntansi syariah.Dimana tujuan di dalam akuntansi syariahtidak hanya sebatas menyediakaninformasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan ekonomi saja,akan tetapi sebagaimana diungkapkan oleh para pakar akutansi syariah, bahwa tujuanakuntansi syariah adalah muamalah yaitu
Amar Ma’ruf Nahi Munkar, keadilan dan
kebenaran, maslahat sosial, kerjasama,menghapus riba, dan mendorong zakat.
 
3Sehingga dengan demikian tujuanakuntansi syariah lebih menekankan pentingnya memberikan informasi bagi penghitungan zakat, pelaksanaan keadilandan melaporkan kegiatan yang bertentangan dengan syariah. Tujuan-tujuan tersebut perlu dilakukan dalamrangka memenuhi tanggungjawab bank kepada
direct stakeholders
maupun
indirect stakeholders
. (MuhammadWahyudi :2005).Dalam kaitannya dengan pemenuhan akuntanbilitas laporankeuangan bank syariah, Baydoun danWillet (2000), seorang pakar akuntansisyariah merekomendasikan laporan nilaitambah (
Value Added Statement 
), sebagaitambahan dalam laporan keuangan bank syariah. Laporan nilai tambah menurutBaydoun dan Willet (2000), merupakanlaporan keuangan yang lebih menekankan prinsip
 full disclosure
dan didorong akankesadaran moral dan etika. Karena prinsip
 full disclosure
merupakan cerminankepekaan manajemen terhadap prosesaktivitas bisnis terhadap pihak-pihak yangterlibat di dalamnya. Kepekaan ituterwujud berupa penyajian informasiakuntansi melalui distribusi pendapatansecara lebih adil. Adanya laporan nilaitambah telah merubah mainstream tujuanakuntansi dari
decision making 
bergeser kepada pertanggungjawaban sosial.Bank Muamalat merupakan bank syariah pertama di Indonesia berdiri pada 1 November 1991 bertepatan 24 RabiutsTsani 1412 H.Mulai beroperasi pada 1 Mei1992 atau 27 Syawwal 1412 H. Sejak  beroperasi, Bank Muamalat telah menjadi pelopor bisnis keuangan syariah lainnyaseperti :
1.
 
Asuransi syariah pertama (AsuransiTakaful),
 2.
 
Memberikan bantuan teknis dan bantuan modal kepada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS),
 3.
 
Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil danMenengah (PINBUK) yang kemudianmendirikan lebih dari 3.000 BaitulMaal wat Tamwil (BMT),
 4.
 
Beraliansi dengan Perum Pegadaiandalam pendirian pegadaian syariah,
 5.
 
Mendirikan Muamalat Institute (MI)untuk pengembangan, peningkatandan penyebarluasan pengetahuanmengenai lembaga keuangan syariah,
 6.
 
Dana Pensiun Lembaga KeuanganMuamalat (DPLK Muamalat),
 
Baitulmaal Muamalat (BMM)sebagai kepanjangan tangan Bank Muamalat untuk pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah (ZIS),serta dana tanggung jawab sosial perusahaan Bank Muamalat melalui program pengembangan usaha mikro.
 
Beberapa tahun yang lalu Indonesiadan beberapa negara di Asia Tenggara pernah mengalami krisis moneter yang berdampak terhadap perbankannasional Perseroan mencatat kerugiansebesar Rp 105 miliar dan ekuitasmencapai titik terendah hingga Rp 39,3miliar atau kurang dari sepertiga modalawal. Kondisi tersebut telah mengantarkanBank Muamalat memasuki era barudengan keikutsertaan Islamic DevelopmentBank (IDB), yang berkedudukan diJeddah
 – 
Saudi Arabia, sebagai salah satu pemegang saham luar negeri yang resmidiputuskan melalui Rapat UmumPemegang Saham (RUPS) pada 21 Juni1999.Dalam kurun waktu 1999-2002Bank Muamalat terus berupaya dan berhasil membalikkan keadaan dari rugimenjadi laba. Hasil tersebut tidak lepasdari upaya dan dedikasi segenap karyawandengan dukungan kepemimpinan yangkuat, strategi usaha yang tepat, sertakepatuhan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni.Alasan inilah yang penulis maksudmemilih PT. Bank Muamalat IndonesiaCabang Tasikmalya ini, karena adanyafenomena yang terjadi yaitu kinerja selamakrisis finansial dan pertumbuhan bank maka dalam penelitian ini akan dicoba

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->