Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keracunan Napza PDF Hernomo

Keracunan Napza PDF Hernomo

Ratings: (0)|Views: 212 |Likes:
By : Prof.DR.dr.Hermono Ontoseno Kusumobroto,Sp.PD.K-GEH
By : Prof.DR.dr.Hermono Ontoseno Kusumobroto,Sp.PD.K-GEH

More info:

Categories:Types, Research
Published by: dr. Titong Sugiharto on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2013

pdf

text

original

 
KERACUNAN NAPZADAN BAHAN BERBAHAYA
Hernomo Kusumobroto
Pusat Penanggulangan dan Informasi KeracunanFakultas Kedokteran Universitas AirlanggaRSUD Dr. Sutomo SurabayaDibacakan pada :
Monitoring Kasus Penyalahgunaan dan KeracunanNapzaba di Rumah Sakit
Surabaya, 25 Pebruari 2004
 
2
 
PENATALAKSANAANKERACUNANNAPZADANBAHANBERBAHAYA
Hernomo Kusumobroto
Pusat Penanggulangan dan Informasi KeracunanFakultas Kedokteran Universitas AirlanggaRSUD Dr. Sutomo Surabaya
RINGKASAN
 Keracunan NAPZA (narkotik, alkohol, psikotropik dan zat aditif) dan bahanberbahaya lain (pestisida, minyak tanah, bahan korosif, dan lain-lain) cukupbanyak dijumpai di IRD RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Data di IRD RSUD Dr.Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa sejak tahun 1997 terdapat perubahanpola keracunan yang masuk RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kalau sebelumnyapestisida senantiasa mendominasi jumlah penderita yang dirawat di sini, sejaktahun 1997, bahan ini telah digantikan oleh kelompok obat farmakologi,terutama golongan NAPZA, termasuk alkohol.Efek farmakologik golongan NAPZA terutama adalah terhadap SSP, dapatbersifat depresi maupun stimulasi pada otak. Kematian dapat terjadi akibatoverdosis dalam rangka pengobatan penderita, akibat kecelakaan, atau penyalahgunaan obat. Efek pada SSP dari obat golongan ini sangat bervariasi tergantungpada jenis obat, kepekaan individu, dan dosis obat yang dipakai. Mirip dengangolongan narkotik, efek farmakologi alkohol terutama adalah terhadap SSP pula,yang dapat bersifat depresi pada otak. Efek depresi ini juga sangat bervariasitergantung pada jenis alkohol, kepekaan individu, dan dosis/kadar alcohol yangdipakai. Kematian dapat terjadi, khususnya golongan methanol, akibat asidosismetabolic yang tidak terkontrol dengan baik.. Pada keracunan bahan korosif,kematian dapat disebabkan oleh komplikasi yang timbul, seperti : sepsis,perdarahan saluran makanan, dan perforasi.Pada penderita yang sadar, eliminasi bahan yang tertelan dengan emesis, katarsisdan kumbah lambung dapat dikerjakan bila kejadian tersebut terjadi dalam waktukurang dari 4 jam. Pada keracunan minyak tanah, golongan amfetamin, danbahan korosif, sebagian tindakan di atas merupakan kontraindikasi. Padakeracunan bahan depresan (termasuk narkotik), pestisida organofosfat, danmethanol, pemberian antidot cepat dan terapi penunjang (“supportive”), seringdapat menyelamatkan hidup penderita. Sementara pada keracunan bahan korosif,tindakan pengenceran yang cepat, dapat mencegah kerusakan saluran makan yanglebih parah.
 
3
 
PENATALAKSANAANKERACUNANNAPZADANBAHANBERBAHAYA
 
Hernomo Kusumobroto
Pusat Penanggulangan dan Informasi KeracunanFakultas Kedokteran Universitas AirlanggaRSUD Dr. Sutomo Surabaya
PENDAHULUAN
Sejak dibentuknya Panitia Medik/ Pusat Penanggulangan dan Informasi Keracunan(PMPIK) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 1994, kasus keracunan yangmasuk ke IRD dapat di data dengan baik dan teratur setiap hari. Dengan demikianpelaporan kasus keracunan yang masuk ke IRD dapat dibuat secara teratur setiap tahun,bahkan setiap bulan kalau diperlukan. Formulir yang digunakan untuk pelaporan ini dapatdilihat dalam gambar 1.Dari data pelaporan ini dapat diketahui bahwa kasus keracunan NAPZA (narkotik,alkohol, psikotropik dan zat aditif) dan bahan berbahaya lain (pestisida, minyak tanah,dan bahan korosif) cukup banyak dijumpai di IRD RSUD Dr. Soetomo Surabaya. DataIRD RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa sejak tahun 1997 terdapatperubahan pola keracunan yang masuk RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kalau sebe-lumnya pestisida senantiasa mendominasi jumlah penderita yang dirawat di sini, sejaktahun 1997, bahan ini telah digantikan oleh kelompok obat farmakologi, terutamagolongan NAPZA. Keracunan obat, pestisida, minyak tanah, makanan, dan alkohol,hampir selalu merupakan kelompok 5 penyebab terbanyak keracunan di sini.Mengingat keterbatasan waktu, maka yang akan dibicarakan di bawah ini dibatasiterutama hanya pada kelompok NAPZA saja, termasuk alkohol, sementara keracunanbahan berbahaya lain akan disinggung sepintas lalu saja
DATA EPIDEMIOLOGI
 
Dari tabel 1 dan 2 dapat dilihat bahwa ada 5 kelompok bahan yang selama bertahun-tahun senantiasa mendominasi keracunan bahan kimia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,yaitu : pestisida, obat-obat farmakologi, hidrokarbon/minyak tanah, keracunan makanandan alkohol (tabel 1). Sejak tahun 1997, pestisida prosentasenya menurun mulai dari 31% pada 1997 menjadi 22 % pada 1999, kemudian meningkat lagi menjadi 35 % pada2003. Sementara kelompok obat farmakologi, prosentasemya terus meningkat mulai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->