Menurut
Berger
, pengendalian sosial adalah berbagai
cara yang digunakanmasyarakat untuk menertibkan
anggotanya yang membangkang.
Karel Veeger
mendefinisikan pengendalian sosial sebagai kelanjutan dariproses sosialisasi dan berhubungan dengan
cara-cara dan metode-metode
yang dipergunakan untuk mendorong seseorang agar
berperilaku selarasdengan kehendak kelompok
atau masyarakat, yang jika dijalankan secaraefektif, perilaku individu akan konsisten dengan tipe perilaku yangdiharapkan.Secara umum dapat disimpulkan bahwa upaya untuk mewujudkan kondisi seimbangdidalam masyarakat disebut pengendalian sosial
(Social Control).
Menurut
Koentjaraningrat
, ada tiga proses sosial yang perlu mendapatpengendalian sosial, yaitu:1.Ketegangan sosial yang terjadi antara adat-istiadat dankepentingan individu.2.Ketegangan sosial yang terjadi karena adanyapertemuan antar golongan khusus.3.Ketegangan sosial yang terjadi karena golongan yangmelakukan penyimpangan secara sengaja menentangtata kelakuan atau peraturan.
B. JENIS PENGENDALIAN SOSIAL
Siapa saja yang terlibat dalam pengendalian sosial? Berdasarkan pihak yangmelakukan pengendalian soaial, jenis-jenis pengendalian sosial terdiri dari:
1.
Pengendalian individu terhadap individu lain.
Hal ini terjadi jika
individumelakukan pengawasan terhadap individu lain, baik disadari maupun tidak.Contohnya:Guru yang menasehati muridnya yang berbuat kesalahanAmir menyuruh adiknya agar berhenti berteriak-teriak.Tono mengawasi adiknya agar tidak berkelahi.
Umargiono, S.Pd: Modul IPS: Pengendalian Sosial
3