dahulu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsep diri seseorang, ini dia:
• Pola asuh orang tua dan lingkungan
Setiap mamalia, eh, manusia akan diasuh terlebih dahulu oleh orang tuanya sebelum mencapaikedewasaan (fisik terutama), baik itu kandung ataupun tiri. Pola asuh orang tua akan menjadifaktor signifikan dalam mempengaruhi konsep diri yang terbentuk. Oleh sebab itu, seringkalianak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru dan negatif, atau punlingkungan yang kurang mendukung, cenderung mempunyai konsep diri yang negatif.Sebaliknya, jika orangrua memberikan pola asuh yang baik dan lingkungan memberikan sikapyang baik serta positif, maka anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlahkonsep diri yang positif.
• “Kegagalan”
Maksudnya, konsep diri juga berkaitan dengan pengalaman mencapai berhasil atau gagalnyaseseorang. Seringkali, kegagalan yang terus menerus dialami seseorang menimbulkanpertanyaan-pertanyaan negatif kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan bahwasemua penyebabnya terletak pada kelemahan dirinya, nah lho! Dengan begitu benih konsep dirinegatifpun tumbuh pada diri orang itu. Tapi, jika ia mau terus berusaha dan berpikiran positif,mungkin hasilnya akan berbeda. Tidak akan muncul konsep negatif pada dirinya, dankesuksesanpun bisa diraih.
• Depresi
Orang yang sedang mengalami depresi akan mempunyai pemikiran yang cenderung negatif dalam memandang dan merespon segala sesuatunya, termasuk menilai diri sendiri. Segalasituasi atau stimulus yang netral akan dipersepsi secara negatif. Nah lho!
• Kritik internal
Kita semua mengetahui bahwa kritik (dari diri sendiri maupun orang lain) diperlukan sebagaibahan evaluasi pada kekurangan diri, untuk kemudian diperbaiki. Tapi, jika kritik itu justruditanggapi sebagai penilaian mutlak yang tidak mungkin dirubah, justru penilaian negatif padadiri sendirilah yang terjadi. Ingatlah bahwa, you are what you think! Drimu adalah sebagaimanayang kau pikirkan! Kritik pada diri sendiri janganlah berubah menjadi penilaian negatif bagi dirisendiri, semuanya bisa dirubah ke arah yang lebih baik, janganlah putus asa! Analogikan sajakegagalan yang terjadi seperti seseorang yang belum mahir menggoreng tempe goreng, ketikasuatu saat dia menggoreng tempe dan tempenya hangus, yang hangus (gagal) adalah“tempe”-nya kan?! Bukan yang menggorengnya. Jika si penggoreng tempe mau berlatih lagi,tentunya di kemudian hari, tempe gorengnya akan sempurna dan enak dinikmati, bukankahbegitu?!
Ubah konsep diri ke arah posiitif
Seperti yang sudah disampaikan, konsep diri itu sifatnya dinamis, bisa bisa berubah. Jadi kitasemua bisa mengubah konsep diri kita ke arah yang lebih baik (positif). Dan dengan bekal“faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri seseorang” yang telah kita ketahui, mari kitaubah konsep diri kita yang negatif menjadi positif! Gimana caranya?! Ikuti langkah-langkahberikut ini:
• Mulai dengan affirmasi positif
Yap! Mari mulai dengan (baca basmalah), kemudian tanamkanlah kata-kata positif yang dapatmemacu semangat dan menjadi motivasi pada diri kita. Seperti “Aku pasti bisa!..., aku pastiberhasil!..., aku akan menguasainya!...,”, dsb. Dengan ini, kita mulai perubahan ini denganpenuh semangat dan keyakinan! Ok!
• Bersikaplah objektif
Kemudian, bersikaplah objektif pada diri sendiri! Selain rentetan pengalaman negatif, pastilahkita juga punya pengalaman positif ataupun keberhasilan-keberhasilan dalam bidang tertentu,meskipun itu kecil, jangan abaikan itu semua! Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dancarilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. just do the best you could in everyway....
• Hargai diri sendiri
Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri! Hargailah dan syukurilahapapun diri kita adanya! Jangan merasa diri rendah! Sebab setiap orang pasti memiliki
Leave a Comment