Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Dan Wewenang Lembaga Tinggi Negara

Tugas Dan Wewenang Lembaga Tinggi Negara

Ratings: (0)|Views: 97 |Likes:

More info:

Published by: kurnia imam muttaqin on Apr 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

 
Tugas dan Wewenang Lembaga Tinggi Negara
PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Membahas tentang Lembaga Tinggi suatu Negara Pasti tidak bisa lepas dari konstitusi yang berlaku di negara tersebut. Karena konstitusi merupakan hukum dasar penyelenggaraan suatu pemerintahan. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 (UUD '45) adalah konstitusi  Republik Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945,satu hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, dalam sidang BPUPKI. UUD '45 berlaku dari sejak disahkan,hingga waktu pengakuan kedaulatan RIS (di mana konsitusi yang berlaku adalah UUD RISsampai dengan 17 Agustus 1950,digantikan dengan UUD Sementara sampai Dekrit Presiden 5 Juli 1959.) UUD '45 mulai berlaku kembali setelah Dekrit Presiden  pada tanggal 5 Juli 1959, sampai sekarang. Pada masa Orde Reformasi, UUD '45 telah mengalami prosesamandemen sebanyak 4 kali.UUD 1945 merupakan landasan dasar Nasional dan landasan dasar Internasional NegaraKesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dapat mempertahankan kemerdekaan dan persatuan Indonesia sampai saat ini. Dalam sistem ketatanegaraan RI , DPR termasuk lembaga tinggi negara bersama Presiden, BPK, dan MA. Masing-masing lembaga tingginegara tersebut mempunyai tugas, wewenang, dan hak sesuai dengan peraturan yang telahditetapkan. Sistem pemerintahan bukan parlementer, tetapi presidensil.Berdasarkan uraian diatas, maka didalam makalah yang singkat ini penulis akan cobamemaparkan tentang tugas-tugas dan wewenang dari pada lembaga-lembaga tertinggi negarayang ada di Indonesia setelah amandemen ke-
4 UUD’45.
 
B. Rumusan Masalah
 
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diambil sebagai rumusan masalah adalah “ Apa
tugas dan wewenang yang diemban oleh lembaga-lembaga tinggi negara yang ada diIndonesia setelah amandemen ke-
4 UUD’45”.
 
C. Tujuan
 Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tugasdan wewenang yang diemban oleh lembaga-lembaga tinggi negara yang ada di Indonesiasetelah amandemen ke-
4 UUD’45.
 
ISI DAN PEMBAHASANA. Lembaga Tinggi Negara
 Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan padaTrias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) yang terdiridari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik danDPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerahdiwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesiaadalah Kabinet Presidensiil sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dantidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat iniyakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjagastabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh Menteri tanpa portofolio partai (berasaldari seseorang yang dianggap Ahli dalam bidangnya).Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh
 
Mahkamah Agung,Komisi Yudisial dan Mahkamah Konstitusi termasuk pengaturanadministrasi para Hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia tetap dipertahankan.
B. Tugas dan Wewenang Lembaga Tinggi Negara1) Presiden
 Presiden Republik Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Republik Indonesia.Menurut Perubahan Ketiga UUD 1945 Pasal 6A, Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. Sebelumnya, Presiden (dan WakilPresiden) dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.Dengan adanya Perubahan (Amandemen) UUD 1945, Presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada MPR, dankedudukan antara Presiden dan MPR adalah setara. Presiden (dan Wakil Presiden) menjabatselama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satukali masa jabatan.Wewenang, kewajiban, dan hak Presiden antara lain:Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUDMemegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut,dan Angkatan Udara Mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR sertamengesahkan RUU menjadi UU.Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa)Menetapkan Peraturan Pemerintah  Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri  Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR Menyatakan keadaan bahayaMengangkat duta dan konsul. Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR.Memberi grasi, rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung  Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UUMeresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah  Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial dan disetujui DPR  Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden, DPR, dan MahkamahAgungMengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR Sebagai kepala negara, Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagaikepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh menteri-menteri dalam kabinet, memegangkekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan sehari-hari.
2) Majelis Permusyawaratan Rakyat
 Tugas dan Wewenang, dan Hak Tugas dan wewenang MPR antara lain:· Mengubah dan menetapkan (Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945), (Undang-Undang Dasar)· Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum· Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan (Mahkamah Konstitusi) untuk 
 
memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa jabatannya· Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti,diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya· Memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya· Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalammasa jabatannyaAnggota MPR memiliki hak mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD, menentukansikap dan pilihan dalam pengambilan putusan, hak imunitas, dan hak protokoler.Perubahan (Amandemen) UUD 1945 membawa implikasi terhadap kedudukan, tugas, dan wewenang MPR. MPR yang dahulu berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara, pemegang dan pelaksanaan sepenuhnya kedaulatan rakyat, kini MPR berkedudukan sebagailembaga negara yang setara dengan lembaga negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan,DPR, DPD, BPK, MA, dan MK.MPR juga tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN.Selain itu, MPR tidak  lagi mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR), kecuali yang berkenaan dengan menetapkanWapres menjadi Presiden, memilih Wapres apabila terjadi kekosongan Wapres, atau memilihPresiden dan Wakil Presiden apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti,diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersama-sama. Hal ini berimplikasi pada materi dan status hukum Ketetapan MPRS/MPR yang telah dihasilkan sejak tahun 1960 sampai dengan tahun 2002. Saat ini Ketetapan MPR (TAP MPR) tidak lagi menjadi bagian dari hierarkhi Peraturan Perundang-undangan.
3) Dewan Perwakilan Rakyat
 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), adalah lembaga negara dalam sistem ketatanegaraanRepublik Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaanmembentuk  Undang-Undang.DPR memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum, yang dipilih berdasarkanhasil Pemilihan Umum. Anggota DPR berjumlah 550 orang. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkansumpah/janji. Lihat:  jumlah kursi DPR setiap periode pemilu Tugas dan wewenang DPR  antara lain:· Membentuk  Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan  bersama· Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang  · Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidangtertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan· Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD· Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN, serta kebijakan pemerintah· Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD · Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangannegara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan;· Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggotaKomisi Yudisial · Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden· Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presidenuntuk ditetapkan;· Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta, menerima penempatanduta negara lain, dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi· Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang, membuat perdamaian,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->