Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jangan Pertentangkan Islam Dan Pancasila

Jangan Pertentangkan Islam Dan Pancasila

Ratings: (0)|Views: 70|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Apr 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/06/2013

pdf

text

original

 
08:05 - Peraturan Zionis: Usia Kurang 50 Tahun Dilarang Shalat
Kajian UtamaNasionalInternasionalAnalisisKristologiKonspirasiMercusuarContentsWallpaper Islami
HomeDaftar IsiAboutOur IdeologyAkhwat ZoneRecent CommentStay Connected
 
www.globalmuslim.web.id/2013/04/jangan-pertentangkan-islam-dan-pancasila.html 2/6
menerus hingga harus menerima asas tunggal Pancasila. Selain itu pemerintah saat itu jugamelarang tokoh-tokoh Masyumi seperti Mohammad Natsir dan Mohammad Roem kembali berpolitik. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) menjadi mata ajaranwajib di seluruh tingkatan sekolah dan seterusnya.Ketika asas tunggal Pancasila dipaksakan, HMI menjadi terpecah dua. HMI MPO (MajelisPenyelamat Organisasi) dan HMI Dipo. Begitu pula partai politik Islam PPP jugaterpecah. Beberapa tokohnya mengundurkan diri ketika Orba memaksa asas tunggal saatitu. Karena saat itu PPP menjadi simbol persatuan umat Islam, dengan Islam sebagaiasasnya, yang membedakan dengan Golkar dan PDI.Sejarah Ringkas Piagam Jakarta dan PancasilaKita tentu memahami bahwa isi Pancasila yang tertera dalam Pembukaan UUD 45 (plusamandemen) saat ini adalah hasil dari konsensus tokoh-tokoh pendiri republik ini. Dan ada4 tokoh Islam di sana. Pancasila yang ada sekarang ini dirumuskan dari Piagam Jakarta danhanya sila pertama yang diubah. Dari Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariatIslam bagi pemeluk-pemeluknya diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Empat silalainnya tetap. Pancasila ini dirumuskan oleh Panitia Sembilan. Panitia kecil yang dibentuk menjelang kemerdekaan RI 1945 yang diambil dari anggota-anggota BPUPKI. AnggotaPanitia Sembilan ini meliputi wakil kalangan nasionalis sekuler, Kristen dan nasionalisIslam.Mereka adalah: Soekarno, Mohammad Hatta, AA Maramis, Kahar Muzakkir, AbikusnoTjokrosuyoso, Agus Salim, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin dan Ahmad Soebardjo.Kahar Muzakkir, Abikusno, Agus Salim dan Wahid Hasyim adalah empat tokoh Islamyang berjuang ‘mati-matian’ saat itu sehingga teks Pancasila saat ini penuh dengan nafasKeislaman. Sayangnya ahali-ahli hukum kita kemudian membelokkan Pancasila ini menjadisekuler.Memang istilah Pancasila mungkin dari Soekarno atau Yamin. Tapi isi dari teks Pancasilaitu, empat tokoh Islam itu mempunyai andil besar. Kata adil, beradab, kerakyatan, hikmah,kebijaksanaan, permusywaratan dan perwakilan adalah kosa-kosa kata Islam yang hampir mustahil disuarakan oleh tokoh-tokoh sekuler saat itu. Sayangnya hingga kini belumditemukan (atau jangan-jangan sengaja dihilangkan) pembahasan atau notulen secara rinci perumusan Pancasila itu. Dari 30 anggota BPUPKI yang berbicara, Yamin hanyamenuliskan tiga orang saja dalam bukunya.Kalau kita lihat naskah dari Yamin, yang dipidatokan 29 Mei 1945, naskah Pancasilanyaadalah 1. Perikebangsaan. 2. Perikemanusiaan. 3. Periketuhanan 4. Perikerakyatan 5.Kesejahteraan rakyat. Pada 1 Juni 1945 Soekarno mengusulkan 5 rumusan dasar negara,yaitu: 1. Kebangsaan Indonesia. 2. Internasionalisme atau perikemanusiaan. 3. Mufakatatau demokrasi. 4. Kesejahteraan social 5. Ketuhanan yang berkebudayaan.Setelah rapat berhari-hari tentang dasar negara itu –Soekarno menyebutnya ‘berkeringat-keringat’—akhirnya pada 22 Juni 1945 Piagam Jakarta disahkan bersama. Dalam persidangan itu –baca buku Piagam Jakarta karya Endang Saifuddin Anshari, terbitan GIP —debat berlangsung sengit. Mulai dari masalah presiden harus orang Islam, dasar Negaraharus Islam dan lain-lain. Setelah perdebatan berlangsung lama, maka disetujuilah PiagamJakarta yang isinya pembukaan UUD 45 yang juga mencakup Pancasila. Dimana sila I
 
www.globalmuslim.web.id/2013/04/jangan-pertentangkan-islam-dan-pancasila.html 3/6
 berbunyi Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya.Piagam Jakarta yang dikawal empat tokoh Islam ini bila kita cermati beda dengan Pancasilarumusan Soekarno dan Yamin. Tapi sayangnya Piagam Jakarta yang telah matangdisetujui bersama untuk dibacakan pada proklamasi tanggal17 Agustus dan akan disahkan pada 18 Agustus 1945 itu digagalkan Soekarno dan kawan-kawannya. Pagi-pagi buta jam4, Soekarno mengajak Hatta ke rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks proklamasi. Naskah dari Panitia Sembilan dimentahkan di rumah perwira Jepang itu dandiganti coret-coretan teks proklamasi yang sangat ringkas.Dan ujungnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Piagam Jakarta juga diubahmendasar. Lewat rapat kilat yang berlangsung tidak sampai tiga jam, hal-hal penting yang berkenaan dengan Islam dicoret dari naskah aslinya. Dalam rapat yang mendadak yangdiinisiatif oleh Soekarno (dan Hatta) itu, empat wakil umat Islam yang ikut dalam penyusunan Piagam Jakarta tidak hadir. Yang hadir adalah Kasman Singodimedjo dan KiBagus Hadikusumo. Yang lain adalah Soekarno, Hatta, Supomo, RadjimanWedyodiningrat, Soeroso, Soetardjo, Oto Iskandar Dinata, Abdul Kadir, Soerjomihardjo,Purbojo, Yap Tjwan Bing, Latuharhary, Amir, Abbas, Mohammad Hasan, Hamdhani,Ratulangi, Andi Pangeran dan I Bagus Ketut Pudja.Dalam rapat yang dipimpin Soekarno yang berlangsung pada jam 11.30-13.45 itudiputuskan : Pertama, Kata Mukaddimah diganti dengan kata Pembukaan.Kedua, DalamPreambul (Piagam Jakarta), anak kalimat: “berdasarkan kepada Ketuhanan dengankewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, diubah menjadi “berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ketiga, Pasal 6 ayat 1, “Presiden ialah orang Indonesiaasli dan beragama Islam”, kata-kata “dan beragama Islam” dicoret. Keempat, Sejalandengan perubahan yang kedua di atas, maka Pasal 29 ayat 1 menjadi “Negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, sebagai pengganti “Negara berdasarkanatas Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”Tapi yang menarik dalam lobinya ke Kasman dan Ki Bagus, Hatta menyatakan bahwaKetuhanan Yang Maha Esa, maknanya tauhid. Kasman menulis dalam bukunya: “BungHatta sendiri pada bulan Juni dan Agustus 1945 menjelaskan bahwa Tuhan Yang MahaEsa itu ialah Allah, tidak lain kecuali Allah. Dan waktu beliau mengusulkan supayaKetuhanan itu dengan rumus “Ketuhanan Yang Maha Esa” dijadikan sila pertama (dan bukan seperti maunya Bung Karno sebagai sila kelima dengan rumus “Ketuhanan”), makaBung Hatta memberi penjelasan supaya Allah dengan NurNya itu kepada sila-sila yangempat lainnya dari Pancasila itu.”Jadi, meski 17-18 Agustus 1945 Piagam Jakarta dimentahkan oleh Soekarno dkk, dan padaSidang Majelis Konstituante 1956-1959 mengalami deadlock, tetapi pada 5 Juli 1959 PiagamJakarta dinyatakan Presiden Soekarno secara tegas bahwa Piagam Jakarta menjiwai UUD45 dan merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Karena itu, secara prinsip tidak boleh lahir satu undang-undangpun di negeri ini yang bertentangan denganIslam. Dan itu wajar saja, karena memang negeri ini lahir dari pengorbanan mayoritas jiwadan raga ulama-umat Islam.Karena itu Presiden Soekarno saat memperingati Hari Lahir Piagam Jakarta, 22 Juni 1965

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->