Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Olive Iin
Pendidikan kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan

More info:

Published by: Olive Iin on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

 
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKAPengertian Ideologi :Kata ideology berasal dari bahasa latin yang terdiri atas dua kata yaitu idea yang berarti daya ciptasebagai hasil kesadaran manusia dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ini kemudian meluas sebagaikeseluruhan pemikiran, cita rasa, serta segala upaya terutama bidang politik. Ideology juga diartikansebagai falsafah hidup dan pandangan dunia.Ideologi selalu mengutamakan asas-asas kehidupan politik dan kenegaraan sebagai satu kehidupannasional yang berarti kepemimpinan, kekuasaan, dan kelembagaan dengan tujuan kesejahteraan.Berikut ini beberapa pengertian ideologi :a. Kamus Ilmiah Popular Ideologi adalah cita-cita yang merupakan dasar salah satu sistem politik, paham, kepercayaan dansebagainya (ideologi sosial, ideologi islam, dll). b. Encyclopedia InternasionalIdeologi adalah system of idea, belief, and attitudes which underline the way of live in a particular group, class, or society (system gagasan, keyakinan, dan sikap yang mendasari cara hidup suatukelompok, kelas, atau masyarakat tertentu.c. Notonegoro Notonegoro berpendapat bahwa ideologi dapat ditinjau dari dua pengertian berikut ini :o Arti luas : yaitu ilmu pengetahuan mengenai cita-cita Negarao Arti sempit : yaitu cita-cita Negara yang menjadi basis dari teori dan praktik penyelenggaraan Negara.d. SastrapetajaIdeologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur.e. MoerdionoIdeologi adalah seperangkat nilai yang terpadu berkenaan dengan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Ideologi mempunyai fungsi penting yaitu menanamkan keyakinan akan kebenaran perjuangankelompok yang berpegang teguh pada ideology tersebut. Oleh karena itu, ideology menjadi sumber inspirasi dan cita-cita hidup bagi warga kelompok. Ideology juga menjadi pedoman, pola hidup, dannorma hidup sekaligus menjadi cita-cita. Dengan ideologi, manusia mengejar keluhuran dan sanggupmengorbankan hidupnya.Arti Pancasila sebagai Ideologi TerbukaMenurut Frans Magnis Suseno, ideologi dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologiterbuka.1) Ideologi TertutupIdeologi tertutup merupakan suatui sistem pemikiran tertutup. Ideologi ini mempunyai cirri-ciri sbb :o Merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbaharui masyarakat;o Atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan pada masyarakat;o Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu, melainkan terdiri tuntutan-tuntutan konkrit danoperasional yang keras, yang diajukan dengan mutlak.2) Ideologi TerbukaIdeologi tebuka merupakan suatu pemikiran yang terbuka, ideologi terbuka mempunyai ciri-ciri sbb :o Bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil darimoral, budaya masyarakat itu sendiri;o Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsesusmasyarakat tersebut;o Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh Negara melainkan digali dan dtemukan dalam masyarakat itusendiri.Sifat IdeologiPancasila sebagai suatu ideologi yang bersifat terbuka memiliki tiga dimensi, yaitu :
 
Dimensi Idealistis, nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila bersifat sistematis, rasional danmenyeluruh, mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;Dimensi Realistis, yaitu suatu ideologi ayng harus mampu mencerminkan realitas yang hidup berkembang dalam masyarakat, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi yang bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat sehingga tertanam dan berakar didalam masyarakat, terutama pada waktu ideology itu lahir;Dimensi Normatif, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila perlu dijabarkan dalam satu sistemnorma, sebagaimana terkandung dalam norma-norma kenegaraan.Pancasila Sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dantelah bersifat final. Namun walaupun pancasila saat ini telah dihayati sebagai filsafat hidup bangsa dandasar negara, yang merupakan perwujudan dari jiwa bangsa,sikap mental,budaya dan karakteristik  bangsa, saat ini asal usul dan kapan di keluarkan/disampaikannnya Pancasila masih dijadikan kajianyang menimbulkan banyak sekali penafsiran dan konflik yang belum selesai hingga saat ini. Namundibalik itu semua ternyata pancasila memang mempunyai sejarah yang panjang tentang perumusan- perumusan terbentuknya pancasila, dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah ini begitusensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak  polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampaidengan pencetus istilah Pancasila.Dari beberapa sumber, setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul.Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama.Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin, Sukarno, Piagam Jakarta, HasilBPUPKI, Hasil PPKI, Konstitusi RIS, UUD Sementara, UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959), VersiBerbeda, dan Versi populer yang berkembang di masyarakat.
Rumusan I: Muh. Yamin
Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 beberapaanggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahan-bahan konstitusi dan rancangan“blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muh.Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupunsecara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.
 Rumusan Pidato
Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan limacalon dasar negara yaitu:1.Peri Kebangsaan2.Peri Kemanusiaan3.Peri ke-Tuhanan4.Peri Kerakyatan5.Kesejahteraan RakyatSelain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusankata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan, yaitu:1.Ketuhanan Yang Maha Esa2.Kebangsaan Persatuan Indonesia3.Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab4.Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan5.keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan II: Ir. Soekarno
Selain Muh Yamin, beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara, diantaranyaadalah Ir Sukarno[1]. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila.Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip, tiga prinsip, dan satu prinsip. Sukarno pula- lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah“Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (MuhYamin) yang duduk di sebelah Sukarno. Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan
 
Pancasila, Trisila, dan Ekasila.
 Rumusan Pancasila
1.Kebangsaan Indonesia2.Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan3.Mufakat,-atau demokrasi4.Kesejahteraan sosial5.ke-Tuhanan yang berkebudayaan
 Rumusan Trisila
1.Socio-nationalisme2.Socio-demokratie3.ke-Tuhanan
 Rumusan Ekasila
1.Gotong-Royong
Rumusan III: Piagam Jakarta
Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945. Selama reses antara 2 Juni – 9 Juli 1945, delapan oranganggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskanusul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan “Panitia Sembilan”) yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama.Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yangmenghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negarasekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. Persetujuan di antaradua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “RancanganPembukaan Hukum Dasar”. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr.Muh Yamin. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen“Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataankemerdekaan/proklamasi/ declaration of independence).Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para “Pendiri Bangsa”.Rumusan kalimat“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk- pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatanyang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta denganmewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
 Alternatif pembacaan
Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itudengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat.“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan[A] dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar,[A.1] kemanusiaan yang adil dan beradab,[A.2] persatuan Indonesia, dan[A.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan[;] serta[B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Rumusan dengan penomoran (utuh)
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya2.Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab3.Persatuan Indonesia4.Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan5.Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan populer
Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakatadalah:1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->