Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Praktek Teknik Pewarnaan

Laporan Praktikum Praktek Teknik Pewarnaan

Ratings: (0)|Views: 509|Likes:

More info:

Published by: Agusrudianto Mutuah Child on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTEK TEKNIK PEWARNAANPENGUJIAN pH CAT DASAR KULIT DAN PENGUJIAN KETAHANAN CATDASAR TERHADAP ASAM, BASA DAN AIR SADAHI.DASAR TEORIZat Warna
Pada tahun 1876 Otto Witt mengusulkan teori tentang zat warna, bahwa dalam suatustruktur molekul zat warna akan mengandung gugus tidak jenuh yang disebut kromofor (Contoh : -N=N-, >C=O, -NO2) dan gugus pembentuk garam yang disebut auksokromContoh : -OH, -NH2, -SO3H.Bila kromofor berikatan dengan sistem aromatik akan diperoleh senyawa yang berwarna, contohnya azo bensena berwarna orange, antrakwinon berwarna kuning muda.Gabungan sistem aromatik dan kromofor tersebut disebut kromogen.Kromogen seperti azobensena belum bisa dipakai sebagai zat warna karena intensitaswarnanya rendah dan belum mempunyai daya celup. Tetapi bila dimasukkan satu ataulebih gugus auksokrom maka akan menjadi zat warna. Dilthey dan Wizinger mengemukakan bahwa auksokrom ada yang bersifat donor elelktron dan ada juga yang bersifat penarik elektron. Bila auksokrom pemberi elektron diletakan pada arah berlawanan dengan auksokrom penarik elektron dalam struktur molekul zat warna makaakan memperbesar sistem konyugasi zat warna, sehingga selain meningkatkan intensitaswarna juga akan menimbulkan efek bathokromik, yaitu panjang gelombang maksimum ( λ maks) zat warnanya akan semakin besar, contohnya dari kuning menjadi merah.Pada tahun 1900 Gomberg menemukan radikal trifenil metan yang ternyata berwarna padahal pada strukturnya tidak ada kromofor maupun auksokrom.Pada tahun 1907 Hewitt dan Mitchel menyatakan pentingnya sistem konyugasi dalamstruktur zat warna, bahwa penuaan warna akan semakin besar dengan semakin panjangnyasistem konyugasi dalam struktur zat warna. Seiring dengan ditemukannya konsepresonansi elektron dalam struktur yang terkonyugasi diperoleh bahwa penyebab timbulnyawarna adalah karena dalam struktur zat warna yang terkonyugasi akan ada resonansielectron π.
Dyes.
Dyes adalah komponen molekul organik yang memiliki kumpulan senyawa inti tak  jenuh, disebut kromofore yang bergabung dengan komponen lain dimana gabungan ini1
 
disebut kromogen serta gugus substantive yang berfungsi sebagai penguat /mengintensifkan warna dan memperbaiki substantifitas ikatan dengan substratnya (seratkulit, kertas, poliamida, katun, sutera dll) yang disebut ausokrome. (ON Witt, 1876)
Penggolongan
 Dyestuff 
Berdasarkan muatan.
Auksokrome dapat menyebabkan intensifikasi ikatan cat dasar dengan substratmeningkat, disamping itu auksokrom juga berfungsi meningkatkan kelarutan cat dalamair. Auksokrom juga merupakan komponen pembawa muatan dimana pada saat terjadidisosiasi terbentuk muatan anionik atau kationik, sehingga pewarna dyes juga dapatdikategorikan sebagai cat dasar anionik atau kationik.
 Anionic Dyestuff 
.Adalah pewarna
dyes
yang memiliki satu atau lebih gugus auksokrom SO
3
 Na atauSO
3
H yang juga berfungsi sebagai gugus penentu tingkat kelarutan
dyes
, dimana semakin banyak gugus sulfon, maka tingkat kelarutan cat dasar akan semakin tinggi, selain akansemakin anionik dan reaktif terhadap kulit wet blue yang bersifat kationik. Hampir 90 % pewarna kulit merupakan kelompok ini. Berikut ini contoh salah satu gambar struktur kimia cat anionik 
CI acid red 301
(
The Analytical Synteytic Dyes
).
Cationic Dyestuff 
.Adalah pewarna
dyes
yang memiliki satu atau lebih gugus auksokrom yangmerupakan garam dari
ammonium, sulfonium
atau
oxonium
. Kelarutannya lebih rendahdibandingkan dengan cat anionik sehingga perlu penambahan sedikit asam asetat. Pewarnakationik jarang digunakan apabila digunakan hanya dalam kasus tertentu, sebagai aditivdalam jumlah yang kecil karena sifat ketahanan cahaya dan kimia yang rendah.
Klasifikasi Dyestuff Berdasarkan Aplikasi.
Klasifikasi
dyestuff 
menurut aplikasinya dapat dikelompokan menjadi:1.Acid Dyes ( cat asam).2.Direct/Catton/ Substabtive Dyes ( cat direk).3.Metal complex/Pre-metal dyes ( cat matal kompleks )4.Reaktive Dyes5.Dispersed Dyes6.Solvent Dyes7.Vat Dyes.8.Fur Dyes.2
 
9.Mordant Dyes.10.Silk Dyes dll.Dari sekian banyak tipe
dyes
diatas, semuanya termasu
anionic dyes
, dewasa iniyang paling banyak digunakan untuk mewarnai kulit adalah cat asam, cat direk, cat metalkompleks.
 Dyes
lainnya sangat jarang digunakan kecuali pewarna reaktiv untuk kulitwarna muda dan umumnya yang disamak formalin walaupun kini dengan pertimbanganlingkungan dan kesehatan yang lebih baik penggunaan cat dasar reaktiv mulaidiperkenalkan untuk kulit yang disamak krom.
1.Acid Dyes.
Cat ini umumnya merupakan garam natrium (Na), dimana dalam susunan molekulnyamengandung satu atau lebih gugus sulfonat (-SO
3-
), hanya ada beberapa yang mengandunggugus karboksilat (-COO
-
). Untuk berikatan dengan substrat kulit secara sempurna(
clear/exhausted 
) dan mencapai warna yang
 full shade
perlu lingkungan yang asam (2,5-3), sehingga pada akhir proses pewarnaan kulit, ditambah asam ( asam format/ asetat )untuk mencapai pH tersebut.Beberapa Contoh Cat Asam.a.Orange G ( Ethonic Fast G ). b.Levelling Red (Acetyl Red J.).c.Acid Bordeaux.d.Recorcine Dark Brown.e.Acid Black (Buffalow Black f.Acid Yellow AJ.( Tartrazine ).g.Acid
Green
.Keuntungan Menggunakan Acid Dyes.Dewasa ini dapat dikatakan hampir semua pewarna kulit menggunakan acid dyeskarena ada beberapa kelebihan yang dimilik oleh pewarna ini.a.Ketahanan terhadap air sadah tinggi ( tidak mengendap). b.Tidak menmbulkan efek bronzing walau penggunaannya berlebihan.c.Mempunyai ketahanan gosok, cahaya, keringat yang relative baik dengan nilai 3-5.d.Mempunyai penetrasi yang baik terhadap kulit.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->