P. 1
Pp 19 2005 Standar Nasional Pendidikan

Pp 19 2005 Standar Nasional Pendidikan

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,544 |Likes:
Published by 472346

More info:

Published by: 472346 on Mar 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
 pp-19-2005-standar-nasional-pendidikan.wpd 1
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 19 TAHUN 2005TENTANGSTANDAR NASIONAL PENDIDIKANDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
:
bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 35 ayat (4), Pasal 36 ayat (4), Pasal37 ayat (3), Pasal 42 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), Pasal 59 ayat (3), Pasal 60 ayat (4), danPasal 61 ayat (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan;Mengingat
:
1.Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN.
BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
 
 pp-19-2005-standar-nasional-pendidikan.wpd 2
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
1.
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayahhukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikandasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
3.
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakansecara terstruktur dan berjenjang.
4.
Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,pengetahuan, dan keterampilan.
5.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteriatentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabuspembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
6.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaanpembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.
7.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisikmaupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
8.
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteriaminimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium,bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yangdiperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dankomunikasi.
9.
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan,pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota,provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
10.
Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuanpendidikan yang berlaku selama satu tahun.
11.
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme,prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
12.
Biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untukmembiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yangsesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan.
13.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untukmencapai tujuan pendidikan tertentu.
14.
Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah iniuntuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnyapada setiap satuan pendidikan.
 
 pp-19-2005-standar-nasional-pendidikan.wpd 3
15.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dandilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
16.
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui prosespembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
17.
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasilbelajar peserta didik.
18.
Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikanterhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagaibentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.
19.
Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secaraberkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik .
20.
Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagaipengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
21.
Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dan/atau satuan pendidikan berdasarkankriteria yang telah ditetapkan.
22.
Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri danindependen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan;
23.
Departemen adalah departemen yang bertanggung jawab di bidang pendidikan;
24.
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknisDepartemen yang berkedudukan di provinsi dan bertugas untuk membantu Pemerintah Daerah dalambentuk supervisi, bimbingan, arahan, saran, dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar danmenengah serta pendidikan nonformal, dalam berbagai upaya penjaminan mutu satuan pendidikanuntuk mencapai standar nasional pendidikan;
25.
Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah badanevaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jenjangpendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
26.
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal yang selanjutnya disebut BAN-PNF adalah badanevaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jalur pendidikannonformal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
27.
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BAN-PT adalah badanevaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jenjangpendidikan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
28.
Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nanie Marlina liked this
ninis_nisa liked this
Asria Bahtiar liked this
Faizuz Sa'bani liked this
Linda Sipayung liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->