Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anatomi Kontrak

Anatomi Kontrak

Ratings: (0)|Views: 36 |Likes:
Published by Michael Garcia

More info:

Published by: Michael Garcia on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

 
PEMBAHASAN
 Sekilas, bila kita mendengar kata kontrak, kita langsung berpikir bahwa yang dimaksudkanadalah suatu perjanjian tertulis. Artinya, kontrak sudah dianggap sebagai suatu pengertianyang lebih sempit dari perjanjian. Dan bila melihat berbagai tulisan, baik buku, makalah atautulisan ilmiah lainnya, kesan ini tidaklah salah, sebab penekanan kontrak selalu dianggapsebagai medianya suatu perjanjian yang dibuat secara tertulis.[1]  Tidak ada ketentuan undang-undang yang mengatur tentang format kontrak maka dalammembuat kontrak, hal yang paling penting diperhatikan oleh para pihak adalah syarat ahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam pasal 1320 BW, yang pada intinya mengatur tentang:[2]  1.
 
kesepakatan para pihak 2.
 
kecakapan (termasuk juga kewenangan) para pihak 3.
 
objek tertentu4.
 
sebab yang halal.1.
 
A. PRAPENYUSUNAN KONTRAK 
 Sebelum kontrak disusun, ada empat hal yang harus diperhatikan oleh para pihak, antaralain:[3]  1.
 
1. Identifikasi para pihak 
 1.
 
Para pihak dalam kontrak harus teridentifikasi secara jelas.Hal-hal yang diperhatikan oleh para pihak yang akan mengadakan dan membuat kontrak yakni:[4]  1.
 
Kemampuan Para Pihak 
, yaitu kecakapan dan kemampuan para pihak untuk mengadakan dan membuat kontrak. Di dalam KUH Perdata ditentukan bahwa orangyang cakap dan wenang untuk melakukan perbuatan hukum apabila telah dewasa danatau sudah kawin. Ukuran kedewasaan, yaitu brumur 21 tahun. Sedangkan orang-orang yang tidak wenang untuk membuat kontrak adalah:(1)
minderjarigheid 
(di bawah umur),(2)
curatele
(di bawah pengampunan),(3) istri (pasal 1330 KUH Perdata). Istri kini wenang untuk membuat kontrak (SEMA Nomor 3 Tahun 1963; Pasal 31 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan)1.
 
Perpajakan
 Dalam banyak hal, para pihak membuat kontrak menginginkan perjanjian dirumuskansedemikian rupa untuk memperkecil pajak, karena transaksi bisnis merupakan transaksi kena pajak. Pada dasarnya perancang kontrak, yaitu para ahli hukum harus memberikan pelayananyang memuaskan kliennya. Akan tetapi, dalam hal memperkecil pengenaan pajak, bukantidak mungkin rumusan kontrak itu menjadi lain dari maksud para pihak yang sesungguhnya.Hal ini sebenarnya harus dihindari oleh ahli hukum. Oleh karena itu, ahli hukum perancang
 
kontrak harus memahami masalah perpajakan dan jika mungkin bekerja sama dengankonsultan pajak.1.
 
Atas hak yang sah
 Khusus untuk perjanjian jual beli, calon pembeli harus mengetahui atau berusaha mencaritahu bahwa penjual memang mempunyai alas hak yang sah atas barang yng dijual. Dalam hal barang bergerak tidak atas nama berlaku ketentuan Pasal 1977 KUH Perdata yangmenetapkan bahwa barangsiapa menguasai barang bergerak yang tidak berupa bunga atau piutang yang tidak harus dibayar atas tunjuk, dianggap sebagai pemilik sepenuhnya. Namundemikian dalam hal ini berlaku asas revindikasi, yaitu apabila barang itu hilang atau hasilcurian, pemilik barang dapat menuntut supaya barang itu dikembalikan kepadanya. Memangdalam hal ini pembeli yang beritikad baik akan tetap dilindungi, yaitu minta ganti rugi atasharga pembelian barang tersebut. Namun proses demikian tidak selalu mulus, lebih-lebihkalau pencurinya sudah tidak mampu lagi mengembalikan uang pembelian.Dalam hal barang bergerak atas nama dan barang tidak bergerak, yang dianggap paling berhak adalah orang yang namanya tercantum dalam surat itu. Namun demikian, dalam hal barang bergerak atas nama maupun barang tidak bergerak merupakan harta bersama dalam perkawinan, perlu ada suatu
counter sign
dari suamu/itri.
Counter sign
juga diperlukan dalamhal perjanjian jaminan.1.
 
Masalah keagrariaan
 Perancang perjanjian juga harus memperhatikan masalah seputar Hukum Agraria. Dalam banyak hal para pihak tidak memahami masalah-masalah keagrariaan. Oleh karena itu, paraahli hukum harus memberitahukan kepada kliennya mengenai hal tersbut.1.
 
Pilihan hukum,
yaitu berkaitan dengan hukum manakah yang akan digunakan dalam pembuatan kontrak tersebut.1.
 
Penyelesaian sengketa
 Perjanjian tidak selalu dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, dalamsetiap perjanjian perlu dimasukkkan klausula mengenai penyelesaian sengketa apabila salasatu pihak tidak memnuhi perjanjian atau wanprestasi. Penyelesaian sengketa dapat dilakukansecara damai, arbitrase, atau mungkin melalui pengadilan. Dalam hal sengketa diselesaikanmelalui pengadilan perlu diingat Hukum Acara Perdata Indonesia mengenai kompetensi danyuridiksi pengadilan negeri tersebut.1.
 
Berakhirnya kontrak 
 
Di dalam Pasal 1266 KUH Perdata ditentukan bahwa: “tiap
-tiap pihak yang akan mengakhiri
kontrak harus dengan putusan pengadilan yang mempunyai yuridiksi atas kontrak tersebut”.
Maksud ketentuan ini adalah melindungi pihak yang lemah.1.
 
Bentuk standar kontrak 
 Standar kontrak merupakan perjanjian yang telah ditentukan dan telah dituangkan dalam bentuk formulir. Mariam Darus Badrulzaman mengemukakan bahwa standar kontrak 
 
merupakan perjanjian yang telah dibakukan (Mariam Darus Badrulzaman, 1980: 4).Selanjutnya Mariam Darus Badrulzaman mengemukakan cirri-ciri perjanjian baku adalahsebagai berikut:1) Isinya ditetapkan secara sepihak oleh pihak yang posisi (ekonominya) kuat.2) Masyarakat (debitur) sama sekali tidak ikut bersama-sama menentukan isi perjanjian.3) Terdorong oleh kebutuhannya, debitur terpaksa menerima perjanjian itu.4) Bentuk tertentu (tertulis)5) Dipersiapkan secara missal dan kolektif (Mariam Darus Badrulzaman, 1980: 11)Mariam Darus Badrulzaman juga membagi jenis perjanjian baku menjadi empat jenis, yaitu:1) Perjanjian baku sepihak, yaitu perjanjian yang isinya ditentukan oleh pihak yang kuatkedudukannya di dalam perjanjian itu. Pihak yang kuat di sini adalah pihak kreditur yanglazimnya mempunyai posisi (ekonomi) kuat ibandingkan pihak debitur.2) Perjanjian baku timbale balik, yaitu perjanjian baku yang isinya ditentukan oleh kedua belah pihak, misalnya perjanjian baku yang terdiri dari pihak majikan (kreditur) dan pihak  buruh (debitur). Kedua pihak lazimnya terkait dalam organisasi, misalnya pada perjanjian buruh kolektif.3) Perjanjian baku yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu perjanjian baku tertentu,misalnya perjanjian-perjanjian yang mempunyai objek hak-hak atas tanah.4) Perjanjian baku yang ditentukan di lingkungan notaris atau advokat, yaitu perjanjian- perjanjian yang konsepnya sejak semula sudah disediakan untuk memenuhi permintaan darianggota masyarakat yang minta bantuan notaris atau advokat yang bersangkutan.1.
 
Penelitian Awal Aspek Terkait
 Penyusunan kontrak harus menjelaskan hal-hal yang tertuang dalam kontrak yang bersangkutan, konsekuensi yuridis, serta alternatif lain yang mungkin dapat dilakukan. Padaakhinya penyusun kontrak menyimpulkan hak dan kewajiban masing-masing pihak,memperhatikan hal terkait dengan isi kontrak, seperti unsur pembayaran, ganti rugi, serta perpajakan.Penguasaan materi kontrak hanya akan dapat diketahui setelah diketahui objek perjanjian dansyarat atau ketentuan yang disepakati para pihak. Objek kontrak di sini tidak lain adalah jenis perikatan yang akan dilakukan, artinya apabila ingin membuat suatu kontrak, terlebih dahuluharus mengetahui kontrak apa yang akan dibuat.[5] Sedangkan syarat-syarat atau ketentuan- ketentuan yang lazim disepakati oleh para pihak dalam suatu kontrak antara lain:1.
 
Besarnya harga jual beli atau harga sewa-menyewa atau plafond kredit atau plafondleasing atau besarnya plafond modal ventura yang disepakati.2.
 
Objek atau barang yang dihibahkan, objek atau merek dagang yang akan di-franchise-kan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->