Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makna Belajar Melalui Bermain Bagi Anak

Makna Belajar Melalui Bermain Bagi Anak

Ratings: (0)|Views: 56 |Likes:
Published by Dedi Mukhlas
Makna Belajar Melalui Bermain Bagi Anak
Makna Belajar Melalui Bermain Bagi Anak

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Apr 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
A.
Makna Belajar Melalui Bermain Bagi Anak 
Pengertian Bermain menurut beberapa ahli, antara lain:
1.
Mayesty (1990:196-197)
Bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari karena bagianak, bermain adalah hidup dan hidup adalah permainan. Anak usia dini tidak membedakan antara bermain, belajar dan bekerja. Anak-anak umumnya sangatmenikmati permainan dan akan terus melakukannya di manapun mereka memilikikesempatan, sehingga bermain adalah salah satu cara anak usia dini belajar,karena melalui bermainlah anak belajar tentang apa yang ingin mereka ketahuidan pada akhirnya mampu mengenal semua peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
2.
Piaget dalam Mayesty (1990:42)
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang danmenimbulkan kesenangan/kepuasan bagi diri seseorang
3.
Parten
Kegiatan bermain sebagai sarana sosialisasi, diharapkan melalui bermaindapat memberi kesepakatan anak bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi dan belajar secara menyenangkan. Selain itu, kegiatan bermaindapat membantu anak mengenal tentang diri sendiridengan siapa ia hidup sertalingkungan tempat di mana dia hidup.
4.
Buhler dan Danziger dalam Roger dan Sawyers (199:95)
Bermain adalah kegiatan yang menimbulkan kenikmatan.
5.
Docket dan Fleer (2000: 41-43)
 
Bermain merupakan kebutuhan bagi anak, karena melalui bermain anak akanmemperoleh pengetahuan yang dapat mengembangkan kemampuan dirinya.Bermain merupakan suatu aktivitas yang khas dan sangat berbeda dengan aktivitaslain seperti belajar dan bekerja yang selalu dilakukan dalam rangka mencapaisuatu hasil akhir.
6.
Vygotsky dalam Naughton (2003:46)
Bermain dapat membantu perkembangan kognitif anak secara langsung, tidak sekedar sebagai hasil dari perkembangan kognitif seperti yang dikemukakan olehPiaget.Ia menegaskan bahwa bermain adalah simbolik memainkan peran yangsangat penting dalam perkembangan berfikir abstrak. Sejak anak mulai bermain pura-pura, maka anak menjadi mampu berfikir tentang makna-makna objek yangmereka representasikan secara independen.Berhubungan dengan pembelajaran, bermain dapat menciptakan suatu zona perkembangan proximal pada anak. dalam bermain anak selalu berperilaku di atasusia rata-ratanya, di atas perilakunya sehari-hari, dalam bermain anak dianggap“lebih” dari dirinya sendiri.Dua ciri utama bermain yaitu pertama semua aktifitas bermain represent-tasional menciptakan situasi imajiner yang memungkinkan anak untuk menghadapi keinginan-keinginan yang tidak dapat direalisasikan dalam kehidupannyata dan kedua bermain representasional memuat aturan-aturan berperilaku yangharus diikuti oleh anak untuk dapat menjalankan adegan bermain.
7.
Irawati
Bermain adalah kebutuhan semua anak, terlebih lagi bagi anak-anak yang berada pada rentang usia 3-6 tahun. Bermain adalah suatu kegiatan yangdilakukan ank dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan
 
 pengertian dan memberikan informasi , member kesenangan dan mengembangkanimajinasi anak spontan dan tanpa beban. Pada sat pembelajaran berlangsung,hampir semua aspek perkembangaan anak dapat terstimulasi dan berkembangdengan baik termasuk di dalamnya perkembangan kreatifitas.
8.
Catron dan Allen (1999:21)
Mereka berpendapat bahwa bermain dapat memberikan pengaruh secaralangsung terhadap semua area perkembangan. Anak-anak dapat mengambilkesempatan untuk belajar tentang dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya.Selain itupembelajaran juga memberikan kebebasan pada anak untuk berimajinasi, bereksplorasi, dan menciptakan suatu bentuk kreativitas . Anak-anak memilikimotivasi dari dalam dirinya untuk bermain, memadukan sesuatu yang baru denganapa yang telah diketahui
B.
Periode Sensitif Untuk Belajar
Anak dalam tumbuh kembangnya melewati”
 periode sensitif 
” yang merupakanmasa awal untuk belajar. Periode dan kesempatan seperti ini tidak datang keduakalinya. Selama periode sensitif, anak menjadi peka atau mudah terstimulasi olehaspek-aspek yang berada di lingkungannya.Montessori telah menandai bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang melaluisejumlah tahapan berupa ketertarikan dan keingintahuan terhadap sesuatu yangdisebut sebagai “
 periode sensitif 
”, di mana mereka menjadi bangkit minatnyaterhadap aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Menjadi hal penting bagi pendidik untuk memahami proses ini, karena setiap tahapan memperlihatkan sebuahkesempatan yang menguntungkan yang dapat sangat mempengaruhi perkembangananak-anak.Montessori dalam Seldin (2007:14-17) telah mengidentifikasikan beberapa perbedaan dalam periode sensitif yang terjadi dari mulai lahir sampai usia 6 tahun.Setiap perbedaan itu mengacu pada kecenderungan yang mendorong untuk memperoleh karakteristik khusus. Sebagai contoh: pada masa-masa awal tahun pertama kehidupan anak, umumnya mereka berada dalam periode sensitive dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->